Raja Surakarta Pakoe Boewono XIII Wafat, AMKI Sampaikan Belasungkawa

Minggu, 2 November 2025 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus AMKI Pusat mengucapkan turut berbelasungkawa atas wafatnya Raja Surakarta Pakoe Boewono XIII.(Foto: istimewa)

Pengurus AMKI Pusat mengucapkan turut berbelasungkawa atas wafatnya Raja Surakarta Pakoe Boewono XIII.(Foto: istimewa)

Jakarta, Mercinews.com – Pengurus Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Raja Surakarta Pakoe Boewono XIII, yang berpulang pada usia 77 tahun, Minggu (2/11) pukul 07.29 WIB di Rumah Sakit Indriyati, Solo Baru. Kepergiannya membuat Surakarta berduka, sementara masyarakat dan para abdi dalem Karaton Surakarta Hadiningrat larut dalam kesedihan.

Ketua Umum AMKI Pusat, KRA Ir. Tundra Meliala Wartonagoro, MM., GRCE, mengatakan, almarhum adalah sosok yang menjadi simbol kebijaksanaan dan penjaga nilai-nilai budaya Jawa.

Baca Juga:  Penerbangan Terdampak Penutupan Jalur Udara Timur Tengah, Imigrasi Bali Layani WNA

“Indonesia kehilangan penjaga warisan budaya yang berperan besar dalam merawat nilai-nilai luhur Mataram. Beliau bukan hanya raja bagi masyarakat Surakarta, tetapi juga teladan nasional dalam menjaga kearifan lokal dan spiritualitas Jawa,” ujar Tundra Meliala dalam keterangannya di Jkaarta, Minggu (2/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jenazah Pakoe Boewono XIII rencananya akan disemayamkan di Masjid Pujosono Kagungan Dalem Karaton Surakarta Hadiningrat sebelum dimakamkan di Pajimatan Imogiri, Bantul, Yogyakarta, makam para raja Mataram.

Baca Juga:  Johnson Panjaitan Berpulang: Jejak Panjang Pejuang Keadilan dan Pembela Kaum Tertindas

Sebelum wafat, beliau telah menyiapkan penerus tahta, yaitu Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibyo Raja Putra Narendra Mataram, yang akan melanjutkan kepemimpinan sebagai Pakoe Boewono XIV.

“Sinuhun Pakoe Boewono XIII mangkat kanthi tenang. Panjenenganipun pribadi ingkang sabar, welas asih, lan tansah njunjung luhur ajaran Jawa. Mugi sedaya masyarakat sami ndedonga, mugi rohipun Sinuhun kaparingi panggenan ingkang mulya wonten ngarsanipun Gusti Allah,” ujar Juru Bicara Karaton, Kanjeng Pangeran Adipati (KPA) Dani Nuradhiningrat dalam keterangannya.

Baca Juga:  Pj Bupati Aceh Besar dan Pj Gubernur Aceh Tinjau Jalan Tol Sibanceh

Menurutnya, Sang Raja telah kembali ke pangkuan Sang Pencipta. Dadong nata sampun bali dhahar. Sang pemimpin telah pulang ke asalnya. Namun sabda, laku, dan keteladanannya akan tetap hidup di hati rakyat Surakarta, menerangi jalan bagi penerusnya, Pakoe Boewono XIV, untuk melanjutkan sinar kebesaran Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.(red)

Berita Terkait

Imigrasi Bali Gencarkan Patroli Dharma Dewata, Awasi Aktivitas WNA
Akademisi USK Soroti Konflik PTPN IV Cot Girek, Minta Pemerintah Fasilitasi Dialog
Imigrasi Ngurah Rai Buka Layanan Paspor Akhir Pekan di Discovery Mall Bali
Imigrasi Ngurah Rai Sampaikan Kronologi Kematian WNA Australia di Ruang Detensi
Imigrasi Ponorogo Buka Layanan Paspor CPMI di LTSA, Permudah Pengurusan Dokumen ke Luar Negeri
Imigrasi Ngurah Rai Dekatkan Layanan Publik Lewat Immigration Lounge
400 KK Penambang di Aceh Selatan Desak Percepatan Penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat
Bertemu Sael di Manokwari, Gugun Gumilar Dorong Pemuda Papua Kuliah ke Luar Negeri

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 21:24 WIB

Imigrasi Bali Gencarkan Patroli Dharma Dewata, Awasi Aktivitas WNA

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:43 WIB

Akademisi USK Soroti Konflik PTPN IV Cot Girek, Minta Pemerintah Fasilitasi Dialog

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:21 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Buka Layanan Paspor Akhir Pekan di Discovery Mall Bali

Sabtu, 11 Juli 2026 - 18:45 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Sampaikan Kronologi Kematian WNA Australia di Ruang Detensi

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:07 WIB

Imigrasi Ponorogo Buka Layanan Paspor CPMI di LTSA, Permudah Pengurusan Dokumen ke Luar Negeri

Berita Terbaru

Prof. Yolanda Masnita Siagian (Foto: Dok. Pribadi)

Opini

Rebahan yang Ditakuti Negara

Sabtu, 18 Jul 2026 - 12:26 WIB