Stafsus Menag Gugun Gumilar: Negara Lindungi Setiap Warga, Bukan Mayoritas

Senin, 1 Juni 2026 - 23:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stafsus Menag RI Gugun Gumilar saat peringatan Hari Lahir Pancasila di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jakarta, Senin (1/6/2026). (Foto: istimewa)

Stafsus Menag RI Gugun Gumilar saat peringatan Hari Lahir Pancasila di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jakarta, Senin (1/6/2026). (Foto: istimewa)

“Bangsa ini tidak dirancang untuk melindungi minoritas. Tidak juga untuk melindungi mayoritas. Bangsa ini dirancang untuk melindungi setiap warga negara, melindungi setiap anak bangsa Indonesia.”

Jakarta, Mercinews.com – Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama (Menag) RI Gugun Gumilar menegaskan bahwa Indonesia tidak dibangun untuk melindungi kelompok mayoritas maupun minoritas semata, melainkan untuk menjamin perlindungan bagi seluruh warga negara.

Pesan tersebut disampaikannya saat memperingati Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026, dalam kunjungannya ke Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kampanye *Unity and Diversity* yang terus digelorakan Gugun Gumilar sebagai upaya memperkuat persatuan dan kebhinekaan di tengah masyarakat Indonesia.

Baca Juga:  Polri Tambah Bantuan untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar

“Hari ini kita gas lagi untuk sahabat-sahabat Kristen di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Jakarta. Selamat dan sukses kepada calon pemimpin muda yang berintegritas, visioner, dan berakar pada nilai-nilai iman bagi bangsa Indonesia,” ujar Gugun, Senin (1/6/2026).

Menurut Gugun, menjaga kebhinekaan tidak cukup dilakukan melalui seremoni atau kegiatan simbolis. Yang lebih penting adalah membangun kehidupan bersama yang rukun, aman, adil, dan setara di tengah perbedaan.

Ia mengingatkan bahwa persatuan bangsa merupakan ikatan yang harus dijaga bersama. Sekali terjadi keretakan, proses memperbaikinya membutuhkan waktu yang panjang dan usaha yang tidak mudah.

Baca Juga:  Kantor MUI Pusat Ditembak OTK, Terduga Pelaku Tewas di Tempat

“Mari kita jaga ikatan kebangsaan kita. Sekali tenun itu ada noda dan tinta, maka memperbaikinya dengan alat apa pun dan dengan cara apa pun sulit mengembalikannya. Dan butuh waktu yang panjang,” katanya.

Gugun juga menyoroti tantangan kehidupan di era disinformasi dan perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurut dia, kemampuan menerima dan menghargai perbedaan menjadi kunci penting dalam menjaga harmoni sosial.

“Hidup di zaman post-truth era dan artificial intelligence, kuncinya adalah accept your differences. Mari terima kebhinekaan, didik kebhinekaan, dan biasakan hidup dalam kebhinekaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gugun menegaskan komitmen Kementerian Agama (Kemenag) untuk terus membuka ruang dialog, memperkuat toleransi, serta menyiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga:  Kemenag: Karena Faktor Ekonomi, Minat Nikah di Aceh Barat Menurun

Ia juga menekankan kembali prinsip dasar kehidupan berbangsa yang menurutnya kerap disalahpahami.

“Bangsa ini tidak dirancang untuk melindungi minoritas. Tidak juga untuk melindungi mayoritas. Bangsa ini dirancang untuk melindungi setiap warga negara, melindungi setiap anak bangsa Indonesia,” tegasnya.

Menutup pesannya, Gugun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mencintai Indonesia dan menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa.

We love you Indonesiaku. Selamat Hari Lahir Pancasila,” ucapnya.(red)

Pesan Stafsus Menag ini jadi pengingat bahwa merawat persatuan adalah kerja harian, bukan hanya momentum 1 Juni.(red)

Berita Terkait

MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda
Sekjen MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026, Pengawasan Produk Impor Diperkuat
Haedar Nashir: Pers Harus Hadirkan Informasi Independen dan Objektif
Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus di Hari Pers Muhammadiyah 2026
KOSMAK Soroti Enam Dugaan Perkara dalam Bedah Buku ‘Memberantas Korupsi Sembari Korupsi’
Menteri PPPA Minta Keamanan Siswa Dijaga Usai Temuan Senjata dan Narkotika di Sekolah
Alexius Tantrajaya Ungkap Alasan ST Burhanuddin Masih Layak Pimpin Kejagung
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Usai Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi dan TPPU

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:09 WIB

MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Sekjen MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026, Pengawasan Produk Impor Diperkuat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:55 WIB

Haedar Nashir: Pers Harus Hadirkan Informasi Independen dan Objektif

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus di Hari Pers Muhammadiyah 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:45 WIB

KOSMAK Soroti Enam Dugaan Perkara dalam Bedah Buku ‘Memberantas Korupsi Sembari Korupsi’

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB