Biden ke Netanyahu “berhenti berbicara omong kosong”

Minggu, 4 Agustus 2024 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Joe Biden bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, 25 Juli 2024. (AP Photo/Susan Walsh)

Presiden AS Joe Biden bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, 25 Juli 2024. (AP Photo/Susan Walsh)

(Mercinews) – Presiden AS Joe Biden dilaporkan kesal dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selama percakapan telepon mereka pada hari Kamis yang membuatnya meninggikan suaranya kepada Perdana Menteri Israel.

“Berhentilah membohongi saya,” kata Biden kepada Netanyahu, setelah Netanyahu mengatakan kepadanya bahwa Israel bergerak maju dalam negosiasi mengenai kesepakatan sandera untuk gencatan senjata dengan Hamas.

Presiden AS yang marah juga mengatakan kepada Netanyahu bahwa dia ingin kesepakatan gencatan senjata tercapai dalam waktu seminggu hingga dua minggu.
“Jangan anggap remeh presiden,” kata Biden kepada Perdana Menteri.

Laporan itu juga menambahkan bahwa Israel tidak memberi tahu Amerika tentang rencana pembunuhan Haniyeh meskipun Biden telah menjamu Netanyahu di Gedung Putih beberapa hari sebelumnya.

Seorang pejabat Israel yang dikutip oleh NYT menambahkan bahwa Netanyahu tidak ingin berkompromi dengan Amerika dengan memberi mereka peringatan terlebih dahulu.

Baca Juga:  Houthi akan melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel

Biden yakin pembunuhan itu bisa memicu perang regional. Presiden kemudian mengatakan kepada Israel bahwa meskipun AS akan membantu Israel mengalahkan serangan Iran, ia memperkirakan tidak akan ada lagi eskalasi dari pihak Israel, melainkan adanya gerakan segera menuju kesepakatan penyanderaan.

Kita perlu melakukan segalanya untuk mengakhiri perang dan mencapai stabilitas regional, meskipun kesepakatan itu tidak sempurna. Hamas menginginkan kesepakatan itu sekarang juga. Kesepakatan itu mungkin berubah,” kata Biden kepada Netanyahu.

Baca Juga:  Kenapa Palestina Tidak Mencak-mencak Timnas Israel U-20 Main di Indonesia?

Sementara itu, kantor Netanyahu tidak menanggapi laporan mengenai kemarahan Biden. Dikatakan bahwa perdana menteri tidak mengomentari isi diskusi pribadinya dengan presiden AS.

Dalam sebuah pernyataan yang diberikan kepada sebuah organisasi media Israel, Kantor Perdana Menteri mengatakan bahwa perdana menteri tidak melakukan intervensi dalam politik Amerika dan akan bekerja dengan siapa pun yang terpilih sebagai presiden, dan mengharapkan Amerika juga tidak melakukan intervensi dalam politik Israel.”

(m/c)

Berita Terkait

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas
Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas
Trump Klaim Iran Ingin Capai Kesepakatan dengan AS
Momen Hangat Prabowo di Paris, Ajak Pengawal Prancis Foto Bersama Sebelum Pulang
Prabowo Disambut Hangat Macron saat Tiba di Istana Elysee Paris

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Senin, 22 Juni 2026 - 22:12 WIB

ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Minggu, 14 Juni 2026 - 10:25 WIB

Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah

Minggu, 7 Juni 2026 - 00:11 WIB

Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:48 WIB

Ketika Stafsus Menag Bertemu Dubes Chile, Ini yang Bahas

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB