Makkah, Mercinews.com – Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat memberikan sejumlah catatan evaluasi terhadap penyelenggaraan ibadah haji 2026 setelah menjalani rangkaian ibadah sebagai jemaah haji reguler.
Meski mengapresiasi peningkatan kualitas layanan yang dirasakan tahun ini, ia menilai masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi untuk meningkatkan kenyamanan jemaah.
Menurut Syahrul Aidi, secara umum penyelenggaraan ibadah haji tahun ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Berbagai layanan yang diterima jemaah dinilai lebih tertata dan berjalan lebih baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Secara umum pelaksanaan haji tahun ini jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Saya merasakan langsung sebagai jemaah haji. Namun, untuk perbaikan ke depan ada beberapa catatan yang menurut saya harus diperbaiki,” ujar Syahrul dari Makkah, Senin (1/6/2026).
Syahrul menilai peningkatan layanan terlihat sejak proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.
Menurutnya, aspek transportasi, pemondokan, konsumsi, dan pelayanan kesehatan mengalami perbaikan yang cukup signifikan.
“Tahapan-tahapan telah berjalan baik seperti aspek layanan, mulai dari keberangkatan, transportasi, pemondokan, konsumsi, hingga pelayanan kesehatan,” kata anggota Komisi I DPR RI Fraksi PKS itu.
Ia menambahkan, perbaikan tersebut menunjukkan adanya peningkatan dalam tata kelola penyelenggaraan ibadah haji, termasuk koordinasi petugas yang semakin efektif dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.
Angka Jemaah Wafat Menurun
Salah satu hal yang mendapat perhatian positif dari Syahrul adalah menurunnya angka jemaah haji yang wafat selama musim haji 2026. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan semakin baiknya persiapan dan pengelolaan ibadah haji.
“Data jemaah haji yang wafat turun signifikan. Ini menandakan pengelolaan ibadah haji sudah dilakukan dengan baik jauh sebelum proses keberangkatan,” ujar Ketua BKSAP DPR RI.
Ia juga mengapresiasi peran Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang dinilai berhasil mengelola penyelenggaraan ibadah haji secara profesional dan terintegrasi.
Soroti Penginapan dan Fasilitas di Mina
Meski memberikan apresiasi, Syahrul menilai masih terdapat sejumlah persoalan teknis yang perlu menjadi perhatian pada penyelenggaraan haji mendatang.
Beberapa di antaranya terkait kapasitas penginapan di Madinah, kepadatan tenda di Mina, serta ketersediaan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK).
Menurutnya, standar kapasitas ruang di penginapan Madinah perlu dievaluasi agar jemaah memperoleh ruang yang lebih nyaman selama berada di kota tersebut.
“Di Madinah, jemaah merasakan kapasitas ruang untuk setiap orang dalam penginapan perlu ada standarnya. Tiga orang itu idealnya menempati ruang seluas berapa. Banyak yang mengeluhkan hal tersebut, termasuk saya yang merasakannya langsung,” kata Syahrul.
Selain itu, ia menyoroti kondisi tenda di Mina yang masih relatif padat. Padahal, jemaah harus bermalam selama beberapa hari dalam pelaksanaan puncak ibadah haji.
“Ketika dalam satu tenda terdapat sekitar 300 jemaah, tentu harus diperhitungkan secara proporsional berapa jumlah MCK yang dibutuhkan, baik di Arafah maupun Mina,” ujarnya.
Meski demikian, Syahrul mengakui terdapat faktor eksternal yang memengaruhi keterbatasan ruang di Mina sehingga tidak seluruh persoalan dapat diselesaikan secara mudah.
Konsumsi Lebih Baik
Di sisi lain, Syahrul mengapresiasi terhadap kualitas konsumsi yang diterima jemaah selama musim haji tahun ini. Menurutnya, makanan yang disediakan mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Untuk makanan sudah jauh lebih baik. Tidak ada lagi makanan yang basi dan cita rasanya lebih sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia,” kata anggota Komisi I DPR RI tersebut.
Pemulangan Jemaah Dimulai
Sementara itu, penyelenggaraan ibadah haji 2026 kini memasuki fase pemulangan jemaah ke Tanah Air.
Pemerintah menjadwalkan proses pemulangan berlangsung secara bertahap mulai 1 hingga 29 Juni 2026 melalui berbagai embarkasi di Indonesia.
Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh proses kepulangan jemaah dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kesehatan, dan kenyamanan sehingga para jemaah dapat kembali ke daerah masing-masing dengan lancar.(red)






