Bertahun-tahun Bungkam, Siswi di Lombok Ungkap Dugaan Pelecehan Gurunya Sejak SD

Sabtu, 12 Juli 2025 - 10:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

ilustrasi

Lombok Barat, Mercinews.com – Setelah bertahun-tahun bungkam karena merasa takut, seorang siswi di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), akhirnya memberanikan diri mengungkap dugaan pelecehan seksual yang dialaminya dari oknum guru sekolah dasar (SD) tempat ia pernah menempuh pendidikan. Terduga pelaku berinisial LS, yang diketahui berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

Korban, sebut saja Bunga, mengaku mendapatkan perlakuan tak pantas sejak duduk di bangku SD hingga ia lulus dari Madrasah Tsanawiyah (MTs). Dugaan pelecehan tersebut diduga terjadi berulang kali dan berlangsung di lingkungan sekolah, termasuk di ruang guru.

Baca Juga:  Dukun santet di Aceh Tenggara Setubuhi Dua Bocah kakak beradik

Menurut pengakuan Bunga kepada orang tuanya, ia selama ini tidak berani bercerita karena diancam oleh oknum guru SD tersebut. Ancaman itu membuat korban memilih diam hingga akhirnya merasa cukup kuat untuk membuka suara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Anak kami diancam. Katanya, kalau cerita, videonya akan disebarkan. Itu membuat dia takut dan baru sekarang berani bicara,” ujar orang tua korban kepada wartawan, Selasa (9/7/2025).

Pihak keluarga langsung mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasus tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lombok Barat pada Senin (8/7/2025). Sebagai bagian dari proses penyelidikan, korban telah menjalani visum et repertum di fasilitas kesehatan setempat.

Baca Juga:  Oknum guru agama di Aceh Utara diduga cabuli tujuh muridnya

Polisi merespons laporan tersebut dengan cepat. Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penelitian (SP2HP) telah diterbitkan oleh Polres Lombok Barat dengan nomor: B/361/VII/RES.1.24/2025/Reskrim, tertanggal 11 Juli 2025.

Selain ke aparat penegak hukum, keluarga juga melaporkan terduga pelaku ke Dinas Pendidikan Kabupaten Lombok Barat, agar yang bersangkutan dapat segera ditindak sesuai peraturan yang berlaku.

“Kami ingin keadilan ditegakkan dan pelaku dihukum. Jangan sampai ada korban lain yang mengalami hal seperti ini,” tegas perwakilan keluarga.

Peristiwa ini menarik perhatian publik dan menjadi peringatan bagi semua pihak tentang pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, terutama bagi anak-anak. Sejumlah pemerhati anak dan lembaga perlindungan anak menyoroti pentingnya penguatan mekanisme pengawasan serta saluran pengaduan yang ramah anak di lingkungan sekolah.

Baca Juga:  Lanud Husein Ajak Siswa SMAN 13 Bandung Nobar Film Believe

Pendamping korban dari lembaga terkait menyampaikan bahwa Bunga memerlukan dukungan psikososial berkelanjutan untuk memulihkan kondisi mentalnya akibat trauma yang diduga dialami selama bertahun-tahun.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polres Lombok Barat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dan belum memberikan keterangan resmi kepada media. Sementara itu, identitas korban tidak dipublikasikan untuk melindungi hak dan masa depannya sebagai anak, sebagaimana diatur dalam ketentuan perlindungan anak.(red)

Berita Terkait

Imigrasi Bali Gencarkan Patroli Dharma Dewata, Awasi Aktivitas WNA
Akademisi USK Soroti Konflik PTPN IV Cot Girek, Minta Pemerintah Fasilitasi Dialog
Imigrasi Ngurah Rai Buka Layanan Paspor Akhir Pekan di Discovery Mall Bali
Imigrasi Ngurah Rai Sampaikan Kronologi Kematian WNA Australia di Ruang Detensi
Imigrasi Ponorogo Buka Layanan Paspor CPMI di LTSA, Permudah Pengurusan Dokumen ke Luar Negeri
Imigrasi Ngurah Rai Dekatkan Layanan Publik Lewat Immigration Lounge
400 KK Penambang di Aceh Selatan Desak Percepatan Penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat
Bertemu Sael di Manokwari, Gugun Gumilar Dorong Pemuda Papua Kuliah ke Luar Negeri

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:24 WIB

Imigrasi Bali Gencarkan Patroli Dharma Dewata, Awasi Aktivitas WNA

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:43 WIB

Akademisi USK Soroti Konflik PTPN IV Cot Girek, Minta Pemerintah Fasilitasi Dialog

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:21 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Buka Layanan Paspor Akhir Pekan di Discovery Mall Bali

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:45 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Sampaikan Kronologi Kematian WNA Australia di Ruang Detensi

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:07 WIB

Imigrasi Ponorogo Buka Layanan Paspor CPMI di LTSA, Permudah Pengurusan Dokumen ke Luar Negeri

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB