Jakarta, Mercinews.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) membuka peluang kerja sama lebih luas dengan organisasi masyarakat anti-narkoba Badan Kerjasama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (BERSAMA) guna memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat. Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi yang berlangsung di Gedung A BNN, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Siaran pers Ormas BERSAMA, Rabu (20/5/2026) menyebutkan, audiensi dengan BNN tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat sipil dalam menghadapi ancaman narkoba yang dinilai masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah.
Delegasi BERSAMA dipimpin Ketua Umum Herwin Suparjo bersama jajaran pengurus, di antaranya Sekretaris Jenderal Titik Haryati, Victor Sp. B. FICS, DFM, M. Retno DD, Dadang Rachmat, dan Rendy Herdiana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rombongan diterima langsung oleh Pelaksana Tugas Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN Brigjen Pol Edi Swasono beserta jajaran pejabat Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Direktorat Daya Tanggap BNN.
Dalam pertemuan tersebut, BNN menyatakan menyambut positif inisiatif BERSAMA untuk memperkuat kemitraan dalam agenda pemberdayaan masyarakat berbasis pencegahan narkoba.
Edi Swasono menilai keterlibatan masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung strategi nasional pemberantasan narkotika, terutama melalui edukasi, deteksi dini, dan penguatan ketahanan keluarga maupun lingkungan sosial.
“Pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi kuat dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi yang memiliki komitmen panjang seperti BERSAMA,” ujar Edi.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan tersebut, BNN juga menyatakan kesiapan menyusun draf nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) sebagai dasar penguatan kerja sama kedua pihak ke depan.
Sementara itu, Herwin Suparjo menyampaikan apresiasi atas sambutan positif yang diberikan BNN terhadap organisasi yang dipimpinnya. Menurut dia, kemitraan strategis dengan BNN penting untuk memperluas jangkauan gerakan pencegahan narkoba hingga ke tingkat masyarakat bawah.
“Kami berharap sinergi ini mampu memperkuat gerakan pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan keterlibatan aktif seluruh elemen bangsa,” kata Herwin.
BERSAMA diketahui merupakan organisasi anti-narkoba pertama di Indonesia yang berdiri sejak 26 Juni 1978. Selama hampir lima dekade, organisasi tersebut aktif menjalankan kegiatan edukasi, pencegahan, hingga pemberdayaan masyarakat terkait bahaya narkotika.(red)






