Gus Yahya Minta Maaf terkait 5 Aktivis NU Temui Presiden Israel Isaac Herzog

Selasa, 16 Juli 2024 - 19:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf. (Foto: NU Online/Suwitno)

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf. (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, Mercinews.com – Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf meminta maaf kepada masyarakat atas tindakan lima aktivis Nahdlatul Ulama yang menemui Presiden Israel Isaac Herzog. Gus Yahya menegaskan, langkah kelima orang Nahdliyin tersebut tidak mewakili PBNU.

Gus Yahya menyebut lima aktivis muda yang berangkat ke Israel “tidak tahu” mengenai peta geopolitik. Sehingga, mereka bersedia berkunjung kendati serangan Israel ke Palestina masih berlangsung dan membunuh lebih dari 38.000 jiwa.

“Saya kira ini karena masalah ketidaktahuan, ya, ketidaktahuan teman-teman ini tentang konstelasi peta dan lain sebagainya, karena ya mungkin belum cukup umur atau bagaimana ya,” kata Gus Yahya dalam konferensi pers PBNU pada Selasa (16/7/2024).

Gus Yahya menyebut tindakan kelima orang itu melanggar aturan PBNU. Pasalnya, menurut Gus Yahya, semua partisipasi Nahdliyin di panggung internasional harus melalui restu PBNU.

Gus Yahya pun meminta maaf atas tindakan para aktivis yang dinilai tidak sensitif. Mengenai potensi sanksi, Ketua Umum PBNU itu menyerahkannya ke pengurus wilayah NU DKI Jakarta.

Baca Juga:  Kennedy Jr Sebut perang antara AS dan Rusia demi Ukraina sebagai kegilaan

“Saya sebagai Ketua Umum PBNU mohon maaf atas kesalahan yang dibuat teman-teman NU ini. Saya juga memohonkan maaf untuk mereka kepada masyarakat luas. Mudah-mudahan bersedia memaafkan dan mudah-mudahan tidak terulang kembali,” katanya.

Lima aktivis NU yang menghadap Presiden Israel diketahui bernama Zainul Ma’arif, Munawar Aziz, Nurul Barul Ulum, Izza Anafisa Dania, dan Syukron Makmun.

Baca Juga:  Bamsoet sebut, Sampai saat ini tidak ada yang bisa melampaui Jokowi soal dana desa

Zainul Ma’arif tercatat sebagai dosen Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia). Zainul juga tercatat sebagai manajer penelitian domestik di Pusat Studi Warisan Ibrahim untuk Perdamaian (Rahim).

Pusat studi tersebut merupakan kolaborasi antara tokoh-tokoh Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU), Yayasan Eits Chaim Indonesia, dan Paguyuban Bani Nuh Indonesia.

Sedangkan Munawar Aziz diketahui sebagai Sekretaris Umum Pagar Nusa. Nurul Balum Ulum dan Izza Anafisa Dania merupakan anggota PP Fatayat NU.

(m/c)

Sumber Berita : Kompas

Berita Terkait

Kejagung Pastikan Pertemuan Kajati dan Kapolda untuk Perkuat Hubungan Kelembagaan
Perwakum Dukung Polresta Denpasar Usut Dugaan Oknum Wartawan Minta Uang
KPK Geledah Rumah Anggota BPK Terkait Dugaan Suap Audit di Muara Enim
Darsuli: Kasus Eks Jampidsus Ujian Integritas Penegak Hukum
Soroti Dinamika Polri dan Kejagung, Ini Saran Alexius Tantrajaya ke Presiden
GMPK Apresiasi Kortastipidkor Polri, Minta Dugaan Korupsi Batu Bara Diusut Tuntas
KOSMAK Minta KPK Ambil Alih Penanganan Dugaan Suap Perkara Sugar Group
Audiensi dengan Wamenko Kumham Imipas, BERSAMA Usulkan Relawan Anti Narkoba di Desa

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:18 WIB

Kejagung Pastikan Pertemuan Kajati dan Kapolda untuk Perkuat Hubungan Kelembagaan

Rabu, 15 Juli 2026 - 00:49 WIB

Perwakum Dukung Polresta Denpasar Usut Dugaan Oknum Wartawan Minta Uang

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:02 WIB

KPK Geledah Rumah Anggota BPK Terkait Dugaan Suap Audit di Muara Enim

Senin, 13 Juli 2026 - 10:12 WIB

Darsuli: Kasus Eks Jampidsus Ujian Integritas Penegak Hukum

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:14 WIB

Soroti Dinamika Polri dan Kejagung, Ini Saran Alexius Tantrajaya ke Presiden

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB