Harimau Sumatra Makan Ternak Warga di Aceh Tenggara, Camat: Akibat Perambahan Hutan

Selasa, 10 Juni 2025 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternak warga diterkam Harimau Sumatra.

Ternak warga diterkam Harimau Sumatra.

Mercinews.com,  (Aceh Tenggara) – Hayadun, Camat Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tengara mengungkap, kasus harimau Sumatra memangsa ternak warga di pegunungan Desa Gulo, Kecamatan Darul Hasanah, Aceh Tenggara, disebabkan kerusakan lingkungan di kabupaten ini.

“Akibatnya, habitat alami harimau mengalami kerusakan sehingga berpengaruh pada berkurangnya sumber makanan seperti rusa, kambing hutan, dan juga babi,” kata Hayadun Selasa 10 Juni 2025.

Dikatakan Hayadun, salah satu dari sekian banyak penyebab turunnya harimau ke pemukiman penduduk, karena sudah banyak terjadi alih fungsi hutan menjadi kawasan perkebunan warga.

“Harimau memiliki daya jelajah yang tinggi sehingga membutuhkan sumber makanan yang alami, air bersih, ruang yang luas dan lingkungan yang aman,” kata dia. Jika kebutuhan tersebut tersebut diganggu dan dirusak, maka harimau akan mencari sumber makanan ke pemukiman warga.

Baca Juga:  MPU Aceh keluarkan fatwa boleh memilih kotak kosong di Pilkada 2024

“Apalagi baru-baru ini ternak warga dimangsa harimau, karena dilepas pemiliknya di area pergunungan,” ujar Hayadun. Sementara Kepala Resort Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Tenggara, Suherman menyinggung kurangnya daya makan harimau di habitat kawasan TNGL, sehingga menyebabkan faktor utama terjadi peristiwa semusiman di area tersebut.

“Faktor ini menyebabkan, perburuan rusa atau kambing hutan yang marak terjadi di area lokasi mengakibatkan makanan harimau tidak tercukupi,” jelasnya. Dia menyebut, tahun 2025 ada tiga kasus harimau turun di kemungkinan warga, Lawe Sikap, mendabe dan Gulo.

Baca Juga:  TPNPB OPM Sebut Tembak Mati 2 Personel TNI-Polri di Kampung Beoga Papua

“Karena tiga wilayah ini besar kemungkinan jaraknya hanya 1 kilo dari kawasan TNGL,” katanya. Karena itu, menjaga kelestarian hutan harus dilakukan bersama pemerintah dan komunitas masyarakat. Sehingga, Harimau Sumatra tetap berada di kawasan hutan dan tidak turun ke permukiman.(*)

Berita Terkait

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda
Pengurus PWI LS Jabar Dikukuhkan, Anton Charliyan dan Rhoma Irama Hadir dalam Dakwah Budaya
AMKI Lahat Dikukuhkan di Bumi Seganti Setungguan, Profesionalisme Media Diperkuat
Hadiri Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Abah Anton Tekankan Nilai Budaya
Dukung AWK, Forum Peduli Bali Siap Kawal Aspirasi Masyarakat Pulau Dewata
Semangat Kemerdekaan, BNNK Lampung Selatan Gaungkan Gerakan BERSINAR
APRC Sumut 2026 Digelar di Perkebunan PTPN IV PalmCo, UMKM Lokal Rasakan Dampak Positif
Imigrasi Ponorogo Borong Enam Penghargaan, Buktikan Kinerja Makin Luar Biasa

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:47 WIB

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:10 WIB

Pengurus PWI LS Jabar Dikukuhkan, Anton Charliyan dan Rhoma Irama Hadir dalam Dakwah Budaya

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 18:13 WIB

AMKI Lahat Dikukuhkan di Bumi Seganti Setungguan, Profesionalisme Media Diperkuat

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:31 WIB

Hadiri Panjang Jimat Keraton Kasepuhan Cirebon, Abah Anton Tekankan Nilai Budaya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:40 WIB

Dukung AWK, Forum Peduli Bali Siap Kawal Aspirasi Masyarakat Pulau Dewata

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB