Jakarta, Mercinews.com – Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama (Menag) RI, Gugun Gumilar, menegaskan pentingnya persatuan umat Islam dan mengajak masyarakat untuk tidak mempertentangkan perbedaan antara Sunni dan Syiah.
Pernyataan itu disampaikan Gugun Gumilar saat menjadi pembicara dalam Seminar Mengenang Syahid Ebrahim Raisi: Al-Quran Kitab Suci Yang Abadi yang digelar di Islamic Cultural Center, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (29/5).
Dalam kesempatan tersebut, Gugun menyampaikan bahwa perbedaan pandangan di kalangan umat Islam merupakan bagian dari dinamika sejarah dan keberagaman yang perlu disikapi dengan saling menghormati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya bilang tidak ada Sunni dan Syiah. We are brother and sister in Islam. We are Muslim,” ujar Gugun, sebagaimana dikutip Mercinews.com dari akun Instagram pribadinya, Senin (1/6).
Menurut Gugun, perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk memecah persatuan umat. Ia mengajak masyarakat untuk mengedepankan semangat persaudaraan dan menghindari sikap saling menyalahkan.
Gugun juga mengimbau agar tindakan diskriminatif maupun ujaran yang menyudutkan kelompok tertentu dihentikan.
“Stop menjelekkan orang-orang Syiah. Stop menghujat orang Syiah. Stop saling klaim kebenaran. Stop membakar rumah ibadah orang Syiah,” katanya.

Ia menambahkan, Al-Quran mengajarkan nilai-nilai kedamaian dan hidup berdampingan. Sebagai warga negara Indonesia, lanjutnya, seluruh masyarakat memiliki hak dan kedudukan yang sama di hadapan hukum berdasarkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Pada akhirnya, Tuhan tidak hanya melihat identitas dan perbedaan manusia, tetapi juga ketulusan hati dan amal perbuatan kita. Jangan mudah terprovokasi oleh narasi yang memecah belah umat dan bangsa. Indonesia menjadi kuat bukan karena keseragaman, melainkan karena kemampuannya merawat persatuan dalam keberagaman,” ujarnya.
Menutup sambutannya yang bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila, Gugun mengajak umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas diri dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
“Ayo bangkit umat Islam. Kita bangkit dari keterbelakangan. Kita bangkit dan maju bersama. Selamat Hari Lahir Pancasila,” katanya.
Seminar tersebut turut dihadiri Duta Besar Mohammad Boroujerdi. Selain Gugun, pembicara lain yang hadir antara lain Jamileh Sadat Alamolhoda dan Ketua Dewan Syura Ahlulbait Indonesia (ABI) Husein Shahab.(red)






