Jaksa Agung Minta Maaf, Kasus Eks Jampidsus Jadi Momentum Berbenah

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaksa Agung ST Burhanuddin (Foto: Dok. Kejagung)

Jaksa Agung ST Burhanuddin (Foto: Dok. Kejagung)

Jakarta, Mercinews.com – Jaksa Agung ST Burhanuddin menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kasus hukum yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Ia menegaskan, perkara tersebut harus menjadi momentum bagi Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk melakukan pembenahan internal sekaligus memperkuat integritas institusi.

Menurut Burhanuddin, kasus yang melibatkan salah satu mantan pejabat tinggi Kejagung merupakan ujian bagi institusi yang dipimpinnya.

Meski demikian, ia meminta seluruh jajaran menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pengawasan dan tata kelola di lingkungan kejaksaan.

“Selaku pimpinan, saya mohon maaf atas peristiwa kasus yang menjerat eks Jampidsus ini. Biarlah fakta hukum nanti yang akan membuktikan. Tapi bagi kami, ini jadi pelajaran sekaligus momen untuk membenahi diri,” ujar Burhanuddin dalam keterangannya, Sabtu (25/7/2026).

Ia menegaskan, pembenahan yang dilakukan tidak hanya menyasar penguatan pengawasan internal, tetapi juga peningkatan profesionalisme serta komitmen seluruh insan Adhyaksa dalam menjaga integritas saat menjalankan tugas penegakan hukum.

Baca Juga:  Komisi I DPR Ingatkan Bahaya Judol, Syahrul Aidi Maazat: Siapa Pun Bisa Jadi Korban

Burhanuddin mengajak seluruh jajaran Kejagung tetap solid menghadapi ujian tersebut dan terus berupaya memenuhi harapan masyarakat melalui penegakan hukum yang adil serta pemberantasan tindak pidana korupsi.

“Kita lalui cobaan dan ujian ini. Jadikanlah momen ini untuk memenuhi harapan rakyat, menghadirkan keadilan, mengusut dan menuntaskan penanganan kasus-kasus korupsi,” katanya.

Baca Juga:  Kejaksaan RI Selesaikan 2.080 Perkara melalui Restorative Justice Sepanjang 2025

Transparan dan Profesional

Menanggapi keraguan sebagian masyarakat terhadap penanganan perkara yang menjerat Febrie Adriansyah, Burhanuddin memastikan proses hukum akan berjalan secara transparan, profesional, dan berkeadilan.

Ia pun meminta publik memberikan kepercayaan kepada penyidik untuk menyelesaikan perkara berdasarkan alat bukti dan fakta hukum yang diperoleh selama proses penyidikan.

“Beri kami waktu untuk menyelesaikan peristiwa ini dengan tuntas,” ujar Burhanuddin.(red)

Berita Terkait

Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 7 WNA, Kasus Paspor Palsu hingga Prostitusi
Patroli Keimigrasian, Imigrasi Denpasar Amankan Empat WNA
Pesan Nasi Padang Berujung Penipuan, Konsumen Kecewa dengan RM Pagi Sore BSD
Stafsus Menag Ungkap Status Lembaga Hamalatul Quran yang Digerebek Polisi
Konser Andrea Bocelli di Borobudur, Polda Jateng Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Imigrasi Ngurah Rai Deportasi WNA India Pemilik Dua Paspor Berbeda
Gerak Cepat Imigrasi Ngurah Rai, 12 WNA Dideportasi dari Bali dalam Dua Pekan
Diduga Terlibat Sindikat Judol, 21 WNA Diamankan Imigrasi di Kuta Bali

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 20:03 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 7 WNA, Kasus Paspor Palsu hingga Prostitusi

Senin, 2 November 2026 - 19:49 WIB

Patroli Keimigrasian, Imigrasi Denpasar Amankan Empat WNA

Minggu, 1 November 2026 - 18:33 WIB

Pesan Nasi Padang Berujung Penipuan, Konsumen Kecewa dengan RM Pagi Sore BSD

Minggu, 1 November 2026 - 18:18 WIB

Stafsus Menag Ungkap Status Lembaga Hamalatul Quran yang Digerebek Polisi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Deportasi WNA India Pemilik Dua Paspor Berbeda

Berita Terbaru

Konferensi pers Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar terkait pengamanan empat warga negara asing (WNA) dalam patroli keimigrasian pada 28-29 Oktober 2026 di Kantor Imigrasi Denpasar, Senin (2/11/2026). (Foto: istimewa)

Berita

Patroli Keimigrasian, Imigrasi Denpasar Amankan Empat WNA

Senin, 2 Nov 2026 - 19:49 WIB