Penutupan Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Kakao Global, Tarif Ekspor Indonesia Ikut Naik

Sabtu, 30 Mei 2026 - 12:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, Mercinews.com – Penutupan Selat Hormuz mulai berdampak pada perdagangan komoditas global. Salah satu efek yang langsung terasa adalah lonjakan harga biji kakao yang mendorong kenaikan harga patokan ekspor (HPE) Indonesia untuk periode Juni 2026.

Siaran pers Kementerian Perdagangan (Kemendag) Sabtu (30/5/2026) menyebutkan bahwa menetapkan harga referensi (HR) biji kakao pada Juni 2026 sebesar 3.832,17 dollar AS per metrik ton (MT). Angka tersebut meningkat 563,48 dollar AS atau 17,24 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Seiring kenaikan harga referensi, HPE biji kakao juga naik menjadi 3.511 dollar AS per MT, atau bertambah 549 dollar AS setara 18,53 persen dibandingkan periode Mei 2026.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, mengatakan, kenaikan harga kakao dipicu oleh terganggunya jalur pelayaran internasional akibat penutupan Selat Hormuz.

“Penutupan Selat Hormuz mengakibatkan peningkatan biaya logistik, biaya asuransi, dan bahan bakar sehingga mendorong kenaikan HR dan HPE biji kakao,” kata Tommy.

Baca Juga:  Sandiaga uno Gandeng Kadin DKI Jakarta Ciptakan 4.4 juta Lapangan Kerja Tahun 2024

Selain faktor logistik, terbatasnya pasokan kakao dari Nigeria turut memberi tekanan terhadap pasar dan mendorong kenaikan harga komoditas tersebut.

Di sisi lain, sejumlah komoditas ekspor lainnya tidak mengalami perubahan harga. HPE produk kulit, keping kayu (chipwood), kayu olahan dari jenis sungkai, serta kayu olahan khusus jenis merbau tetap sama dibandingkan periode sebelumnya.

Namun, kenaikan harga juga terjadi pada komoditas getah pinus. Untuk Juni 2026, HPE getah pinus ditetapkan sebesar 980 dollar AS per MT, meningkat 64 dollar AS atau 6,99 persen dibandingkan Mei 2026.

Baca Juga:  PTPN IV PalmCo Dampingi Peremajaan 49.077 Hektare Kebun Sawit Rakyat, Perkuat Kemitraan dari Hulu hingga Hilir

Pemerintah juga mencatat kenaikan HPE pada sejumlah produk kehutanan, antara lain kayu veneer dari hutan alam dan hutan tanaman, serta berbagai jenis kayu olahan seperti meranti, merbau, rimba campuran, eboni, akasia, sengon, balsa, dan eukaliptus.

Kondisi ini menunjukkan bahwa gangguan pada rantai pasok dan jalur perdagangan global masih menjadi faktor penting yang memengaruhi harga komoditas ekspor Indonesia.(red)

Berita Terkait

PTPN IV PalmCo dan Kemendag Perkuat Akses Ekspor lewat InaExport
PTPN IV PalmCo Dampingi Peremajaan 49.077 Hektare Kebun Sawit Rakyat, Perkuat Kemitraan dari Hulu hingga Hilir
CPO PTPN IV PalmCo Diperkuat melalui Kemitraan dengan Petani
Carrel Ticualu Soroti Kebijakan Purbaya Usai Dicopot sebagai Menkeu
Suahasil Nazara Dilantik sebagai Menteri Keuangan Gantikan Purbaya
Dua Regional PTPN IV PalmCo Raih Penghargaan Kemitraan Sawit Rakyat
Abah Anton Charliyan Dorong Pengusaha Jiangxi Perkuat Investasi di Jawa Barat
Kebun Bah Jambi PTPN IV Perkuat Ekonomi Simalungun, Serap Lebih dari 500 Tenaga Kerja Lokal

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 00:32 WIB

PTPN IV PalmCo dan Kemendag Perkuat Akses Ekspor lewat InaExport

Sabtu, 19 September 2026 - 09:22 WIB

PTPN IV PalmCo Dampingi Peremajaan 49.077 Hektare Kebun Sawit Rakyat, Perkuat Kemitraan dari Hulu hingga Hilir

Rabu, 16 September 2026 - 23:13 WIB

CPO PTPN IV PalmCo Diperkuat melalui Kemitraan dengan Petani

Rabu, 16 September 2026 - 21:22 WIB

Carrel Ticualu Soroti Kebijakan Purbaya Usai Dicopot sebagai Menkeu

Senin, 14 September 2026 - 18:00 WIB

Suahasil Nazara Dilantik sebagai Menteri Keuangan Gantikan Purbaya

Berita Terbaru