“Kritik dari mahasiswa maupun masyarakat seharusnya dipandang sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang dapat membantu pemerintah melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.”
Jakarta, Mercinews.com – Praktisi hukum senior Alexius Tantrajaya menilai aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026), merupakan alarm bagi pemerintahan Prabowo-Gibran untuk melakukan evaluasi dan perbaikan dalam menjalankan berbagai program yang menyentuh kepentingan masyarakat.
Menurut Alexius Tantrajaya, demonstrasi yang dilakukan mahasiswa harus dipandang sebagai bagian dari aspirasi publik yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai kritik yang disampaikan mahasiswa dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk meningkatkan kinerja dan memperkuat kepercayaan masyarakat.
“Aksi mahasiswa ini harus menjadi perhatian Presiden Prabowo. Aspirasi yang disampaikan perlu dilihat sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki berbagai kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat,” kata Alexius dalam keterangan tertulis, Senin (15/6/2026).
Ia menegaskan, pemerintah perlu menunjukkan komitmen dalam menindaklanjuti berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik. Menurutnya, langkah tegas dan transparan akan menjadi bukti bahwa pemerintah responsif terhadap kritik dan masukan masyarakat.
Alexius juga menilai setiap persoalan yang muncul di lingkungan pemerintahan harus menjadi pelajaran bagi para pejabat dan pembantu presiden agar lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas serta menjaga kepercayaan publik.
“Setiap kritik dan peringatan dari masyarakat harus dijadikan bahan introspeksi. Ini juga menjadi pelajaran bagi para pejabat agar bekerja lebih baik dan lebih bertanggung jawab,” ujarnya.
Perkuat Komunikasi Publik
Selain menyoroti aksi mahasiswa, Alexius menilai pemerintah perlu memperkuat komunikasi publik terkait berbagai kebijakan dan agenda kenegaraan. Menurutnya, penjelasan yang terbuka kepada masyarakat akan membantu mengurangi kesalahpahaman serta meningkatkan dukungan terhadap program pemerintah.
Ia mencontohkan aktivitas Presiden Prabowo yang kerap melakukan kunjungan ke luar negeri. Menurut Alexius, tujuan dan manfaat dari setiap kunjungan perlu disampaikan secara jelas kepada masyarakat.
“Kalau Presiden sering ke luar negeri, masyarakat perlu mendapatkan penjelasan mengenai tujuan dan manfaat kunjungan tersebut. Dengan begitu, publik memahami bahwa kegiatan itu dilakukan untuk kepentingan bangsa dan negara,” katanya.
Di tengah kondisi ekonomi yang dipengaruhi ketegangan geopolitik global, Alexius berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas nasional dan memastikan berbagai program pembangunan tetap berjalan optimal.
“Semoga di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang terdampak ketegangan geopolitik global, Indonesia tetap aman dan kondusif. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah,” tutur alumnus FH Jayabaya Jakarta.
Lebih lanjut, Alexius meyakini Presiden Prabowo masih memiliki legitimasi dan dukungan kuat dari masyarakat karena terpilih melalui proses demokrasi. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengawal jalannya pemerintahan secara konstruktif demi tercapainya kesejahteraan rakyat.
“Kritik dari mahasiswa maupun masyarakat seharusnya dipandang sebagai bagian dari dinamika demokrasi yang dapat membantu pemerintah melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik,” pungkas advokat senior yang pernah menjabat Ketua Posbakum Pengadilan Negeri Jakarta Barat pada 1985 silam.(red)






