Mercinews.com – Timnas Prancis melangkah ke Piala Dunia 2026 dengan status sebagai salah satu favorit juara, namun di balik kekuatan besar skuad Les Bleus, pelatih Didier Deschamps justru menghadapi “masalah mewah” di lini serang yang dipenuhi pemain bintang.
Turnamen Piala Dunia 2026 akan digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Prancis tergabung di Grup I bersama Senegal, Irak dan Norwegia.
Di lini depan, Prancis membawa deretan penyerang kelas dunia seperti Kylian Mbappe, Ousmane Dembele, Marcus Thuram, hingga talenta muda Desire Doue dan Rayan Cherki. Kondisi ini membuat persaingan internal di sektor serang berlangsung sangat ketat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Deschamps mengakui tidak semua pemain bintang tersebut dapat dimainkan secara bersamaan.
Ia menegaskan bahwa keseimbangan tim menjadi faktor utama dalam menentukan komposisi terbaik.
“Kami tidak akan bisa memainkan mereka semua,” ujar Deschamps seperti dikutip dari FIFA, Selasa (2/6).
“Ada banyak potensi menjanjikan, tetapi kami membutuhkan chemistry yang tepat, tanpa membiarkan ego individu menjadi penghalang. Kami butuh keseimbangan, keselarasan, dan kemitraan antar pemain,” tambahnya.
Di sektor tengah, Prancis diperkirakan tetap mengandalkan kombinasi energi dan pengalaman. Aurelien Tchouameni diproyeksikan menjadi pengatur ritme bersama opsi pemain senior seperti N’Golo Kante.
Sementara lini belakang akan diperkuat duet William Saliba dan Ibrahima Konate yang tampil konsisten di level klub.
Formasi 4-2-3-1 disebut masih menjadi skema utama Deschamps dalam menjaga stabilitas permainan Les Bleus di turnamen besar tersebut.
Kapten Kylian Mbappe juga mendapat sorotan setelah dinilai semakin matang dalam kepemimpinannya.
Pemimpin Lapangan.
Mantan pelatih timnas Prancis, Raymond Domenech, menyebut Mbappe kini telah berevolusi menjadi sosok pemimpin sejati di lapangan.
“Mbappe sekarang bukan lagi sekadar pemain muda yang mengandalkan kecepatan. Dia adalah pemimpin yang lengkap. Ia mampu mencetak gol, menyumbang assist, bahkan membantu pertahanan saat tim tertekan,” ujar Domenech.
Dengan kedalaman skuad yang merata di semua lini, Prancis kembali dipandang sebagai salah satu kandidat kuat juara.
Namun tantangan terbesar Deschamps justru ada pada bagaimana menjaga harmoni di tengah tumpukan talenta kelas dunia.(red)






