Seminar AMKI: Regulator, Media dan Industri Satukan Langkah Lawan Penipuan Digital

Rabu, 19 November 2025 - 20:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama Plpara narasumber seminar bersama Pengurus AMKI Pusat usai Seminar bertajuk

Foto bersama Plpara narasumber seminar bersama Pengurus AMKI Pusat usai Seminar bertajuk "Kolaborasi Media Bersama Stakeholder dalam Pemberantasan Penipuan Transaksi Keuangan” di Jakarta, Rabu (19/11/2025).(Foto: istimewa)

Jakarta, Mercinews.com – Upaya memerangi penipuan transaksi keuangan digital kembali ditegaskan melalui Seminar Nasional Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat yang digelar di Swiss-Belresidences Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (19/11/2025).

Mengusung tema “Kolaborasi Media Bersama Stakeholder dalam Pemberantasan Penipuan Transaksi Keuangan”, seminar AMKI memperlihatkan bagaimana regulator, media, dan pelaku industri berkomitmen menyatukan langkah menghadapi maraknya kejahatan digital.

Seminar AMKI yang dipadati peserta dari berbagai kalangan ini fokus membahas tantangan baru di era digital, mulai dari meningkatnya transaksi elektronik, lonjakan laporan penipuan, hingga lemahnya literasi digital masyarakat. AMKI menilai kejahatan digital bukan lagi isu sektoral, melainkan persoalan bersama yang harus ditangani secara terintegrasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Departemen Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Rudy Agus Purnomo Raharjo, mengingatkan bahwa pelaku penipuan kini semakin canggih dalam memanfaatkan celah digital. Dari jubel online, scamming, investasi bodong, hingga penyebaran file APK berbahaya, seluruhnya dirancang untuk menembus pertahanan pengguna.

Baca Juga:  Smesco Sambut Kolaborasi AMKI Jakarta untuk Dorong UMKM Naik Kelas

“Percepatan digital membawa keuntungan, tetapi risikonya juga berlipat. Kami menerima laporan kerugian yang nilainya sudah mencapai triliunan setiap tahun. Edukasi dan pengawasan harus berjalan berdampingan,” ujarnya.

Dari sisi pengawasan telekomunikasi dan transaksi elektronik, Ketua Tim Layanan Aduan Transaksi Elektronik Komdigi, Nanik Ramini, menjelaskan pentingnya penggunaan platform Cekrekening.id sebagai rujukan masyarakat dalam mengecek rekening mencurigakan. Ia juga menekankan perlunya peningkatan respons cepat terhadap laporan masyarakat.

Sementara itu, akademisi sekaligus Ketua Research dan Kaprodi Akuntansi Uniji, Liana Rahardja, menyoroti rendahnya pemahaman generasi muda dalam menghadapi jebakan keuangan digital. Menurutnya, edukasi literasi finansial harus lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Baca Juga:  AMKI Dukung Ketahanan Pangan, ASO Farm Cirebon Jadi Inspirasi Petani Modern

Dihadiri Pejabat dan Tokoh Nasional

Seminar ini turut dihadiri tokoh dari berbagai lembaga, termasuk Laksamana Madya TNI (Purn) Dr. Ir. Harjo Susmoro, perwakilan Kapuskomplead TNI, Mahkamah Konstitusi (MK), Kemenko Polkam, serta perwakilan Kedutaan Besar Timor Leste. Praktisi hukum senior seperti Prof. OC Kaligis dan Prof. Suhandi Cahaya juga hadir memberikan perspektif hukum terkait penipuan digital.

Kehadiran perwakilan Asosiasi Televisi Seluruh Indonesia (ATVSI), PT Paragon Technology and Innovation, dan berbagai mitra industri menambah kuatnya dukungan lintas sektor dalam upaya pemberantasan kejahatan digital.

AMKI Tegaskan Peran Media

Ketua Umum AMKI Pusat, Tundra Meliala, menegaskan pentingnya kolaborasi. Menurutnya, media berada di posisi strategis sebagai penghubung antara regulator, pelaku industri, dan masyarakat.

“Keamanan digital bukan hanya tugas lembaga tertentu. Media harus menjadi kanal edukasi publik agar masyarakat tidak menjadi korban,” tegas Tundra didampingi Sekjen Dadang Rachmat dan Bendahara Umum Umi Sjarifah.

Baca Juga:  Konsisten Lestarikan Budaya, Abah Anton Charliyan Terima Anugerah Sri Raksa Kalpa Budaya

“Dengan diselenggarakannya seminar ini, AMKI berharap terbentuk ekosistem kolaboratif yang mampu menekan angka penipuan digital sekaligus meningkatkan kesadaran publik dalam bertransaksi secara aman di ruang digital,” sambung alumnus Lemhannas PPRA 51 itu.

Ketua Panitia, Budi Nugraha, dan Sekretaris Panitia, Simon Leo Siahaan, mengapresiasi dukungan mitra seperti KrediOne, Uniji, Kianoland Group, Kiano Lux Parfume, Hatta & Partners Law Firm, serta media nasional seperti Indoposco.id, Suara Merdeka, Sudut Pandang, Mitrapol, Kabar Metro, Seputar Publik dan lainlain.

Kehadiran mahasiswa dari Universitas Dirgantara Suryadarma (Unsurya) dan berbagai kampus lainnya menunjukkan tingginya kepedulian generasi muda terhadap isu literasi digital dan keamanan transaksi keuangan.(red)

Berita Terkait

MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda
Sekjen MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026, Pengawasan Produk Impor Diperkuat
Haedar Nashir: Pers Harus Hadirkan Informasi Independen dan Objektif
Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus di Hari Pers Muhammadiyah 2026
KOSMAK Soroti Enam Dugaan Perkara dalam Bedah Buku ‘Memberantas Korupsi Sembari Korupsi’
Menteri PPPA Minta Keamanan Siswa Dijaga Usai Temuan Senjata dan Narkotika di Sekolah
Alexius Tantrajaya Ungkap Alasan ST Burhanuddin Masih Layak Pimpin Kejagung
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Usai Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi dan TPPU

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:09 WIB

MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Sekjen MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026, Pengawasan Produk Impor Diperkuat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:55 WIB

Haedar Nashir: Pers Harus Hadirkan Informasi Independen dan Objektif

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus di Hari Pers Muhammadiyah 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:45 WIB

KOSMAK Soroti Enam Dugaan Perkara dalam Bedah Buku ‘Memberantas Korupsi Sembari Korupsi’

Berita Terbaru