Setelah Berhasil Masuk Gaza, Relawan MER-C Langsung Bertugas di Sejumlah Rumah Sakit

Sabtu, 23 Maret 2024 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gaza, Mercinews.com – Sebelas relawan MER-C yang telah berhasil memasuki Gaza sejak Senin (18/3/2024) lalu langsung ditempatkan dan bertugas di sejumlah rumah sakit untuk membantu warga Gaza.

Salah satu relawan yang merupakan Dokter Spesialis Orthopedi, dr. Reza, SpOT mengatakan, Rabu (20/3/2024) pagi Tim sudah melakukan koordinasi terkait penempatan relawan bersama Emergency Medical Teams (EMT) Gaza dan Kementrian Kesehatan Palestina (MoH) di Gaza. Tim langsung disambut dr. Muhammad yang merupakan Koordinator Rumah Sakit Se-Gaza.

Relawan medis MER-C langsung dibagi menjadi tiga tim yang disebar di tiga fasilitas Kesehatan di Gaza bagian Selatan yang masih beroperasional. Pembagian tim berdasarkan hasil kordinasi dengan Kementrian Kesehatan Palestina.

Tim 1 terdiri dari Tim bedah ditempatkan di RS Abu Yousef Al Najjar di Rafah yang diperuntukkan melayani pasien-pasien bedah dan trauma. Kasus terbanyak adalah open fraktur yang terinfeksi dan luka bakar.

Tim 2 terdiri dari bidan dan perawat ditempatkan di RS Bersalin Al-Helal Al-Emirati di Rafah yang memang didedikasikan untuk perawatan pasien-pasien melahirkan. Jumlah operasi Sectio Caesaria di RS ini mencapai 15 operasi perhari. Sementara jumlah persalinan yang ditangani di RS ini mencapai 7000 kasus perbulannya.

Sedangkan Tim 3, merupakan Primary Care Team yang terdiri dari dokter umum dan perawat ditempatkan di Tall Al-Sultan Primary Health Clinic di Rafah yang cukup besar dengan fasilitas seperti X Ray dan laboratorium. Pasien yang dilayani dalam satu hari bisa mencapai 1500 orang.

Baca Juga:  Israel menjatuhkan sanksi terhadap Norwegia, karena mengakui Palestina

“Alhamdulillah ketiga tempat di atas cukup sesuai bagi Tim kita sebagai spesialis, dokter umum, dan bidan. Sesuai dalam artian pasiennya memang banyak, peralatan yang kita miliki memang dibutuhkan dan cukup membantu tim medis di sini yang telah lelah,” tutur Reza.

“Jadi dengan mendapat tempat yang sesuai di daerah yang relatif aman, kami sudah sangat bersyukur,” tambahnya.

Relawan MER-C itu juga mengatakan berdasarkan hasil penilaian Tim hari pertama, dengan jumlah dokter, nakes, obat obatan serta peralatan yang tidak cukup, pihak rumah sakit sangat berharap mereka dapat bantuan tim medis berikutnya.

Para relawan dokter dan nakes dari berbagai negara mulai masuk ke Gaza untuk membantu. EMT MER-C merupakan tim Indonesia pertama yang memberikan pertolongan medis sejak agresi 7 Oktober terjadi. Tim membantu melakukan operasi pasien trauma, layanan maternal dan layanan umum. Tim akan bekerja selama dua pekan hingga maksimal satu bulan.

Baca Juga:  Ukraina Sebut menemukan komponen China dalam senjata Rusia

Pengiriman bantuan tim medis ini membutuhkan keberlanjutan program. Oleh karena itu, besar harapan Kementrian Kesehatan Gaza, Indonesia bisa mengirimkan bantuan tim medis secara berkelanjutan dengan kebutuhan dokter-doketer spesialis ortopedi traumatologi, obgyn, bedah saraf, bedah plastik, spesialis anestesi, spesialis anak, spesialis penyakit dalam dan dokter umum serta layanan bidan dan perawat. Apa saja yang kita punya amat sangat dibutuhkan oleh warga Palestina di Gaza saat ini. Bantuan medis dari Indonesia bagaikan oase persaudaraan Indonesia-Palestina. []

Berita Terkait

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak
Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda
Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:22 WIB

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak

Minggu, 6 September 2026 - 23:46 WIB

Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Berita Terbaru

Heru Riyadi, S.H., M.H. (Foto: istimewa)

Opini

Mutasi Polri Harus Menjawab Harapan Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 22:55 WIB