Imigrasi Gandeng KPK Perkuat Integritas dan Pencegahan Gratifikasi

Kamis, 2 Juli 2026 - 16:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko (tengah) saat menyampaikan keterangan pers terkait kegiatan Sosialisasi Penguatan Kepatuhan Internal Terintegrasi di Surabaya, Jawa Timur, pada 1-3 Juli 2026. (Foto: istimewa)

Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko (tengah) saat menyampaikan keterangan pers terkait kegiatan Sosialisasi Penguatan Kepatuhan Internal Terintegrasi di Surabaya, Jawa Timur, pada 1-3 Juli 2026. (Foto: istimewa)

Surabaya, Mercinews.com – Direktorat Jenderal (Dirjen) Imigrasi menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memperkuat integritas aparatur sekaligus mencegah praktik gratifikasi di lingkungan keimigrasian. Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Penguatan Kepatuhan Internal Terintegrasi di Surabaya, Jawa Timur, pada 1-3 Juli 2026.

Siaran pers Ditjen Imigrasi yang diterima Perwakum, Kamis (2/7/2026), menyatakan bahwa kegiatan tersebut diikuti 272 peserta yang terdiri atas pejabat pimpinan tinggi pratama hingga kepala unit pelaksana teknis keimigrasian dari seluruh Indonesia.

Kepala Satuan Tugas Program Pengendalian Gratifikasi KPK, Nensi Natalia, narasumber utama, dalam pemaparannya menekankan pentingnya pencegahan dalam pengendalian gratifikasi, mulai dari penguatan integritas, penghindaran konflik kepentingan, hingga kewajiban pelaporan harta kekayaan secara berkala.

Ia juga mengingatkan agar setiap penerimaan gratifikasi wajib dilaporkan kepada pihak berwenang sesuai ketentuan yang berlaku.

Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko yang membuka kegiatan tersebut menegaskan pentingnya integritas sebagai fondasi utama dalam pelayanan publik di lingkungan keimigrasian.

Menurutnya, kinerja aparatur tidak hanya dinilai dari hasil akhir, tetapi juga dari proses pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

“Integritas dan kepatuhan harus menjadi fondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian. Masyarakat tidak hanya menilai hasil kerja kita, tetapi juga menilai bagaimana proses pelayanan itu diberikan,” kata Hendarsam.

Baca Juga:  Dukung Indonesia ASRI, Warga dan Personel Lanud Halim Bersihkan Lingkungan

Ia menambahkan, kepatuhan internal tidak boleh dipahami sebatas formalitas atau fungsi pengawasan, melainkan harus menjadi budaya kerja yang melekat di seluruh jajaran.

Selain KPK, kegiatan ini juga menghadirkan narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) serta Ombudsman Republik Indonesia. Kehadiran para pihak tersebut dimaksudkan untuk memperkuat sinergi pengawasan internal dan eksternal di lingkungan keimigrasian.

Dalam kegiatan itu juga dibahas penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), penerapan kode etik, budaya kerja antikorupsi, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP), serta optimalisasi sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing system).

Baca Juga:  OTT KPK: Ketua PN Depok hingga Dirut Perusahaan Jadi Tersangka Dugaan Suap

Di akhir kegiatan, Ditjen Imigrasi meminta seluruh kepala kantor wilayah dan unit pelaksana teknis untuk menindaklanjuti hasil sosialisasi di masing-masing wilayah kerja. Evaluasi berkala akan dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat reformasi birokrasi.

“Momentum ini harus menjadi langkah nyata untuk memperkuat tata kelola keimigrasian yang bersih, transparan, akuntabel, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas,” ujar Hendarsam.(red)

Berita Terkait

OTT KPK di Klaten, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Hamenang dan Kepala BPK Jateng
Ledakan di Pasar Cimanggis Ciputat, Warga Dievakuasi, 5 Ruko Rusak
Martha Tilaar, Pendiri Merek Kosmetik Nasional, Meninggal Dunia dalam Usia 89 Tahun
Imigrasi Ngurah Rai Perketat Pengawasan, 10 WNA Dideportasi dari Bali
Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB, 14 Orang Terjaring OTT KPK
Wakil Jaksa Agung Apresiasi Penerapan Plea Bargain di Kejati Sultra
PTPN IV PalmCo Perkuat Tata Kelola Lewat Sertifikasi Keberlanjutan
PDBN Gelar Rembuk Bintoro, Dorong Solusi Nyata bagi Demak
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:50 WIB

OTT KPK di Klaten, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Hamenang dan Kepala BPK Jateng

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:02 WIB

Ledakan di Pasar Cimanggis Ciputat, Warga Dievakuasi, 5 Ruko Rusak

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Martha Tilaar, Pendiri Merek Kosmetik Nasional, Meninggal Dunia dalam Usia 89 Tahun

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Perketat Pengawasan, 10 WNA Dideportasi dari Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB, 14 Orang Terjaring OTT KPK

Berita Terbaru

Heru Riyadi, S.H., M.H. (Foto: istimewa)

Opini

Mutasi Polri Harus Menjawab Harapan Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 22:55 WIB