Dili, Mercinews.com – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto bertemu dengan Sekjen Fretilin Mari Alkatiri di Kantor Fretilin, Dili, Timor Leste, Kamis (4/6/2026).
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan membahas hubungan kedua negara, demokrasi, serta warisan pemikiran Presiden pertama RI Soekarno.
Hasto hadir bersama Andreas H. Pareira, Andi Widjajanto dan Hanjaya Setiawan. Obrolan kedua tokoh partai tersebut juga mengalir dari pengalaman politik hingga sejarah hubungan Indonesia-Timor Leste.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pertemuan itu, Mari Alkatiri mengenang pengaruh Bung Karno dalam perjalanan politiknya. Ia menyebut pidato Soekarno banyak memberi inspirasi sejak masa muda.
“Pidato Bung Karno menggelorakan semangat saya saat muda,” ujar Alkatiri.
Hasto menilai nilai-nilai seperti kesetaraan, kemanusiaan, dan keadilan sosial yang dipegang PDIP juga memiliki kesamaan dengan Fretilin.
Ia menyebut kedua pihak dipersatukan oleh nilai kebangsaan.
“Semua perbedaan disatukan oleh falsafah Pancasila,” kata Hasto.
Anggota delegasi PDIP, Andreas H. Pareira, menambahkan, Indonesia dan Timor Leste merupakan dua bangsa yang memiliki hubungan persaudaraan.
Ia menilai batas negara tidak seharusnya memisahkan hubungan kedua negara.
Sementara itu, Andi Widjajanto menyebut transformasi hubungan Indonesia dan Timor Leste dari masa konflik menjadi hubungan diplomatik yang baik menjadi contoh penting di tingkat internasional.
Ia juga menyinggung pernyataan Presiden José Ramos-Horta yang menilai kemerdekaan Timor Leste tidak terlepas dari dinamika hubungan dengan Indonesia.
Dalam kesempatan itu, dibahas pula kerja sama kedua negara, termasuk bidang ekonomi, pendidikan, dan pertukaran antargenerasi.
Kunjungan Hasto ini juga jadi pemanasan kecil sebelum Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyambangi Timor Leste pada Juli 2026 mendatang.
“Pertemuan dua partai, tapi rasanya seperti dua saudara lama yang akhirnya duduk ngopi bareng lagi,” tutur Hasto.(red)






