Kediri, Mercinews.com – Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menilai Menteri Agama Nasaruddin Umar memiliki rekam jejak yang layak untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU menjelang Muktamar NU.
Menurut Gus Ipul, pengalaman sebagai Katib Aam menjadi salah satu indikator penting dalam kepemimpinan PBNU, sebagaimana yang dimiliki sejumlah ketua umum sebelumnya.
“Kalau kita lihat sejak zaman Gus Dur, paling tidak 40 tahun terakhir ini tiga ketua umum sebelumnya pernah menjadi Katib Aam,” kata Gus Ipul di Kediri, Selasa (15/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Said Aqil Siradj, dan Yahya Cholil Staquf pernah menjabat Katib Aam sebelum memimpin PBNU.
Nasaruddin Umar, kata dia, juga memiliki rekam jejak serupa saat menjadi Katib Aam PBNU pada masa kepemimpinan KH Sahal Mahfudh.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul usai rapat koordinasi persiapan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2026 di Pondok Pesantren Al Falah, Ploso, Kabupaten Kediri.
Rapat tersebut dihadiri jajaran PBNU serta panitia dari tingkat pusat hingga daerah.
Meski menilai Nasaruddin Umar layak, Gus Ipul menegaskan bahwa penentuan Ketua Umum PBNU sepenuhnya menjadi kewenangan peserta muktamar sesuai mekanisme organisasi.
“Penentuan Ketua Umum PBNU sepenuhnya menjadi kewenangan peserta muktamar melalui mekanisme organisasi yang berlaku,” ujarnya.
Ia juga menegaskan tidak akan maju maupun dicalonkan sebagai Ketua Umum PBNU pada muktamar mendatang.
PWNU Jatim
Sementara itu, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan Munas dan Konbes NU di Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri.
Muktamar NU merupakan forum tertinggi organisasi untuk memilih kepengurusan baru PBNU.
Sejumlah nama lain juga mulai mencuat ke publik, termasuk Hery Haryanto Azumi yang disebut mendapat dukungan dari tokoh sepuh NU.(red)






