PTPN IV PalmCo Bidik Pasar Asia, Target Ekspor CPO 759.000 Ton

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PTPN IV PalmCo membidik perluasan pasar Asia dengan target ekspor CPO atau minyak kelapa sawit mentah mencapai 759.000 ton pada 2027. (Foto: Dok. PTPN IV PalmCo)

PTPN IV PalmCo membidik perluasan pasar Asia dengan target ekspor CPO atau minyak kelapa sawit mentah mencapai 759.000 ton pada 2027. (Foto: Dok. PTPN IV PalmCo)

Jakarta, Mercinews.com – PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo membidik perluasan pasar Asia dengan target ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit mentah mencapai 759.000 ton pada 2027. Target tersebut setara dengan 25 persen dari total penjualan perseroan, seiring upaya memperkuat daya saing dan memperluas akses ke pasar internasional.

Untuk mencapai target tersebut, PTPN IV PalmCo menjalin kerja sama strategis dengan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di sela penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari transformasi perusahaan untuk memperkuat posisi sebagai eksportir langsung di pasar global, bukan hanya sebagai pemasok komoditas di dalam negeri.

Menurut Jatmiko, pasar internasional semakin memperhatikan aspek keberlanjutan, legalitas, dan ketertelusuran produk.

Karena itu, perusahaan perlu menyesuaikan strategi bisnis dengan persyaratan perdagangan global, termasuk regulasi Uni Eropa tentang produk bebas deforestasi atau European Union Deforestation Regulation (EUDR).

Baca Juga:  Konsep dan Suasana yang Menyenangkan Untuk Belanja Fesyen Muslim di HIJUP Store

“Ini merupakan langkah krusial bagi industri kelapa sawit nasional untuk memperluas akses ke pasar internasional di tengah bayang-bayang regulasi ketat EUDR, yang akan berlaku pada 1 Januari 2027,” kata Jatmiko dalam keterangan tertulis, Kamis (29/10/2026)

Ia menambahkan, penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) semakin penting untuk mempertahankan akses pasar dan meningkatkan daya saing produk perkebunan Indonesia.

“Kinerja ESG bukan lagi hanya tentang mematuhi aturan, ini juga mengamankan akses pasar jangka panjang dan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi industri perkebunan nasional,” ujarnya.

Porsi Ekspor CPO Meningkat

Direktur Pemasaran dan Sistem Manajemen PTPN IV PalmCo Rury C. Baskoro mengatakan, peningkatan ekspor perlu diikuti penguatan jaringan pemasaran agar perusahaan dapat menjalin hubungan langsung dengan pembeli internasional.

Pasar yang disasar mencakup perusahaan penyulingan (refiners), pedagang komoditas (traders), hingga pengguna akhir (end-users).

Strategi tersebut mulai tercermin dari peningkatan porsi ekspor CPO perusahaan. Pada 2024, ekspor berkontribusi sekitar 1 persen terhadap total penjualan. Hingga September 2026, porsinya meningkat menjadi 10 persen.

Baca Juga:  Nasir Djamil minta OJK Tetapkan putra Aceh Jadi Dirut Bank Aceh Syariah

“Insya Allah, tahun depan kami menargetkan porsi ekspor mencapai 25 persen, atau kurang lebih sekitar 759.000 ton,” ujar Rury.

Untuk mencapai target itu, perusahaan berupaya memperluas jaringan pembeli dan meningkatkan kemampuan pemasaran langsung. Langkah tersebut diharapkan memperkuat posisi PalmCo dalam rantai perdagangan CPO internasional.

Terkait EUDR, Rury menyatakan perusahaan memiliki dasar untuk memenuhi persyaratan ketertelusuran dan keberlanjutan.

Ia menjelaskan bahwa perkebunan perusahaan telah ada sejak masa kolonial Belanda sehingga, menurutnya, tidak terjadi pembukaan hutan baru di area perkebunan tersebut.

Perusahaan juga mengandalkan sertifikasi keberlanjutan, antara lain Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), untuk mendukung pemenuhan standar pasar internasional.

