Rusia Memperingatkan Sinyal Perang Nuklir dengan Negara Barat AS-Inggris-Prancis

Selasa, 23 April 2024 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Mercinews.com – Retorika perang nuklir kembali disuarakan oleh Rusia. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov memperingatkan bahwa negerinya dan negara-negara Barat kini berada di ambang potensi konfrontasi nuklir.

Hal ini disebabkan dukungan negara-negara pemilik nuklir Barat seperti Amerika Serikat (AS), Prancis dan Inggris terhadap Ukraina, yang menimbulkan “risiko strategis serius” bagi negaranya. Rusia sendiri berperang dengan Ukraina sejak 2022.

Negara-negara Barat berada dalam kondisi berbahaya ketika berada di ambang bentrokan militer langsung antara kekuatan nuklir, yang penuh dengan konsekuensi bencana,” kata menteri tersebut dalam pesan video kepada para peserta Konferensi Nonproliferasi Moskow seperti dilaporkan RIA Novosti dan dimuat CNBC International, dimuat Selasa (23/4/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang menjadi perhatian khusus adalah kenyataan bahwa ‘troika’ negara-negara nuklir Barat adalah salah satu sponsor utama rezim kriminal di Kyiv, yang merupakan pemrakarsa utama berbagai langkah provokatif. Kami melihat adanya risiko strategis yang serius dalam hal ini, yang mengarah pada peningkatan tingkat bahaya nuklir,” jelasnya merujuk AS, Inggris dan Prancis.

Baca Juga:  Profil Tentang Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh yang Dibunuh di Iran

Lavrov mengusulkan adanya upaya bersama untuk membangun arsitektur keamanan internasional baru. Prinsip multilateralisme, kesetaraan dan ketidakterpisahan, kata dia, menjadi dasar.

“Hanya dengan cara inilah tingkat konflik antarnegara dapat dikurangi dan kemajuan nyata di bidang pengendalian senjata dapat dipastikan,” tambah Lavrov.

Rusia berulang kali menggambarkan Kyiv sebagai rezim “kriminal” untuk mendiskreditkan dan mendelegitimasi pemerintah Presiden Volodymyr Zelensky. Ini juga yang mendasari sebab Moskow menyerang negara itu sejak 24 Februari 2022.

Pada saat itu, Presiden Rusia Vladimir Putin berniat untuk mengambil wilayah Donetsk dan Luhansk yang sebelumnya dikendalikan Ukraina. Ini untuk membebaskan masyarakat etnis Rusia yang disebutnya mengalami persekusi dari kelompok ultra nasionalis Ukraina.

Selain itu, Putin beralasan bahwa serangan didasarkan pada niatan Kyiv untuk bergabung dengan aliansi militer Barat pimpinan AS, NATO, yang notabenenya merupakan rival dari Moskow. Itu diyakini bisa membahayakan Rusia.

“Helikopter Duit” Rp 989 T

Baca Juga:  Zelensky Teken undang-undang pelatihan senjata gabungan untuk anak sekolah

Di sisi lain, kelompok Barat terus memberikan dukungan bagi Ukraina dalam bentuk senjata dan pendanaan. Sabtu, DPR AS menyetujui paket bantuan senilai US$ 61 miliar (Rp 989 triliun) untuk Ukraina berperang melawan Rusia.

Ini bagian dari anggaran senilai US$ 95 miliar (sekitar Rp 1.500 triliun), yang termasuk pulabantuan keamanan ke Israel dan Taiwan. Ketok palu dilakukan bersama dengan RUU lain yang memaksa perusahaan China ByteDance untuk menjual Tiktok.

Meski demikian paket tersebut akan dikirimkan terlebih dahulu ke Senat AS untuk disetujui. Paman Sam menganut sistem “dua kamar” di mana RUU harus disetujui baik DPR maupun Senat sebelum ditandatangani menjadi UU oleh Presiden AS.

“RUU bantuan penting AS yang disahkan oleh DPR akan mencegah perang meluas, menyelamatkan ribuan nyawa dan membantu kedua negara menjadi lebih kuat,” kata Zelensky.

Hal ini mendapat tanggapan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova. Ia mengatakan bahwa bantuan itu merupakan pemicu perang hibrida terhadap Moskow.

Baca Juga:  Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

“Persetujuan paket bantuan besar untuk Ukraina oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS sama dengan mendanai terorisme,” ujarnya dikutip Russia Today (RT).

“AS pada akhirnya akan menghadapi kegagalan besar dan memalukan yang setara dengan Vietnam atau Afghanistan,” tegasnya.

Zakharova menambahkan bahwa dana bantuan ini akan memompa aksi teroris terhadap objek-objek sipil di wilayah kedaulatan Rusia. Menurutnya, ini akan terus memperburuk perang antara pihaknya dan Kyiv.

“Rakyat biasa Ukraina dipaksa untuk dibantai sebagai umpan meriam dan Washington tidak lagi bertaruh pada kemenangan Ukraina melawan Rusia, namun berharap untuk menjaga Kiev tetap bertahan hingga pemilihan presiden AS pada bulan November,” katanya.

Lebih lanjut, Zakharova mengomentari bahwa potensi alokasi bantuan militer akan memperburuk krisis di dunia. Dana ke Taiwan ia sebut sebagai “campur tangan dalam urusan dalam negeri China” sementara bantuan yang dikirim ke Israel adalah jalan langsung menuju eskalasi konflik yang belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah Timur Tengah. []

Berita Terkait

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident
Iran Bantah Klaim Trump soal Penandatanganan Kesepakatan Timur Tengah
Iran Kecam Serangan AS, Ketegangan di Kawasan Teluk Kembali Memanas

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:54 WIB

Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:16 WIB

Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB