PEKANBARU, MERCINEWS.COM – Serikat Pekerja Perkebunan (SP BUN) PTPN IV PalmCo menyatakan kesiapan untuk mengawal proses restrukturisasi dan transformasi bisnis yang tengah dijalankan manajemen perusahaan. Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kinerja operasional, meningkatkan efisiensi, serta menjaga keberlanjutan usaha di tengah tantangan industri kelapa sawit.
Komitmen itu disampaikan SP BUN dalam kegiatan “Temu CEO Bersama SP BUN PTPN IV PalmCo” di Pekanbaru, Riau, belum lama ini. Pertemuan tersebut menjadi forum komunikasi antara jajaran direksi dan perwakilan serikat pekerja dari berbagai regional untuk membahas kebijakan strategis perusahaan.
Ketua Umum SP BUN PTPN IV, Muhammad Iskandar, menyatakan bahwa pihaknya siap berperan aktif dalam mendukung perubahan organisasi dan penataan bisnis yang dilakukan perusahaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami siap hadir sebagai katalisator di dalam menjawab segala dinamika yang terjadi terkait peningkatan kinerja perusahaan. Terutama untuk mendukung suksesnya proses restrukturisasi dan transformasi bisnis perusahaan yang sedang kita jalankan saat ini,” ujar Iskandar.
Menurutnya, keterlibatan serikat pekerja dalam proses tersebut penting untuk menyelaraskan kepentingan pekerja dengan target operasional perusahaan.
Iskandar juga mengapresiasi langkah manajemen yang melibatkan SP BUN dalam pembahasan arah kebijakan perusahaan, termasuk program efisiensi dan penataan organisasi atau streamlining.
“Hal ini sekali lagi membuktikan bahwa perusahaan memandang penting fungsi dan peran SP BUN sebagai mitra strategis perusahaan,” katanya.
Ia berharap komunikasi antara manajemen dan pekerja terus diperkuat agar setiap kebijakan dapat dijalankan secara efektif dengan tetap memperhatikan hubungan industrial yang kondusif.
Manajemen Apresiasi Kontribusi Pekerja
Sementara itu, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan apresiasi atas kontribusi para pekerja dalam mendukung pertumbuhan kinerja perusahaan.
Menurut Jatmiko, pencapaian tersebut tidak terlepas dari peran pekerja di perkebunan maupun pabrik yang menjaga produktivitas dan kelancaran operasional.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman semua yang sudah membawa PalmCo. Karena kinerja kita yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Pencapaian hari ini, sekali lagi, adalah hasil gandeng tangan kita bersama,” ujar Jatmiko dalam keterangan tertulis, Minggu (25/10/2026).
Ia mencontohkan keterlibatan pekerja dalam pengawasan produksi, pengamanan aset perkebunan, hingga upaya menekan kehilangan hasil panen atau losses.
Jatmiko menyebut pekerja dan pengurus serikat turut membantu mengawasi pengumpulan brondolan sawit serta mencegah pencurian hasil perkebunan.
“Saya paham teman-teman serikat mengawal produksi, bahkan sampai ikut turun tangan membantu menangkap pencuri. Saya juga paham bagaimana teman-teman ikut serta mengawasi pengutipan brondolan, mencoba dari basis-basis untuk menjaga supaya losses tidak bertambah,” katanya.
Perkuat Komunikasi Bipartit
Selain peningkatan produktivitas, Jatmiko menyoroti pentingnya komunikasi bipartit antara manajemen dan serikat pekerja selama proses restrukturisasi berlangsung.
Ia menilai mekanisme tersebut menjadi sarana untuk menampung aspirasi pekerja sekaligus membahas berbagai persoalan hubungan industrial.
Menurut dia, masukan dari serikat pekerja diperlukan agar kebijakan perusahaan dapat diterapkan dengan mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan.
“Mulai dari fase restrukturisasi kemarin sampai dengan transformasi bisnis yang terus berjalan, alhamdulillah kita terus bergandeng tangan. Masukan-masukan konstruktif dari teman-teman serikat selalu menjadi perhatian bagi kami,” ujar Jatmiko.
Ia berharap hubungan kerja yang telah terbangun dapat terus dipertahankan untuk mendukung pencapaian target perusahaan.
Melalui pertemuan tersebut, manajemen PTPN IV PalmCo dan SP BUN menegaskan komitmen untuk memperkuat koordinasi dalam menjalankan restrukturisasi, meningkatkan efisiensi operasional, serta menghadapi dinamika industri sawit global.
“Sinergi itu juga diharapkan mendukung peran perusahaan dalam menjalankan penugasan negara di sektor ketahanan pangan dan energi,” harap Jatmoko.(Red)






