Maulid Nabi di Pejagalan, Warga Mandar Lestarikan Tradisi di Perantauan

Minggu, 6 September 2026 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga asal Mandar, Sulawesi Barat, di Pejagalan, Jakarta Utara, menggelar tradisi berebut telur dan uang dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musala Al-Ikhlas, Sabtu (5/9/2026). (Foto: istimewa)

Warga asal Mandar, Sulawesi Barat, di Pejagalan, Jakarta Utara, menggelar tradisi berebut telur dan uang dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musala Al-Ikhlas, Sabtu (5/9/2026). (Foto: istimewa)

Jakarta, Mercinews.com – Warga asal Mandar, Sulawesi Barat, di Pejagalan, Jakarta Utara, tetap mempertahankan tradisi berebut telur dan uang dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musala Al-Ikhlas, Sabtu (5/9/2026) malam. Tradisi tersebut menjadi bagian dari perayaan keagamaan sekaligus cara warga menjaga warisan budaya di tanah perantauan.

Peringatan Maulid Nabi di Jalan Inspeksi Kali Duri, Air Baja, RT 06/RW 016, Pejagalan, itu diawali dengan pembacaan Maulid Nabi, lantunan shalawat, dan tausiah.

Setelah rangkaian kegiatan keagamaan selesai, warga mengikuti tradisi berebut telur hias dan uang yang dipasang pada sejumlah pohon dekorasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Telur hias dan uang yang digantung atau diselipkan pada dekorasi kemudian menjadi sasaran warga.

Anak-anak terlihat antusias mengambil telur dan uang ketika tradisi tersebut dimulai.

Bagi warga asal Mandar yang tinggal di Pejagalan, tradisi tersebut menjadi bagian dari kebiasaan yang dibawa dari daerah asal.

Pelaksanaannya di Jakarta juga melibatkan warga dari berbagai latar belakang daerah.

Tokoh masyarakat sekaligus pengurus Laskar Merah Putih, Jamaluddin atau Daeng Jamal, mengatakan, keberagaman warga tidak menghilangkan tradisi yang telah dibawa masyarakat dari tanah kelahiran.

Baca Juga:  Gempa NTT, BNPB Catat 53 Orang Meninggal Dunia dan 135 Luka

“Yang pasti, ini kegiatan peringatan Maulid Nabi yang sangat unik. Acara maulid ini dihiasi dengan berbagai macam kolaborasi,” ujar Daeng Jamal, dalam keterangan tertulis, Ahad (6/9/2026).

Menurutnya, masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut tidak hanya berasal dari satu daerah.

Warga Jawa, Sunda, Sumatera, dan daerah lainnya turut berbaur dalam peringatan Maulid Nabi.

“Ada Jawa, Sunda, Sumatera, dan lainnya. Kolaborasi ini menjadi unik dan lain daripada yang lain,” katanya.

Tradisi di Perantauan

Daeng Jamal mengatakan, tinggal jauh dari daerah asal bukan alasan untuk meninggalkan adat dan tradisi yang diwariskan keluarga dan masyarakat.

Menurut dia, tradisi yang dibawa ke perantauan dapat tetap dilaksanakan dengan menyesuaikan lingkungan masyarakat setempat.

Dengan demikian, kegiatan keagamaan sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan budaya asal kepada masyarakat yang lebih beragam.

“Sehebat apa pun kita di tanah rantau, sesukses apa pun kita di tanah rantau, tetap ada satu hal yang tidak boleh kita lupakan, yaitu adat istiadat dan tradisi di tanah kelahiran kita,” ujarnya.

Baca Juga:  PTTEP Indonesia dan Dompet Dhuafa Gelar Edukasi Nutrisi bagi Ibu Hamil di Jakarta Utara

Ia mengatakan, pelaksanaan Maulid Nabi di lingkungan tersebut juga menunjukkan keterlibatan warga dalam menjaga kegiatan bersama.

Menurut Daeng Jamal, persiapan kegiatan dilakukan melalui gotong royong. Warga berkontribusi dengan tenaga, waktu, pikiran, dan biaya untuk mempersiapkan seluruh rangkaian acara.

“Saya lihat luar biasa. Mereka urunan, patungan. Bukan soal finansial saja yang mereka korbankan, tetapi juga tenaga, pikiran, dan waktu,” katanya.

