KNMM: MBG Berubah Jadi ‘Makan Apa Adanya Gratis’

Jumat, 26 September 2025 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen KNMM, Dr. Andi Muhammad Yasin, S.H., M.Kn., CLA.(Foto: Mercinews.com)

Sekjen KNMM, Dr. Andi Muhammad Yasin, S.H., M.Kn., CLA.(Foto: Mercinews.com)

“Alih-alih menyehatkan anak bangsa, program ini justru mengancam masa depan mereka. Pemerintah harus membuktikan MBG benar-benar untuk kesejahteraan anak-anak, bukan sekadar proyek politik.”

JAKARTA, MERCINEWS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi untuk menanggulangi stunting dan kekurangan gizi anak-anak sekolah mendapat sorotan tajam dari Komite Nasional Masyarakat Madani (KNMM). Sekretaris Jenderal KNMM, Andi Muhammad Yasin, menilai pelaksanaan program ini masih jauh dari standar, bahkan berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak penerima manfaat.

Peraih gelar doktor dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung ini, menegaskan, praktik di lapangan lebih menyerupai “Makan Apa Adanya Gratis” ketimbang program bergizi.

“Menu yang disajikan sering tidak higienis, ultra-processed, dan dalam beberapa kasus menimbulkan keracunan massal. Anak-anak sekolah bukan lagi penerima manfaat, melainkan korban uji coba massal dari program yang dijalankan terburu-buru,” kata Andi Muhammad Yasin dalam keterangan tertulis, Jumat (26/9).

Menurut Andi Muhammad Yasin, akar masalah terletak pada ambisi pemerintah untuk memperluas cakupan program secara cepat tanpa memperhatikan kualitas dan keamanan pangan. Dapur-dapur MBG atau Sistem Penyediaan Pangan Gabungan (SPPG) didirikan dengan pengawasan minimal, sebagian bahkan diduga tanpa sertifikasi.

“Pelaksana di lapangan sibuk menghitung jumlah porsi ketimbang memastikan makanan aman dikonsumsi. Padahal kita berbicara soal kesehatan dan masa depan generasi muda,” jelasnya.

Ia menyatakan bahwa peristiwa keracunan massal yang terjadi berulang kali menunjukkan lemahnya kontrol sistemik dalam program MBG.

Baca Juga:  Wabup Kuningan Akui Memiliki Hubungan Kekerabatan dengan Dadan Hindayana, Kelola Empat Dapur MBG

Seruan Reformasi dan Langkah Konkret

KNMM menekankan bahwa kritik saja tidak cukup. Andi Muhammad Yasin menyerukan langkah-langkah konkret yang harus diambil pemerintah.

Langkah konkret tersebut, pertama moratorium dapur baru dan audit total terhadap semua dapur MBG yang sudah beroperasi.

“Kedua, transparansi penuh terkait anggaran, menu, dan hasil uji laboratorium makanan. Kemudian, revisi menu dengan mengutamakan bahan pangan lokal segar, sayur, buah, dan protein hewani yang benar-benar bergizi,” paparnya.

“Selanjutnya perlu adanya pelibatan Puskesmas dan ahli gizi lokal dalam pengawasan harian hingga distribusi makanan,” sambung pria bersahaja yang juga berprofesi sebagai Notaris.

Baca Juga:  Mahfud Md Sebut Transaksi Mencurigakan Rp 300 Triliun di Kementerian Keuangan

Selain itu, lanjutnya, diperlukan protokol food safety yang ketat, termasuk batas waktu maksimum makanan matang hingga dikonsumsi dan pengujian sampel secara acak.

Peringatan Tegas

Andi Muhammad Yasin pun meminta pemerintah untuk bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang lalai.

“Ini bukan sekadar soal ganti rugi biaya pengobatan. Ini soal kriminalitas pangan. Jangan tunggu sampai ada korban jiwa baru tindakan dilakukan,” tegasnya.

Ia menambahkan, publik akan mencatat program MBG sebagai program gagal jika perbaikan serius tidak segera dilakukan.

“Alih-alih menyehatkan anak bangsa, program ini justru mengancam masa depan mereka. Pemerintah harus membuktikan MBG benar-benar untuk kesejahteraan anak-anak, bukan sekadar proyek politik,” pungkasnya.(red)

Berita Terkait

MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda
Sekjen MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026, Pengawasan Produk Impor Diperkuat
Haedar Nashir: Pers Harus Hadirkan Informasi Independen dan Objektif
Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus di Hari Pers Muhammadiyah 2026
KOSMAK Soroti Enam Dugaan Perkara dalam Bedah Buku ‘Memberantas Korupsi Sembari Korupsi’
Menteri PPPA Minta Keamanan Siswa Dijaga Usai Temuan Senjata dan Narkotika di Sekolah
Alexius Tantrajaya Ungkap Alasan ST Burhanuddin Masih Layak Pimpin Kejagung
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Usai Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi dan TPPU

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:09 WIB

MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Sekjen MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026, Pengawasan Produk Impor Diperkuat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:55 WIB

Haedar Nashir: Pers Harus Hadirkan Informasi Independen dan Objektif

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus di Hari Pers Muhammadiyah 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:45 WIB

KOSMAK Soroti Enam Dugaan Perkara dalam Bedah Buku ‘Memberantas Korupsi Sembari Korupsi’

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB