PMI Jakarta Utara Resmikan Lima Sumur Bor untuk Warga Terdampak Bencana di Tapteng

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PMI Jakarta Utara bersama PMI Tapteng meresmikan lima sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak banjir dan longsor, Jumat (28/8/2026). (Foto: Dok. PMI Jakarta Utara)

PMI Jakarta Utara bersama PMI Tapteng meresmikan lima sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak banjir dan longsor, Jumat (28/8/2026). (Foto: Dok. PMI Jakarta Utara)

Tapteng-Sumut|Merci news.com –Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Utara bersama PMI Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut) meresmikan lima sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak banjir dan longsor, Jumat (28/8/2026).

Pembangunan fasilitas air bersih tersebut merupakan bagian dari program pemulihan pascabencana PMI Jakarta Utara yang dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni UI) dan Telkom Indonesia.

Lima sumur bor dibangun di sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Tapanuli Tengah. Peresmian dihadiri sejumlah pejabat wilayah serta masyarakat penerima manfaat, di antaranya Camat Tukka, Camat Badiri, Lurah Kebun Pisang, Lurah Hutabalang, perwakilan Desa Pandan, Lurah Sipange, dan Lurah Aek Horsik.

Ketua PMI Jakarta Utara Rijal mengatakan, pembangunan sumur bor dilakukan berdasarkan hasil asesmen terhadap kondisi masyarakat setelah bencana banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Tapteng.

Menurut Rijal, hasil asesmen menunjukkan kebutuhan air bersih menjadi salah satu persoalan yang masih dihadapi masyarakat.

“Kami bekerja sama dengan ILUNI UI dan Telkom dalam program pemulihan pascabencana yang terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah. Kegiatan ini dapat berjalan karena sebelumnya kami dari PMI melakukan asesmen,” ujar Rijal.

Ia menjelaskan, hasil asesmen tersebut menjadi dasar PMI Jakarta Utara menentukan bentuk bantuan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Rijal mengakui pembangunan lima sumur bor belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat terdampak bencana. Namun, PMI Jakarta Utara berupaya memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan organisasi.

Baca Juga:  Pungutan PMI di Jakarta Disorot, Kevin Wu Desak Pramono Bertindak Tegas

“Setidaknya kawan-kawan PMI Jakarta Utara, insyaallah, apa yang bisa kita berikan pasti kita berikan,” katanya.

Selain di Tapteng, PMI Jakarta Utara sebelumnya melakukan kegiatan kemanusiaan di sejumlah wilayah terdampak bencana, termasuk Gayo Lues dan Aceh Tengah.

PMI Jakarta Utara juga mengirimkan personel untuk membantu penanganan bencana di daerah lain, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Kegiatan tersebut tidak mengurangi kesiapsiagaan PMI Jakarta Utara dalam menangani bencana di wilayahnya sendiri. Kami telah mengantisipasi kebutuhan personel dan dukungan untuk penanganan bencana di Jakarta Utara,” katanya.

Baca Juga:  Baru Enam Hari Menjabat, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka

Apresiasi

Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Tapteng H Mahmud Efendi mengapresiasi bantuan PMI Jakarta Utara. Menurutnya, banjir dan longsor yang terjadi pada 2025 menyebabkan kerusakan berbagai fasilitas masyarakat, termasuk sarana penyediaan air bersih.

“Banyak fasilitas air kita yang rusak, sehingga memang membutuhkan intervensi daripada seluruh pihak. Ternyata dari Jakarta Utara, PMI Jakarta Utara hadir di Tapanuli Tengah,” ujar Efendi.

Salah satu warga penerima manfaat, Istria, mengatakan, keberadaan sumur bor membantu masyarakat Desa Kebun Pisang memperoleh air bersih lebih mudah.

“Saya sangat berterima kasih kepada PMI Jakarta Utara karena telah memberikan sumur bor kepada kami. Masyarakat Desa Kebun Pisang sangat terbantu sekali,” ucapnya.(red)

Berita Terkait

Ledakan di Pasar Cimanggis Ciputat, Warga Dievakuasi, 5 Ruko Rusak
Martha Tilaar, Pendiri Merek Kosmetik Nasional, Meninggal Dunia dalam Usia 89 Tahun
Imigrasi Ngurah Rai Perketat Pengawasan, 10 WNA Dideportasi dari Bali
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB, 14 Orang Terjaring OTT KPK
Wakil Jaksa Agung Apresiasi Penerapan Plea Bargain di Kejati Sultra
PTPN IV PalmCo Perkuat Tata Kelola Lewat Sertifikasi Keberlanjutan
PDBN Gelar Rembuk Bintoro, Dorong Solusi Nyata bagi Demak
Rudenim Denpasar Deportasi Paman dan Keponakan WNA Iran, Diduga Curi Uang Bermodus Hipnotis

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:02 WIB

Ledakan di Pasar Cimanggis Ciputat, Warga Dievakuasi, 5 Ruko Rusak

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Martha Tilaar, Pendiri Merek Kosmetik Nasional, Meninggal Dunia dalam Usia 89 Tahun

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Perketat Pengawasan, 10 WNA Dideportasi dari Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB, 14 Orang Terjaring OTT KPK

Selasa, 13 Oktober 2026 - 20:01 WIB

PTPN IV PalmCo Perkuat Tata Kelola Lewat Sertifikasi Keberlanjutan

Berita Terbaru