MERCINEWS.COM – International Sepaktakraw Federation (ISTAF) resmi menyelidiki insiden walk out yang dilakukan tim Thailand saat berhadapan dengan Malaysia pada partai final nomor regu beregu Piala Dunia Sepak Takraw 2026 di Kuala Lumpur 23 Mei 2026 lalu.
Kasus tersebut kini dibawa ke Komite Disiplin ISTAF untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut sesuai regulasi yang berlaku.
Dilansir Mercinews.com dari laman resmi federasi, Selasa (4/6/2026), keputusan itu diambil setelah Komite Eksekutif ISTAF menggelar rapat khusus pada 30 Mei 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapat khusus dilakukan untuk mengevaluasi berbagai peristiwa yang terjadi dalam pertandingan final antara Malaysia dan Thailand, terutama terkait penghentian pertandingan oleh delegasi tim Negeri Gajah Putih pada regu ketiga.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis di Kuala Lumpur, federasi juga menyebut keputusan tersebut diambil setelah mempelajari laporan perangkat pertandingan, pejabat teknis, serta sejumlah dokumen dan materi pendukung lainnya.
“Setelah mempertimbangkan seluruh informasi yang tersedia, Komite Eksekutif secara bulat memutuskan untuk merujuk perkara ini kepada Komite Disiplin ISTAF guna dilakukan proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku,” tulis ISTAF dalam pernyataannya.
Sebagai bagian dari proses investigasi, federasi merujuk 15 anggota delegasi Thailand untuk diperiksa. Mereka terdiri atas 12 atlet yang terdaftar dalam skuad Regu Beregu Thailand pada Piala Dunia Sepak Takraw TM ISTAF 2026 dan tiga orang ofisial tim.
Federasi sepak takraw dunia tersebut menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan terhadap individu yang diduga memiliki keterlibatan langsung maupun tidak langsung dalam keputusan penghentian pertandingan.
Pemeriksaan juga mencakup pihak yang dinilai berpotensi memengaruhi, mendukung, atau memfasilitasi terjadinya insiden tersebut.
Meski demikian, ISTAF menegaskan bahwa langkah merujuk para atlet dan ofisial ke Komite Disiplin tidak berarti mereka telah dinyatakan bersalah.
Menurutnya, proses tersebut dilakukan untuk memastikan investigasi berlangsung secara independen, objektif, dan berbasis fakta.
Komite Disiplin nantinya akan menelaah seluruh bukti, laporan, serta keterangan dari pihak terkait sebelum menentukan ada atau tidaknya pelanggaran terhadap konstitusi, regulasi, peraturan pertandingan, maupun kode etik organisasi.
ISTAF juga memastikan setiap individu yang diperiksa akan memperoleh hak untuk memberikan klarifikasi, menyampaikan bukti pendukung, serta melakukan pembelaan sesuai mekanisme yang berlaku.
Seiring tingginya perhatian publik terhadap kasus tersebut, ISTAF mengimbau seluruh komunitas sepak takraw internasional untuk menghormati proses yang sedang berjalan. Publik diminta tidak melakukan spekulasi yang dapat memengaruhi independensi pemeriksaan.
Federasi itu menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas, sportivitas, keadilan, dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan sepak takraw internasional.
ISTAF menyatakan informasi lanjutan mengenai hasil pemeriksaan akan disampaikan setelah proses disiplin selesai dilaksanakan sesuai ketentuan organisasi.(red)






