Cirebon, Mercinews.com – Ketua Majelis Adat Sunda (MASDA) Jawa Barat (Jabar) Anton Charliyan menghadiri Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 2026, Rabu (26/8/2026).
Budayawan Sunda yang akrab disapa Abah Anton itu menekankan pentingnya pelestarian nilai budaya dalam tradisi Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon yang digelar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 2026, Rabu (26/8/2026).
Menurut Abah Anton, Panjang Jimat merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun dan memiliki nilai adat serta budaya yang perlu terus dijaga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelestarian tidak hanya dilakukan dengan mempertahankan prosesi, tetapi juga meneruskan nilai yang terkandung di dalamnya kepada generasi muda.
“Nilai agama, budaya, nasionalisme, dan kecintaan terhadap tanah air merupakan satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan. Semuanya harus menjadi landasan dalam membentuk sikap dan perilaku sebagai warga negara yang baik,” kata Anton Charliyan dalam keterangannya.
Abah Anton iberharap Keraton Kasepuhan Cirebon terus menjaga keberlangsungan adat dan tradisi yang diwariskan para leluhur.
“Pemahaman terhadap nilai budaya penting agar tradisi tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial,” kata lulusan Akpol 1984 yang pernah menjabat Kapolda Jabar itu.
Tradisi Panjang Jimat digelar sebagai bagian dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Keraton Kasepuhan Cirebon.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pencucian benda-benda pusaka keraton serta penyiapan sejumlah perlengkapan dan simbol kehidupan, seperti nasi tumpeng, nasi uduk, buah-buahan, dan perlengkapan lainnya.
Benda-benda tersebut kemudian diarak dari Bangsal Panembahan menuju Masjid Sang Cipta Rasa. Prosesi diiringi selawat Nabi dan pembacaan kitab Barzanji.
Arak-arakan terdiri atas tujuh kelompok barisan utama yang dikawal abdi dalem dengan membawa lilin menyala. Para pangeran, sesepuh keraton, dan abdi dalem mengikuti prosesi tersebut.
Sejumlah simbol dalam Panjang Jimat memiliki makna berkaitan dengan perjalanan kehidupan manusia, mulai dari kelahiran, pemberian nama, makanan, pakaian, hingga berbagai kebutuhan hidup.
Rangkaian tersebut juga dikaitkan dengan keteladanan Nabi Muhammad SAW, khususnya mengenai akhlak.
Bukan Sebatas Seremonial
Sultan Kasepuhan Cirebon Sultan Lukman mengatakan, peringatan Maulid Nabi tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial.
“Jangan hanya sebatas memperingati hari kelahiran saja. Yang paling penting, apakah akhlak mulia Rasulullah sudah hadir dalam diri kita masing-masing,” ujar Sultan Lukman.
Ia mengajak masyarakat menerapkan nilai kejujuran, kesabaran, tawadhu atau rendah hati, kepedulian, persaudaraan, dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan syukuran dan botram atau makan bersama yang diikuti para undangan dan masyarakat.(red)






