Mercinews.com – Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat tidak berlebihan menanggapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Menurut dia, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat menghadapi tekanan global.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri peluncuran 1.061 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu.
“Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat. Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita, percaya kepada rakyat kita,” kata Prabowo di hadapan para pejabat negara dan direksi BUMN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rupiah pada perdagangan Jumat (15/5) tercatat berada di kisaran Rp17.600 per dolar AS. Meski demikian, Presiden menilai masyarakat, khususnya di daerah, tidak perlu terlalu khawatir terhadap gejolak kurs.
Dalam pidatonya, Prabowo beberapa kali melontarkan candaan terkait penguatan dolar AS. Ia menyebut masyarakat desa tidak terlalu terdampak fluktuasi mata uang asing karena aktivitas ekonomi mereka lebih banyak menggunakan rupiah.
“Mau dolar berapa ribu pun, kalian di desa tidak pakai dolar. Yang pusing itu yang suka ke luar negeri,” ujar Prabowo, disambut tawa para hadirin.
Presiden juga sempat menyapa sejumlah pejabat yang hadir, di antaranya Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, serta Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Heriyadi.
Prabowo juga menyinggung Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie saat membahas pelaku usaha yang dinilai lebih sensitif terhadap pergerakan kurs dolar AS.
Di tengah tekanan ekonomi global, Prabowo menekankan pentingnya membangun optimisme nasional. Ia meminta masyarakat tidak memiliki mental sebagai bangsa yang lemah.
“Kita harus hilangkan sikap bahwa kita bangsa yang lemah, bangsa yang kalah. Kita harus jadi bangsa yang menang,” kata Prabowo.
Menurut Presiden, tantangan ekonomi harus dihadapi dengan keyakinan terhadap kemampuan nasional, termasuk kekuatan rakyat dan potensi ekonomi domestik Indonesia.(red)






