PTPN IV PalmCo Perkuat Mitigasi Karhutla dengan Teknologi EWS dan Satgas Terlatih

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembagian masker kepada pengendara di Pontianak, Kalimantan Barat. (Foto: Dok. PTPN IV PalmCo)

Pembagian masker kepada pengendara di Pontianak, Kalimantan Barat. (Foto: Dok. PTPN IV PalmCo)

Jakarta, Mercinews.com – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo memperkuat mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pemanfaatan teknologi sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) serta peningkatan kesiapsiagaan satuan tugas (satgas) terlatih di wilayah operasional perusahaan, khususnya di Sumatera dan Kalimantan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya risiko karhutla di tengah fenomena El Nino dan musim kemarau panjang yang memicu kemunculan titik panas serta kabut asap di sejumlah wilayah Indonesia.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan perusahaan terus mengoptimalkan penerapan kebijakan zero burning atau pembukaan lahan tanpa pembakaran sebagai bagian dari upaya pencegahan karhutla.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kebijakan yang telah diterapkan selama puluhan tahun tersebut diperkuat melalui integrasi teknologi pemantauan digital, kesiapan peralatan pemadaman, serta peningkatan kemampuan personel di lapangan.

“Kami mengintegrasikan deteksi dini melalui aplikasi EWS Karhutla. Sistem ini membaca data titik panas secara real-time dan terhubung dengan GeoPalm Dashboard di pusat. Ketika ada indikasi, tim di lapangan bisa langsung memverifikasi dan melakukan penanganan sebelum api membesar,” ujar Jatmiko dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu (25/10/2026).

Melalui sistem tersebut, perusahaan dapat memantau potensi kemunculan titik panas sekaligus mempercepat koordinasi antara pusat pengendalian dan petugas di lapangan.

Baca Juga:  PalmCo Sukses Raih ESG Awards 2025 Berkat Energi Terbarukan dan Tata Kelola Berkelanjutan

“Pengawasan terutama difokuskan pada kawasan perkebunan yang berbatasan langsung dengan wilayah rawan kebakaran,” katanya.

Siagakan Ratusan Peralatan Penanganan Karhutla

Sebagai bagian dari langkah mitigasi, PTPN IV PalmCo menyiagakan berbagai peralatan pendukung pencegahan dan penanganan karhutla, terutama di Regional 3 Riau dan Regional 5 Kalimantan.

Di kedua wilayah tersebut, perusahaan telah menyiapkan 594 unit perlengkapan individu, 48 unit perlengkapan regu, serta 155 unit peralatan tangan.

Selain itu, tersedia 80 unit pompa air beserta kelengkapannya, 80 unit sarana komunikasi dan transportasi, serta 41 unit infrastruktur deteksi dini cuaca.

Seluruh fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung pemantauan, pencegahan, dan penanganan kebakaran apabila ditemukan indikasi kemunculan api di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Jatmiko menjelaskan, kesiapan peralatan juga diimbangi dengan peningkatan mobilisasi Satgas Karhutla yang memiliki kompetensi dan pelatihan khusus dalam penanganan kebakaran.

“Kami menerjunkan lebih banyak personel terlatih. Armada transportasi darat yang biasa digunakan untuk operasional kebun juga kami konversi menjadi alat bantu pemadaman. Seluruh pergerakan ini kami koordinasikan secara intensif dengan pemerintah daerah dan otoritas terkait,” katanya.

Menurut Jatmiko, koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait menjadi bagian penting dalam mempercepat respons terhadap potensi kebakaran, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Baca Juga:  Rudenim Denpasar Catat Deteni Naik 76,92 Persen, Ini Kendala Deportasi WNA

Salurkan 11,2 Juta Liter Air Bersih dan 1 Juta Masker

Selain memperkuat mitigasi karhutla, PTPN IV PalmCo turut menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak kemarau panjang dan kabut asap.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dikombinasikan dengan donasi sukarela karyawan, perusahaan telah mendistribusikan 11,2 juta liter air bersih ke sejumlah wilayah di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Bantuan tersebut diberikan untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau panjang.

