Jakarta, Mercinews.com – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menyebut Indonesia ikut memperkuat peran negara dalam ekonomi. Salah satunya melalui kebijakan pengaturan ekspor satu pintu untuk komoditas strategis.
Hal itu disampaikan JK saat berpidato di The 2026 Asia Grassroots Forum by Amartha di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Menurutnya, ini bagian dari tren global deglobalisasi yang menggantikan era globalisasi.
“Sementara di Indonesia, lanjut dia, peran negara juga semakin kuat dalam pengelolaan komoditas strategis, antara lain melalui pengaturan ekspor satu pintu komoditas batu bara, minyak sawit mentah atau CPO, dan ferroalloy,” kata JK.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tren Deglobalisasi Global
JK menjelaskan, dunia sedang bergeser dari globalisasi ke deglobalisasi. Ciri utamanya campur tangan pemerintah makin besar dalam perdagangan dan industri strategis.
Ia mencontohkan Amerika Serikat yang dulu jadi pendukung pasar bebas, kini menerapkan tarif impor tinggi untuk melindungi industri domestik.
Pergeseran ini terjadi di tengah “sakitnya” ekonomi global akibat konflik geopolitik, mulai perang Rusia-Ukraina hingga ketegangan Timur Tengah dan Asia Selatan.
“Kebetulan sekarang kita lagi sakit. Sakitnya bukan di Indonesia saja, hampir di seluruh dunia sakit, masalah keuangan ini,” ujar JK.
Pemerintah Atur, Swasta Eksekusi
Meski peran negara menguat, JK menekankan tetap butuh keseimbangan dengan swasta. Pemerintah bertugas menyediakan regulasi, infrastruktur, dan pengawasan. Sementara dunia usaha menciptakan investasi dan lapangan kerja.
Kunci pertumbuhan ekonomi menurutnya ada pada daya beli masyarakat.
“Ketika masyarakat memiliki pendapatan yang cukup, konsumsi akan meningkat dan pada akhirnya mendorong aktivitas ekonomi,” katanya. (red)






