Hukum

Oknum guru agama di Aceh Utara diduga cabuli tujuh muridnya

ilustrasi@ Foto pelecehan

Banda Aceh, Mercinews.com – Personel Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Utara menangkap seorang pria berusia 43 tahun yang juga guru agama di sebuah sekolah dasar karena diduga mencabuli tujuh muridnya.

Kapolres Aceh Utara AKBP Deden Heksaputera melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Utara AKP Agus Riwayanto Diputra di Aceh Utara, Sabtu (1/4/2023)  mengatakan pelaku berinisial S, guru agama di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Aceh Utara.

“Pelaku ditangkap dan ditahan di Mapolres Aceh Utara pada Rabu (29/3/2023) malam. Seperti dilansir Antara,  Kasus ini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Aceh Utara,” kata Agus Riwayanto Diputra.

Berdasarkan hasil penyidikan, dugaan pencabulan atau perburuan terhadap korban berlangsung sejak 2021 hingga Maret 2023. Perbuatan tersebut dilakukan pelaku saat mengajar.

Baca Juga:  Pangdam IM: Pembangunan Waduk Keureuto Aceh Utara jadi sumber air pertanian

Agus Riwayanto Diputra mengatakan pelaku memanggil korban untuk membaca buku di samping mejanya. Kemudian, meminta korban pindah posisi dan duduk di pangkuan pelaku.

Saat korban duduk membaca buku di pangkuannya, pelaku meraba korban dan mengatakan kepada korban agar tetap membaca dan jangan memedulikan terjadi.

Kemudian, korban menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Orang tua korban merasa keberatan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Aceh Utara.

“Sejauh ini, sudah ada empat korban yang melapor. Namun, dalam pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatan tersebut juga dilakukan kepada tiga anak didik lainnya. Artinya, ada tujuh anak yang menjadi korban,” ujar Agus Riwayanto Diputra.

Agus Riwayanto Diputra menyatakan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Aceh Utara masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap pelaku. Sebab, ada indikasi masih korban lainnya.

Baca Juga:  JPU Aceh Utara tahan lima tersangka korupsi pembangunan monumen Rp44,7 miliar

“Kami meminta masyarakat yang merasa anak menjadi korban segera melaporkan. Korban juga akan mendapatkan penanganan trauma dari Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Aceh Utara,” kata Agus Riwayanto Diputra. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top