Perusahaan juga menyalurkan 1 juta lembar masker, terutama kepada pelajar di sekolah-sekolah, guna membantu mengurangi paparan kabut asap yang berisiko menyebabkan gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Jatmiko mengatakan, upaya penanganan karhutla tidak hanya ditujukan untuk melindungi aset perkebunan, tetapi juga menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat, termasuk para pekerja yang tinggal di wilayah terdampak.

“Karyawan dan karyawati kami tinggal dan bekerja di wilayah terdampak. Mereka merasakan sendiri bagaimana sesaknya bernapas di tengah kepungan asap. Empati inilah yang mendorong kami mengambil langkah lebih jauh,” ujar Jatmiko.

Ia menambahkan, perusahaan berupaya mengoptimalkan program sosial agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air bersih.

Baca Juga:  Soal Julukan Jakarta Barat Gotham City, Umar Abdul Aziz Minta Publik Objektif

“Kami akan terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla melalui penguatan teknologi pemantauan, optimalisasi peralatan pemadaman, serta peningkatan kapasitas personel di lapangan,” katanya.

Perusahaan juga akan melanjutkan edukasi mengenai pembukaan lahan tanpa pembakaran kepada masyarakat di sekitar kawasan perkebunan.

“Upaya tersebut diharapkan dapat menekan risiko kebakaran sekaligus mengurangi dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan kelestarian lingkungan,” harapnya.

Apresiasi Bantuan PalmCo

Bantuan air bersih yang disalurkan PTPN IV PalmCo mendapat apresiasi dari masyarakat di Kalimantan Barat.

Lurah Sungai Bangkong, Pontianak, Tri Marianingsih, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu warga yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau.

“Bantuan air bersih ini sangat berarti bagi warga kami yang sempat mengalami kendala pasokan air selama puncak musim kemarau dan karhutla. Kami mengapresiasi langkah cepat yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat secara tepat sasaran,” kata Tri.

Hal senada disampaikan Bima Teja, warga Kelurahan Sungai Bangkong. Menurut dia, kemarau panjang menyebabkan sejumlah sumur warga mengering, sementara kabut asap mengganggu aktivitas sehari-hari.

“Sudah beberapa waktu terakhir kami kesulitan mendapat air bersih. Asap yang tebal juga sangat mengganggu aktivitas anak-anak di luar rumah. Bantuan air dan masker ini sangat membantu keluarga kami menghadapi situasi sekarang,” ungkapnya.(Red)

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Kerahkan 9.505 Personel, Siapkan Jalur Alternatif Saat Unjuk Rasa
Agung Endrawan Ingatkan Lulusan FH UNAS Pentingnya Integritas dan Jejaring Profesional
OTT KPK di Klaten, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Hamenang dan Kepala BPK Jateng
Ledakan di Pasar Cimanggis Ciputat, Warga Dievakuasi, 5 Ruko Rusak
Martha Tilaar, Pendiri Merek Kosmetik Nasional, Meninggal Dunia dalam Usia 89 Tahun
Imigrasi Ngurah Rai Perketat Pengawasan, 10 WNA Dideportasi dari Bali
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB, 14 Orang Terjaring OTT KPK
Wakil Jaksa Agung Apresiasi Penerapan Plea Bargain di Kejati Sultra

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 21:54 WIB

PTPN IV PalmCo Perkuat Mitigasi Karhutla dengan Teknologi EWS dan Satgas Terlatih

Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Polda Metro Jaya Kerahkan 9.505 Personel, Siapkan Jalur Alternatif Saat Unjuk Rasa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:47 WIB

Agung Endrawan Ingatkan Lulusan FH UNAS Pentingnya Integritas dan Jejaring Profesional

Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:50 WIB

OTT KPK di Klaten, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Hamenang dan Kepala BPK Jateng

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:02 WIB

Ledakan di Pasar Cimanggis Ciputat, Warga Dievakuasi, 5 Ruko Rusak

Berita Terbaru