Syahrul Aidi Maazat Ajak Pemuda Muslim Berperan dalam Isu Global lewat IMYF 2026

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Maazat (tengah) saat menghadiri International Muslim Youth Forum (IMYF) 2026 ang mengusung tema Beyond Borders: Muslim Youth Shaping The Future of the Ummah in a Turbulent World di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/6/2026). (Foto: Dok. BKSAP DPR RI)

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Maazat (tengah) saat menghadiri International Muslim Youth Forum (IMYF) 2026 ang mengusung tema Beyond Borders: Muslim Youth Shaping The Future of the Ummah in a Turbulent World di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/6/2026). (Foto: Dok. BKSAP DPR RI)

Jakarta, Mercinews.com – Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, mengajak pemuda Muslim untuk mengambil peran lebih besar dalam menjawab berbagai isu global melalui International Muslim Youth Forum (IMYF) 2026. Menurutnya, generasi muda memiliki posisi strategis dalam mendorong lahirnya solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi dunia saat ini.

Ajakan tersebut disampaikan Syahrul saat membuka IMYF 2026 yang mengusung tema Beyond Borders: Muslim Youth Shaping The Future of the Ummah in a Turbulent World di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Dalam sambutannya, Syahrul menyoroti berbagai persoalan global yang terus berkembang, mulai dari konflik kemanusiaan, ketidakstabilan geopolitik, perubahan sosial, hingga tantangan pembangunan yang memerlukan keterlibatan generasi muda dalam mencari solusi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, pemuda Muslim tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika global, tetapi harus tampil sebagai bagian dari solusi melalui kolaborasi, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat dunia.

Baca Juga:  BKSAP DPR RI: Peran Diplomasi Parlemen Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Gejolak Global

“Kegiatan ini berangkat dari keperluan melihat kondisi dunia saat ini yang sama-sama kita lihat, kita dengar, dan kita perhatikan setiap saat. Karena itu, forum seperti ini penting untuk membangun kesadaran, memperkuat persatuan, dan mempererat kolaborasi di antara pemuda Muslim dunia,” ujar Syahrul.

Ia menilai forum yang mempertemukan pemuda Muslim dari berbagai negara tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat jaringan internasional sekaligus membangun kesamaan pandangan dalam menghadapi tantangan global.

Syahrul juga mengingatkan bahwa umat Islam yang jumlahnya mendekati dua miliar jiwa memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi terhadap kemajuan dunia. Potensi tersebut, kata dia, harus dioptimalkan melalui peran aktif generasi muda yang memiliki energi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Baca Juga:  Syahrul Aidi: Sekolah Rakyat Jadi Terobosan Pemerataan Pendidikan

Menurut Syahrul, kolaborasi lintas negara menjadi kunci penting dalam membangun masa depan yang lebih baik. Karena itu, ia mendorong para peserta IMYF 2026 untuk memanfaatkan forum tersebut sebagai sarana bertukar gagasan, pengalaman, dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat global.

“Kita tidak boleh pesimis. Sebagai pemuda, kita harus optimistis. Masa depan harus dibangun dengan kolaborasi, semangat persatuan, dan keyakinan bahwa kita mampu memberikan kontribusi terbaik bagi dunia,” katanya.

Selain membahas isu-isu global, IMYF 2026 juga diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat nilai-nilai perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan yang menjadi bagian dari ajaran Islam. Syahrul menilai nilai-nilai tersebut penting untuk terus dikedepankan di tengah berbagai konflik dan ketegangan yang masih terjadi di sejumlah wilayah dunia.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa berbagai pemikiran dan rekomendasi yang dihasilkan dalam forum tersebut akan menjadi referensi bagi berbagai forum internasional, termasuk Sidang Parliamentary Union of the OIC Member States (PUIC) yang akan berlangsung di Azerbaijan.

Baca Juga:  Syahrul Aidi Maazat Minta Aparat Lindungi Aktivitas Dakwah Usai Penghadangan UAS

“Insya Allah berbagai semangat dan gagasan yang lahir dari forum ini akan kami bawa ke forum PUIC sebagai inspirasi bagi parlemen negara-negara anggota OKI untuk terus memperkuat kerja sama dan peran generasi muda dalam membangun perdamaian dunia,” ujarnya.

Syahrul berharap IMYF 2026 tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi mampu melahirkan jejaring dan kerja sama berkelanjutan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia optimistis pemuda Muslim dapat menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun dunia yang lebih damai, inklusif, dan sejahtera.

“Mudah-mudahan semangat ini terus berlanjut dan menjadi energi bagi pemuda Muslim dunia untuk bersama-sama membangun masa depan yang lebih damai, adil, dan sejahtera,” pungkasnya.(red)

Berita Terkait

DePA-RI Dorong RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Luthfi Yazid: Penting untuk Pulihkan Kepercayaan Publik
Soroti Kasus HGB di ATR/BPN, Alexius Tantrajaya Dorong KPK Bongkar Jaringan Mafia Tanah
OTT KPK di ATR/BPN, Praktisi Hukum Soroti Celah Sistem dan Lemahnya Pengawasan
OTT KPK dan Pelajaran Pembenahan Sistem
Sidang Narkotika PN Denpasar, Kuasa Hukum Terdakwa Pertanyakan Prosedur Penanganan Perkara
Ketua Komisi A DPRD Jateng Diperiksa KPK Terkait Kasus Bupati Pemalang
Laporan Setahun Belum Jelas, Kuasa Hukum Hedy Soewito Minta Perlindungan Hukum Kapolri
MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 10:08 WIB

DePA-RI Dorong RUU Perampasan Aset Segera Disahkan, Luthfi Yazid: Penting untuk Pulihkan Kepercayaan Publik

Jumat, 18 September 2026 - 13:08 WIB

Soroti Kasus HGB di ATR/BPN, Alexius Tantrajaya Dorong KPK Bongkar Jaringan Mafia Tanah

Kamis, 17 September 2026 - 23:05 WIB

OTT KPK di ATR/BPN, Praktisi Hukum Soroti Celah Sistem dan Lemahnya Pengawasan

Rabu, 16 September 2026 - 00:17 WIB

OTT KPK dan Pelajaran Pembenahan Sistem

Kamis, 10 September 2026 - 22:39 WIB

Sidang Narkotika PN Denpasar, Kuasa Hukum Terdakwa Pertanyakan Prosedur Penanganan Perkara

Berita Terbaru