Mercinews.com – Selat Hormuz dibuka sementara oleh Iran untuk kapal-kapal komersial, seiring momentum gencatan senjata yang berlangsung di Lebanon.
Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, yang menyebut jalur pelayaran strategis itu kembali dapat dilalui selama periode gencatan senjata berlangsung.
Dilansir dari Reuters, Jumat (17/4/2026), ia menjelaskan bahwa pembukaan jalur tersebut berlaku sementara dan disesuaikan dengan durasi gencatan senjata yang ditetapkan selama 10 hari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jalur pelayaran disebut tetap mengikuti rute yang telah ditentukan otoritas maritim Iran.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak global.
Dilansir dari The Washington Post, pembukaan kembali akses ini dinilai penting untuk menjaga kelancaran arus perdagangan energi internasional di tengah situasi geopolitik yang masih berkembang.
Sebelumnya, gencatan senjata antara Israel dan Lebanon diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Kesepakatan tersebut mulai berlaku pada pertengahan April 2026 dan menjadi bagian dari upaya meredakan konflik di kawasan.
Kesepakatan itu tercapai setelah komunikasi antara Presiden Lebanon Joseph Aoun dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang dimediasi oleh Amerika Serikat.
Konflik di kawasan Timur Tengah meningkat sejak awal Maret 2026, ketika kelompok Hizbullah melancarkan serangan terhadap Israel.
Sejak itu, rangkaian serangan balasan terus terjadi dan berdampak pada kondisi keamanan serta aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Pembukaan sementara Selat Hormuz menjadi salah satu langkah yang diambil di tengah upaya meredakan ketegangan, sekaligus menjaga stabilitas jalur pelayaran internasional yang vital bagi perdagangan global.(red)






