MER-C Kirim Relawan Medis Indonesia ke Turki

Senin, 13 Februari 2023 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, – Merespons dampak gempa bumi M 7,8 di Turki, Lembaga Medical Emergency Rescue Comiittee (MER-C) memberangkatkan relawan tim medis, Minggu (12/2/2023) malam. Tim medis ini terdiri dari enam dokter spesialis.

MER-C memberangkatkan enam tim medis ke Turki, yakni dokter spesialis bedah orthopedi, dokter anestesi, dan perawat bedah untuk membantu operasi bagi para korban terluka. Selain itu, MER-C juga mengikutsertakan tim non bedah, yakni dokter umum dan dokter spesialis penyakit dalam untuk membantu menangani para korban.

Baca Juga:  MER-C Salurkan Bantuan Musim Dingin untuk Korban Gempa di Afghanistan

Sedikitnya 30.000 orang meninggal dan puluhan ribu lainnya luka-luka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tim bedah MER-C terdiri dari 2 dokter spesialis bedah orthopedi dan traumatologi (dr. Risa Dumastoro, SpOT dan dr. M. Nurul Qomaruzzaman, SpOT), 1 dokter spesialis anastesi (dr. Wahyu Bimantoro, SpAn), 1 dokter umum (dr. Meaty Fransisca), 2 perawat bedah (Ita Muswita dan Thoyib Mirad), serta Desi Fitriani,

MER-C juga telah berkoordinasi baik dengan pemerintah Indonesia maupun pemerintah Turki untuk menentukan lokasi yang paling tepat dalam memberikan bantuan medis.

Baca Juga:  Setelah Berhasil Masuk Gaza, Relawan MER-C Langsung Bertugas di Sejumlah Rumah Sakit

Keberangkatan tim medis ini diharapkan dapat menjadi langkah awal Indonesia untuk ikut serta dalam membantu penanganan korban yang terluka akibat gempa.

Berangkat pada minggu malam dari bandara Internasional Soekarno Hatta Cengkareng, keberangkatan Tim turut dilepas jajaran Presidium MER-C dan sejumlah relawan.
Dr. Risa Dumastoro, SpOT selaku Ketua Tim Bedah MER-C mengatakan bahwa tim yang dipimpinnya dijadwalkan akan bertugas selama kurang lebih 2 pekan.

Baca Juga:  Jokowi setuju jangan ada orang Bermasalah di pemerintahan

Sementara itu Ketua Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad, mengatakan bahwa selain Turki, bencana gempa yang juga dirasakan di Suriah, dan menyebabkan ribuan korban jiwa serta luka, turut menjadi perhatian Tim MER-C.

“Setelah Turki, Suriah turut menjadi perhatian kami. Kami upayakan untuk mengirimkan segera tim bedah ke Suriah. Sebelumnya kami telah menyambangi Kedutaan Besar Suriah di Jakarta untuk menyampaikan bela sungkawa dan berkoordinasi dengan perwakilan negara tersebut,” ungkap Sarbini,(*)

Berita Terkait

Laporan Setahun Belum Jelas, Kuasa Hukum Hedy Soewito Minta Perlindungan Hukum Kapolri
MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda
Sekjen MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026, Pengawasan Produk Impor Diperkuat
Haedar Nashir: Pers Harus Hadirkan Informasi Independen dan Objektif
Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus di Hari Pers Muhammadiyah 2026
KOSMAK Soroti Enam Dugaan Perkara dalam Bedah Buku ‘Memberantas Korupsi Sembari Korupsi’
Menteri PPPA Minta Keamanan Siswa Dijaga Usai Temuan Senjata dan Narkotika di Sekolah
Alexius Tantrajaya Ungkap Alasan ST Burhanuddin Masih Layak Pimpin Kejagung

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 14:21 WIB

Laporan Setahun Belum Jelas, Kuasa Hukum Hedy Soewito Minta Perlindungan Hukum Kapolri

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:09 WIB

MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Sekjen MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026, Pengawasan Produk Impor Diperkuat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:55 WIB

Haedar Nashir: Pers Harus Hadirkan Informasi Independen dan Objektif

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus di Hari Pers Muhammadiyah 2026

Berita Terbaru