Daerah

Viral! Ketua DPRD Luwu Timur Tolak Jabat Tangan warga, Golkar Karena terburu-buru

Ketua DPRD Luwu Utara diduga enggan menyalami warganya saat berpapasan. Foto: istimewa

Mercinews.com – Video viral Ketua DPRD Luwu Timur Aripin yang menolak jabat tangan dari warga mendapat respons dari Partai Golkar yang menyebut Aripin tengah buru-buru karena akan memimpin rapat paripurna.

Viral di media sosial video Ketua DPRD Luwu Timur, Sulawesi Selatan, Aripin, menolak jabat tangan dari warga pada Kamis (9/3/2023).

Video tersebut banyak dibagikan oleh netizen, salah satunya di akun Twitter @Heraloebss.

“Ketua DPRD Luwu Timur (Sulsel) menolak berjabat tangan dengan warga. Sebelum jadi dewan keluar masuk gang nyari suara rakyat setelah jadi salaman pun enggan. Mau heran tapi inilah wakil rakyat negara +62,” tulis akun tersebut.

Dalam video terlihat Aripin keluar dari mobil lalu berjalan menuju pintu masuk gedung DPRD Luwu Timur.

Di depan pintu, Aripin disambut warga yang mengulurkan tangan mengajak bersalaman. Namun, Ketua DPRD Luwu Timur itu tak menggubris tangan warga tersebut.

Tindakan Aripin itu mendapat respons dari partai yang menaunginya yakni Golkar. Melalui akun Twitter @golkar_id, partai berlambang pohon beringin itu mengatakan bahwa Aripin tengah tergesa-gesa.

Baca Juga:  PKB dan Golkar sementara kuasai suara tertinggi di Dapil I dan Dapil II Aceh

“Tadi pagi Pak Ketua DPRD buru-buru mau membuka sidang paripurna, beliau sama sekali tak ada niat untuk menolak berjabat tangan dengan warga. Terima atas kasih atensinya, Mba,” cuit @golkar_id sambil membagikan tautan berita tentang Aripin yang menolak jabat tangan.

Klarifikasi Partai Golkar itu berbeda dengan pernyataan Aripin yang dimuat di laman resmi DPRD Kabupaten Luwu Timur.

Dalam pernyataannya, Aripin mengatakan dirinya terburu-buru bukan karena akan membuka sidang paripurna, namun saat itu sedang berlangsung proses pengamanan menjelang pemilihan Wakil Bupati Kabupaten Luwu Timur.

Aripin juga mengatakan dirinya sudah bertemu dengan warga yang sebelumnya mengajak bersalaman.

Dia mengatakan bahwa yang bersangkutan adalah sahabatnya bernama Arif yang tinggal di Malili.

“Pada saat itu saya betul tidak memperhatikan sahabat saya Arif, mau berjabat tangan dengan saya kerana waktu itu saya sedang terburu-buru masuk ke gedung. Terkait dengan persoalan jabat tangan sudah menjadi kebiasaan saya jika bertemu dengan warga,” tutur Aripin

Baca Juga:  Helikopter yang ditumpangi Rombongan Kapolda Jambi Mendarat Darurat di Bukit Tamia

(m/c)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top