“Perkebunan kami diwariskan dari zaman kolonial Belanda. Jadi, dapat dipastikan bahwa tidak ada deforestasi baru, tidak ada pendudukan lahan masyarakat, dan tidak ada konversi lahan hutan,” kata Rury.

Kemendag Jajaki Pasar Ekspor Alternatif

Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Kemendag Miftah Farid mengatakan, Indonesia perlu aktif mencari peluang pasar alternatif di tengah tantangan perdagangan dengan Eropa.

Baca Juga:  BPDP: PTPN IV PalmCo Teraktif Dampingi Peremajaan Sawit Rakyat

Selain memperkuat pasar yang telah terbentuk di Tiongkok dan India, pemerintah menjajaki peluang ekspor ke Pakistan dan Filipina.

Kerja sama dengan PTPN IV PalmCo juga diarahkan untuk mengembangkan rantai pasok dari hulu hingga hilir pada lima komoditas utama, yakni kelapa sawit, karet, kopi, teh dan gambir.

Kemendag turut mendorong keterlibatan PTPN IV PalmCo dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui program prioritas “Desa Bisa Ekspor”.

“Sebagai langkah nyata menuju penciptaan nilai ekonomi yang inklusif, kolaborasi ini juga menyepakati untuk memasukkan PTPN IV PalmCo dalam program prioritas ‘Desa Bisa Ekspor’,” ujar Miftah.

Ia berharap kerja sama lintas institusi tersebut menghasilkan manfaat konkret bagi industri nasional, mulai dari penyediaan informasi pasar, fasilitasi pertemuan dengan pembeli internasional, peningkatan volume ekspor, hingga pengembangan kemitraan global yang berkelanjutan.

“Kerja sama ini harus lebih dari sekadar penandatanganan dokumen. Kami berharap ini dapat memberikan intelijen pasar yang akurat, fasilitasi bisnis dengan pembeli internasional, peningkatan volume ekspor, dan kemitraan global yang berkelanjutan bagi Indonesia,” kata Miftah.(Red)

Berita Terkait

SP BUN Siap Kawal Restrukturisasi dan Transformasi Bisnis PTPN IV PalmCo
Gandeng Petani Sawit Rakyat, PTPN IV PalmCo Targetkan Kontribusi Pasokan TBS 85 Persen pada 2030
PTPN IV PalmCo dan Kemendag Perluas Pasar Ekspor, Bidik 759.000 Ton CPO pada 2027
PTPN IV PalmCo dan Kemendag Perkuat Akses Ekspor lewat InaExport
PTPN IV PalmCo Dampingi Peremajaan 49.077 Hektare Kebun Sawit Rakyat, Perkuat Kemitraan dari Hulu hingga Hilir
CPO PTPN IV PalmCo Diperkuat melalui Kemitraan dengan Petani
Carrel Ticualu Soroti Kebijakan Purbaya Usai Dicopot sebagai Menkeu
Suahasil Nazara Dilantik sebagai Menteri Keuangan Gantikan Purbaya

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:52 WIB

PTPN IV PalmCo Bidik Pasar Asia, Target Ekspor CPO 759.000 Ton

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:47 WIB

SP BUN Siap Kawal Restrukturisasi dan Transformasi Bisnis PTPN IV PalmCo

Minggu, 25 Oktober 2026 - 00:48 WIB

Gandeng Petani Sawit Rakyat, PTPN IV PalmCo Targetkan Kontribusi Pasokan TBS 85 Persen pada 2030

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:58 WIB

PTPN IV PalmCo dan Kemendag Perluas Pasar Ekspor, Bidik 759.000 Ton CPO pada 2027

Minggu, 27 September 2026 - 00:32 WIB

PTPN IV PalmCo dan Kemendag Perkuat Akses Ekspor lewat InaExport

Berita Terbaru

Foto: Dok. Mercinews.com

Opini

Merawat Budaya Sunda dalam Semangat Sumpah Pemuda

Rabu, 28 Okt 2026 - 14:28 WIB