Teladan Rasulullah

Sebelum tradisi berebut telur dan uang berlangsung, paragraf jemaah mengikuti tausiah yang disampaikan Ustaz Aris Kurniawan Al-Ghifari.

Dalam ceramahnya, Aris mengajak jemaah menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam menerapkan akhlak.

“Jangan pernah takut untuk mencontoh Nabi. Ambillah akhlakul karimah Nabi,” ujar Aris.

Ceramah berlangsung secara interaktif. Ustaz Aris mengajukan sejumlah pertanyaan kepada jamaah dan memberikan hadiah bagi mereka yang mampu menjawab.

Interaksi tersebut membuat suasana peringatan Maulid Nabi berlangsung lebih cair sebelum warga mengikuti tradisi yang telah dipersiapkan panitia.

Berebut Telur

Setelah acara keagamaan selesai, warga berkumpul di sekitar pohon-pohon dekorasi yang telah dihiasi telur dan uang.

Baca Juga:  Jelang Munas Bali, Peradi SAI Jakarta Utara Siapkan Tiga Nama Calon Ketua Umum

Daeng Jamal menjelaskan, perebutan telur merupakan salah satu bagian yang selalu dinantikan dalam peringatan Maulid Nabi.

“Yang menjadi akhir dari cerita dan keunikan acara maulid ini adalah sesuatu yang selalu ditunggu-tunggu, yaitu perebutan telur,” kata pemilik nama lengkap Jamaluddin yang juga Ketua Badan Pengurus Wilayah Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat (BPW KKMSB) DKI Jakarta.

Menurutnya, tradisi tersebut juga mengingatkan masyarakat perantauan terhadap pengalaman masa kecil ketika mengikuti perayaan serupa di daerah asal.

“Saya juga pernah merasakan ketika masih kecil, berebut telur, cucur, ketupat, dan lain sebagainya,” ujarnya.

“Selain telur, sejumlah uang yang dipasang pada dekorasi turut diperebutkan warga. Tradisi tersebut berlangsung setelah rangkaian acara utama selesai,” sambungnya.

Bagi masyarakat yang menjalankannya, keberadaan tradisi tersebut bukan hanya menjadi bagian dari kemeriahan Maulid Nabi, tetapi juga menjadi pengingat terhadap budaya yang mereka bawa dari daerah asal.

Pelaksanaan Maulid Nabi di Musala Al-Ikhlas turut dihadiri Ketua RT 06 Amsar, Muhammad Sanika atau Abang Akom, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.(red)

Berita Terkait

11 Tokoh dan Lembaga Raih Sudut Pandang Award 2026, Ada Menkop Ferry Juliantono dan OC Kaligis
Dewan Pers Kumpulkan Konstituen untuk Bahas Penyelenggaraan HPN
Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Capai 36 Derajat Celcius
Sukses Gelar Fun Walk di Ancol, Patra M. Zen: PERADI SAI Jakarta Utara Paten
PMI Jakarta Utara Resmikan Lima Sumur Bor untuk Warga Terdampak Bencana di Tapteng
Rano Karno dan Ima Mahdiah Hadiri Jakarta Sehat Meruya Fest 2026
Operasi Dharma Dewata di Bali, Dirjen Imigrasi Turun Langsung Amankan 5 WNA
Lurah Pejuang Kota Bekasi Soroti Keluhan Warga soal Pencemaran Udara PT BKP

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 11:50 WIB

Maulid Nabi di Pejagalan, Warga Mandar Lestarikan Tradisi di Perantauan

Jumat, 4 September 2026 - 23:29 WIB

11 Tokoh dan Lembaga Raih Sudut Pandang Award 2026, Ada Menkop Ferry Juliantono dan OC Kaligis

Selasa, 1 September 2026 - 09:43 WIB

Dewan Pers Kumpulkan Konstituen untuk Bahas Penyelenggaraan HPN

Selasa, 1 September 2026 - 09:18 WIB

Cuaca Jakarta Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Capai 36 Derajat Celcius

Senin, 31 Agustus 2026 - 00:43 WIB

Sukses Gelar Fun Walk di Ancol, Patra M. Zen: PERADI SAI Jakarta Utara Paten

Berita Terbaru