JK: Indonesia Perkuat Peran Negara Lewat Ekspor Satu Pintu Batu Bara, CPO dan Ferroalloy

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) saat berpidato pada forum

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) saat berpidato pada forum "The 2026 Asia Grassroots Forum by Amartha" di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Foto: istimewa)

Jakarta, Mercinews.com – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) menyebut Indonesia ikut memperkuat peran negara dalam ekonomi. Salah satunya melalui kebijakan pengaturan ekspor satu pintu untuk komoditas strategis.

Hal itu disampaikan JK saat berpidato di The 2026 Asia Grassroots Forum by Amartha di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Menurutnya, ini bagian dari tren global deglobalisasi yang menggantikan era globalisasi.

“Sementara di Indonesia, lanjut dia, peran negara juga semakin kuat dalam pengelolaan komoditas strategis, antara lain melalui pengaturan ekspor satu pintu komoditas batu bara, minyak sawit mentah atau CPO, dan ferroalloy,” kata JK.

Tren Deglobalisasi Global

JK menjelaskan, dunia sedang bergeser dari globalisasi ke deglobalisasi. Ciri utamanya campur tangan pemerintah makin besar dalam perdagangan dan industri strategis.

Baca Juga:  MUI Rumuskan ‘Resolusi Jihad Ekonomi’ di Sidang Ekonomi Umat 2025

Ia mencontohkan Amerika Serikat yang dulu jadi pendukung pasar bebas, kini menerapkan tarif impor tinggi untuk melindungi industri domestik.

Pergeseran ini terjadi di tengah “sakitnya” ekonomi global akibat konflik geopolitik, mulai perang Rusia-Ukraina hingga ketegangan Timur Tengah dan Asia Selatan.

“Kebetulan sekarang kita lagi sakit. Sakitnya bukan di Indonesia saja, hampir di seluruh dunia sakit, masalah keuangan ini,” ujar JK.

Baca Juga:  Artis Syakir Daulay dan Influencer Dukung Produk Aceh Bersaing ke Nasional-Internasional

Pemerintah Atur, Swasta Eksekusi

Meski peran negara menguat, JK menekankan tetap butuh keseimbangan dengan swasta. Pemerintah bertugas menyediakan regulasi, infrastruktur, dan pengawasan. Sementara dunia usaha menciptakan investasi dan lapangan kerja.

Kunci pertumbuhan ekonomi menurutnya ada pada daya beli masyarakat.

“Ketika masyarakat memiliki pendapatan yang cukup, konsumsi akan meningkat dan pada akhirnya mendorong aktivitas ekonomi,” katanya. (red)

Berita Terkait

Kebun Bah Jambi PTPN IV Perkuat Ekonomi Simalungun, Serap Lebih dari 500 Tenaga Kerja Lokal
PTPN IV PalmCo Catat Produktivitas Kebun Sawit Mitra 20,18 Ton per Hektare
SIEXPO 2026, PTPN IV PalmCo Perkenalkan Inovasi Digital dan Teknologi Sawit
PTPN IV PalmCo Serap 1.328 Peserta Magang
Laba Bersih KAI Turun Jadi Rp 314 Miliar pada Semester I 2026
PTPN IV PalmCo Borong Tiga Penghargaan Tata Kelola, Bukti Penguatan Kinerja dan Efisiensi
PTPN IV PalmCo Percepat Sertifikasi SDM, Targetkan 5.120 Tenaga Kerja Kompeten
Prabowo Sebut Tim BRIN Temukan Cadangan Emas dan Mineral Baru di Pegunungan Papua

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:42 WIB

Kebun Bah Jambi PTPN IV Perkuat Ekonomi Simalungun, Serap Lebih dari 500 Tenaga Kerja Lokal

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:09 WIB

PTPN IV PalmCo Catat Produktivitas Kebun Sawit Mitra 20,18 Ton per Hektare

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:14 WIB

SIEXPO 2026, PTPN IV PalmCo Perkenalkan Inovasi Digital dan Teknologi Sawit

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:56 WIB

PTPN IV PalmCo Serap 1.328 Peserta Magang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:34 WIB

Laba Bersih KAI Turun Jadi Rp 314 Miliar pada Semester I 2026

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB