Pengurus AMKI Pusat Sowan ke GKR Pakoe Boewono, Bahas Kolaborasi Media dan Budaya Jawa

Kamis, 10 Juli 2025 - 22:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketum AMKI Pusat Tundra Meliala (keempat kiri) bersama pengurus menyerahkan plakat kepada Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakoe Boewono Prameswari Dalem permaisuri dari SISKS Pakoe Boewono XIII Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (kelima kiri) di sebuah restoran bergaya klasik di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Rabu (9/7/2015).(Foto: istimewa)

Ketum AMKI Pusat Tundra Meliala (keempat kiri) bersama pengurus menyerahkan plakat kepada Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakoe Boewono Prameswari Dalem permaisuri dari SISKS Pakoe Boewono XIII Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat (kelima kiri) di sebuah restoran bergaya klasik di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Rabu (9/7/2015).(Foto: istimewa)

JAKARTA, MERCINEWS.COM – Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia media dan pelestarian budaya lokal, jajaran Pengurus Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat melakukan sowan atau kunjungan kehormatan kepada Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pakoe Boewono Prameswari Dalem, permaisuri dari SISKS Pakoe Boewono XIII Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Pertemuan Pengurus AMKI Pusat dengan GKR Pakoe Boewono berlangsung pada Rabu (9/7/2025) di sebuah restoran bergaya klasik di kawasan Matraman, Jakarta Timur. Suasana hangat dan penuh nuansa kebudayaan Jawa mewarnai pertemuan yang membahas potensi kolaborasi lintas sektor antara media nasional dan institusi budaya tradisional.

Ketua Umum AMKI Pusat, Tundra Meliala, hadir bersama jajaran pengurus, yaitu Bendahara Umum Umi Sjarifah, Ketua Bidang Hukum Rukmana, dan Ketua Humas Herdiana. Mereka bersama-sama menyampaikan komitmen organisasi dalam mendukung pelestarian budaya Jawa melalui kekuatan media konvergensi.

“Kami merasa sangat terhormat dapat diterima langsung oleh Gusti Kanjeng Ratu. Ini bukan sekadar pertemuan formal, tetapi wujud nyata dari semangat kolaborasi untuk merawat dan mengangkat nilai-nilai budaya bangsa,” ucap Tundra Meliala.

Tundra menjelaskan, AMKI sebagai organisasi yang mewadahi berbagai jenis media cetak, penyiaran, hingga digital melihat bahwa pelestarian budaya membutuhkan pendekatan strategis yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

Tundra juga menyoroti sejarah panjang Karaton Surakarta dalam dunia informasi.

“Keraton ini memiliki dua media legendaris, Mekas dan Bromartani, yang menjadi bukti bahwa budaya dan komunikasi telah lama berjalan seiring,” kata alumni Lemhannas PPRA 51 itu.

Baca Juga:  Komisi I DPR RI dan Komdigi Perkuat Sinergi Komunikasi Publik untuk Ketahanan Pangan

Sementara itu, dari pihak Karaton, Juru Bicara Resmi sekaligus Sentono Dalem, Kanjeng Raden Aryo (KRA) Samsul Wijoyonagoro, menyambut baik pertemuan tersebut dan menekankan pentingnya membangun jejaring budaya yang aktif dan terbuka.

“Gusti Kanjeng Ratu menyambut baik pertemuan ini. Beliau mengapresiasi kesediaan para tokoh media nasional untuk berdiskusi tentang pelestarian budaya Jawa. Ini menjadi bukti bahwa budaya dan teknologi dapat berjalan berdampingan,” ungkap KRA Samsul.

Ia menegaskan bahwa Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sejak dahulu menjadi pusat intelektual dan budaya yang terbuka terhadap inovasi dan gagasan baru.

“Karaton terbuka untuk berkolaborasi dengan media dalam berbagai bentuk, mulai dari peliputan budaya, penguatan konten edukatif, hingga kerja sama dalam membangun narasi kebangsaan berbasis kearifan lokal,” tegasnya.

Baca Juga:  AMKI dan PT NBE Dorong Kerja Sama Strategis dengan Timor Leste

Ia menambahkan, Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat memang sejak dahulu menjadi pusat intelektual dan kultural, yang terbuka terhadap gagasan-gagasan baru, termasuk melalui kolaborasi dengan dunia media.

“Kami menyambut segala bentuk kerja sama yang memperkuat pelestarian budaya, memperluas jangkauan informasi positif, dan membangun narasi kebangsaan yang berakar dari tradisi luhur,” tuturnya.

Pertemuan tersebut ditutup dengan semangat bersama untuk membangun ruang kolaboratif, baik dalam bentuk peliputan budaya, penguatan konten edukatif, hingga pertukaran pemikiran antara media dan institusi budaya. Sebuah langkah konkret yang diharapkan menjadi role model sinergi antara modernitas dan tradisi di tengah gempuran era digitalisasi global.(red)

Berita Terkait

Tuntutan Jaksa Ditunda 2 Pekan, Kuasa Hukum Terdakwa Optimistis Perjuangkan Rehabilitasi
Kuntadi Ungkap Strategi Kejagung Berantas Korupsi dan Pulihkan Kerugian Negara
Wakil Jaksa Agung Apresiasi Penerapan Plea Bargain di Kejati Sultra
Pakar Hukum Nilai 29 Entitas dalam Dakwaan Febrie Dapat Dijerat TPPU
Prabowo Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri untuk Paparkan Kondisi Bangsa
Penjelasan Pakar Hukum soal Polemik Jabatan Suhartoyo sebagai Ketua MK
Dudung Abdurachman Jadi Menko Polkam, Mathla’ul Anwar Bersyukur
Reshuffle Kabinet Prabowo, Pengamat Soroti Pergeseran Sejumlah Figur Era Jokowi

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Tuntutan Jaksa Ditunda 2 Pekan, Kuasa Hukum Terdakwa Optimistis Perjuangkan Rehabilitasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:24 WIB

Kuntadi Ungkap Strategi Kejagung Berantas Korupsi dan Pulihkan Kerugian Negara

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:43 WIB

Wakil Jaksa Agung Apresiasi Penerapan Plea Bargain di Kejati Sultra

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Pakar Hukum Nilai 29 Entitas dalam Dakwaan Febrie Dapat Dijerat TPPU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:55 WIB

Prabowo Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri untuk Paparkan Kondisi Bangsa

Berita Terbaru

Heru Riyadi, S.H., M.H. (Foto: istimewa)

Opini

Mutasi Polri Harus Menjawab Harapan Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 22:55 WIB