OJK Ungkap Penyebab Judol Makin Sulit Diberantas

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Foto: istimewa)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Foto: istimewa)

Jakarta, Mercinews.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap sejumlah faktor yang membuat praktik judi online (judol) semakin sulit diberantas. Perkembangan teknologi digital, perubahan domain secara cepat, hingga keterlibatan jaringan kejahatan lintas negara menjadi tantangan utama dalam upaya penanganan aktivitas ilegal tersebut.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan, praktik judol saat ini telah berkembang menjadi kejahatan yang memanfaatkan teknologi digital dan dijalankan secara terorganisasi.

“Manipulasi digital ini semakin sulit dibedakan dari realitas. Ruang penyalahgunaan teknologi berkembang menjadi ekosistem kejahatan terorganisir lintas negara. Manifestasi paling nyata dari fenomena ini adalah praktik judi online yang terus berkembang dan semakin kompleks penanganannya,” ujar Friderica dalam Banking Forum di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Friderica menjelaskan, terdapat enam tantangan utama dalam pemberantasan judol di Indonesia.

Pertama, penyedia platform judol kerap mengganti nama domain atau situs setelah dilakukan pemblokiran sehingga menyulitkan proses penindakan.

Kedua, pelaku memanfaatkan domain digital dan rekening perantara untuk menyamarkan transaksi keuangan. Kondisi ini membuat pelacakan aliran dana menjadi lebih kompleks.

Baca Juga:  PalmCo Pascamerger Fokus pada Transformasi Digital dan ESG

Ketiga, aktivitas judol disebut melibatkan sindikat kejahatan lintas negara.

Menurut Friderica, penanganan kasus semacam ini memerlukan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk aparat penegak hukum dan organisasi internasional.

“Kita sudah lihat kepolisian juga banyak bekerja sama dengan Interpol terkait kejahatan-kejahatan di negara lain,” katanya.

Selain itu, OJK menilai keterbatasan integrasi data antarlembaga masih menjadi hambatan dalam membangun analisis yang komprehensif terhadap aktivitas judol.

Tantangan berikutnya berkaitan dengan faktor sosial dan budaya yang dinilai turut memengaruhi tingginya praktik judol di masyarakat.

Baca Juga:  Imigrasi Gandeng KPK Perkuat Integritas dan Pencegahan Gratifikasi

Di sisi lain, tingkat literasi masyarakat mengenai risiko kejahatan keuangan digital juga dinilai belum merata.

Friderica mengatakan, peningkatan literasi keuangan digital menjadi tanggung jawab bersama, termasuk sektor perbankan.

Menurutnya, perbankan memiliki peran penting dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak terjerat berbagai aktivitas keuangan ilegal, seperti judol maupun pinjaman online ilegal.

Pihaknya berharap sinergi antar lembaga, penguatan literasi digital, serta pemanfaatan teknologi dapat mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan judol secara lebih efektif di Indonesia.(red)

Berita Terkait

JPO di Jalan Kapten Tendean Nyaris Ambruk Tertabrak Truk
Densus 88 Ungkap Hasil Pendalaman Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah
Baking Class PTPN IV PalmCo Buka Peluang Usaha bagi UMKM dan Warga
Hari Pertama Sekolah, Arus Kendaraan Menuju Jakarta Padat
PTTEP Indonesia dan Dompet Dhuafa Gelar Edukasi Nutrisi bagi Ibu Hamil di Jakarta Utara
Akademisi Umeå University Swedia Kunjungi PMI Jakarta Utara, Bahas Penguatan Relawan 
Rachmat Gobel Berpulang, Ini Rekam Jejak Karier dari Panasonic hingga DPR
Syahrul Aidi Maazat Minta Aparat Lindungi Aktivitas Dakwah Usai Penghadangan UAS

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 19:32 WIB

OJK Ungkap Penyebab Judol Makin Sulit Diberantas

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:48 WIB

JPO di Jalan Kapten Tendean Nyaris Ambruk Tertabrak Truk

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:25 WIB

Densus 88 Ungkap Hasil Pendalaman Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah

Senin, 13 Juli 2026 - 22:29 WIB

Baking Class PTPN IV PalmCo Buka Peluang Usaha bagi UMKM dan Warga

Senin, 13 Juli 2026 - 09:26 WIB

Hari Pertama Sekolah, Arus Kendaraan Menuju Jakarta Padat

Berita Terbaru

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (Foto: istimewa)

Berita

OJK Ungkap Penyebab Judol Makin Sulit Diberantas

Selasa, 14 Jul 2026 - 19:32 WIB

Jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, mengalami kerusakan setelah tertabrak truk pengangkut crane pada Selasa (14/7/2026) dini hari. (Foto: Mercinews.com)

Berita

JPO di Jalan Kapten Tendean Nyaris Ambruk Tertabrak Truk

Selasa, 14 Jul 2026 - 18:48 WIB