“Kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat stabilitas nasional di tengah berbagai tantangan yang dihadapi saat ini.”
Jakarta, Mercinews.com – Praktisi hukum Stefanus Gunawan menyatakan menguatnya aksi demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah dinilai sebagai sinyal yang tidak boleh diabaikan oleh pemerintah. Pemerintah harus mendengarkan suara rakyat yang disampaikan oleh mahasiswa dengan merespons berbagai aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat secara bijak dan proporsional.
“Aksi mahasiswa dan masyarakat yang terus berlangsung merupakan bentuk akumulasi kekecewaan terhadap sejumlah kebijakan yang dianggap belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan rakyat,” ujar Stefanus Gunawan dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat, mulai dari terbatasnya lapangan pekerjaan, melemahnya daya beli, hingga meningkatnya beban ekonomi, menjadi faktor yang mendorong munculnya gelombang demonstrasi di sejumlah wilayah.
“Aksi mahasiswa dan masyarakat ini merupakan bentuk akumulasi kekecewaan terhadap kebijakan-kebijakan yang dinilai kurang berpihak kepada masyarakat,” kata Ketua DPC Peradi SAI Jakarta Barat itu.
Advokat seniot itu menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional yang harus dihormati. Karena itu, pemerintah perlu melihat demonstrasi sebagai bentuk aspirasi yang perlu didengar, bukan semata-mata sebagai bentuk kritik terhadap kekuasaan.
“Pemerintah harus mendengar aspirasi masyarakat dan meresponsnya secara bijak serta proporsional,” ujar advokat yang menyelesaikan pendidikan magisternya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta itu.
Ia menilai pemerintah juga perlu mencermati berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik, khususnya terkait kesempatan kerja dan kondisi ekonomi masyarakat.
“Keresahan yang muncul di tengah masyarakat tidak terlepas dari tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian kalangan. Kondisi tersebut berdampak pada kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan agar pemerintah tidak menganggap sepele berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa maupun kelompok masyarakat lainnya. Sebab, komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menjaga stabilitas sosial dan politik.
Selain itu, lanjutnya, stabilitas nasional perlu dijaga melalui kebijakan yang mampu memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat maupun pelaku usaha. Menurutnya, kondisi sosial yang kondusif akan turut mendukung iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.
“Dari perspektif demokrasi, pemerintah harus hadir untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Aspirasi yang berkembang perlu disikapi dengan baik agar tidak menimbulkan ketidakpercayaan publik,” katanya.
Langkah Konkret
Lebih lanjut, Stefanus mendorong pemerintah untuk mengambil langkah konkret dalam menjawab berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat. Di antaranya menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok, memperkuat perekonomian nasional, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan efektivitas penegakan hukum.
“Kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan masyarakat menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memperkuat stabilitas nasional di tengah berbagai tantangan yang dihadapi saat ini,” tegas Ketua LBH Ketua LBH Serikat Pemersatu Seniman Indonesia (SPSI) itu.
Pada akhirnya, masyarakat menginginkan kebijakan yang memberikan manfaat nyata, bukan hanya ‘omon-omon’.
“Ketika suara rakyat didengar dan kebutuhan mereka diperhatikan, kepercayaan terhadap pemerintah akan tumbuh dengan sendirinya,” tutup Stefanus.(red)






