Hadir di Seren Taun Kuningan, Stafsus Menag Gugun Gumilar Ajak Jaga Kearifan Sunda Wiwitan

Senin, 8 Juni 2026 - 22:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stafsus Menag RI Gugun Gumilar (tengah) saat menghadiri acara seren taun masyarakat adat Sunda Wiwitan, Kabupaten Kuningan. (Foto: Dok.Pribadi)

Stafsus Menag RI Gugun Gumilar (tengah) saat menghadiri acara seren taun masyarakat adat Sunda Wiwitan, Kabupaten Kuningan. (Foto: Dok.Pribadi)

Kuningan, Mercinews.com – Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama (Menag) Gugun Gumilar menyebut kehadirannya di acara Seren Taun masyarakat adat Sunda Wiwitan, Kabupaten Kuningan, sebagai kehormatan sekaligus kebahagiaan. Menurutnya, kegiatan itu bukan sekadar tradisi budaya, tapi momentum menjaga nilai luhur, kebersamaan, rasa syukur, dan warisan kearifan lokal.

“Seren Taun mengingatkan kita bahwa budaya, pendidikan, dan nilai-nilai kebangsaan harus terus berjalan beriringan demi menjaga jati diri bangsa Indonesia,” ujar Gugun, Senin (8/6/2026).

Baca Juga:  Kirab Budaya di Tasikmalaya, Anton Charliyan: Mahkota Binokasih Simbol Persatuan Sunda

Gugun bernostalgia masa SD yang sering mewakili sekolah lomba cerdas cermat hingga kabupaten dan lomba tembang Pupuh Sunda. Salah satu pupuh yang membekas baginya adalah “Pupuh Sinom”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pupuh Sinom menggambarkan rasa senang, kegembiraan atau gumbira, serta kasih sayang atau kadeudeuh. Nama saya Gugun Gumilar artinya a man of happiness,” kata Gugun sembari tersenyum.

Baca Juga:  Sae Pisan! Ketua DPRD Jabar Dukung Pembentukan Dewan Kebudayaan

Ia menyoroti pesan mendalam dari pupuh tersebut bahwa ilmu lebih penting daripada harta. Ilmu bersifat kekal, menerangi pemiliknya, dan jadi penentu arah hidup.

“Harta jika hanya disimpan lambat laun akan usang. Harta terkadang membuat hati menjadi keras, sedangkan ilmu justru menerangi hati dan membentuk kebijaksanaan,” tegasnya.

Pendidikan Harus Berkarakter dan Berakar Budaya

Gugun menekankan pendidikan tidak hanya soal transfer pengetahuan. Tapi juga pembentukan karakter, penghormatan budaya, dan menyiapkan generasi muda hadapi tantangan masa depan.

Baca Juga:  Stafsus Menag Dorong Kemudahan Izin Rumah Ibadah untuk Warga, Kerukunan Jadi Prinsip Utama

“Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mengakar kuat pada budaya lokal dan nasional, namun tetap terbuka terhadap perkembangan global dan dinamika geopolitik internasional,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Seren Taun Sunda Wiwitan rutin digelar sebagai wujud syukur dan pelestarian tradisi adat masyarakat Kuningan.(red)

Berita Terkait

Stafsus Menag Hadiri Ibadah Jemaat Gereja Tiberias di Bekasi, Sampaikan Pesan Kerukunan
Wabup Kuningan Akui Memiliki Hubungan Kekerabatan dengan Dadan Hindayana, Kelola Empat Dapur MBG
Rakernis Humas Polda Sumsel 2026 Libatkan AMKI Bahas Komunikasi Publik di Era Digital
Aktivitas WNA di Kluet Tengah Jadi Sorotan, GeMAR Minta Penjelasan Polisi dan Imigrasi
Pemilihan Abang None Jakarta Timur 2026 Resmi Dimulai, Jumlah Peserta Meningkat
PTPN IV dan Polda Sumsel Perkuat Sinergi, Fokus Amankan Aset serta Pencurian Sawit
M. Rian Ali Akbar Pimpin Bahu NasDem Lampung, Perkuat Layanan Advokasi dan Bantuan Hukum
Diskusi AMKI Sumsel, Dewan Pers Tekankan Mekanisme Pers dalam Sengketa Pemberitaan

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 22:31 WIB

Hadir di Seren Taun Kuningan, Stafsus Menag Gugun Gumilar Ajak Jaga Kearifan Sunda Wiwitan

Senin, 8 Juni 2026 - 11:28 WIB

Stafsus Menag Hadiri Ibadah Jemaat Gereja Tiberias di Bekasi, Sampaikan Pesan Kerukunan

Senin, 8 Juni 2026 - 11:16 WIB

Wabup Kuningan Akui Memiliki Hubungan Kekerabatan dengan Dadan Hindayana, Kelola Empat Dapur MBG

Senin, 8 Juni 2026 - 10:14 WIB

Rakernis Humas Polda Sumsel 2026 Libatkan AMKI Bahas Komunikasi Publik di Era Digital

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:24 WIB

Aktivitas WNA di Kluet Tengah Jadi Sorotan, GeMAR Minta Penjelasan Polisi dan Imigrasi

Berita Terbaru