Komisi I DPR RI dan Komdigi Perkuat Sinergi Komunikasi Publik untuk Ketahanan Pangan

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Komdigi bekerja sama dengan Komisi I DPR RI menggelar Webinar bertema “Pengelolaan Komunikasi Publik Terkait Ketahanan Pangan” Senin (2/3/2026).(Foto: istimewa)

Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Komdigi bekerja sama dengan Komisi I DPR RI menggelar Webinar bertema “Pengelolaan Komunikasi Publik Terkait Ketahanan Pangan” Senin (2/3/2026).(Foto: istimewa)

Jakarta, Mercinews.com – Komisi I DPR RI bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memperkuat sinergi dalam pengelolaan komunikasi publik guna mendukung ketahanan pangan nasional. Upaya tersebut disampaikan dalam webinar bertema “Pengelolaan Komunikasi Publik Terkait Ketahanan Pangan” yang digelar pada Senin (2/3/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media (KPM) Komdigi bekerja sama dengan Komisi I DPR RI itu menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan legislatif, praktisi komunikasi, serta akademisi hukum.

Anggota Komisi I DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi penting bagi kekuatan sebuah negara. Menurut dia, kemampuan suatu bangsa dalam memproduksi kebutuhan pangan sendiri menjadi indikator kemandirian nasional.

“Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memproduksi kebutuhan pokoknya sendiri. Karena itu, bertani adalah pekerjaan yang mulia dan harus kita dorong bersama,” ujar Syahrul.

Ia mengatakan, program swasembada pangan yang tengah diupayakan pemerintah merupakan langkah strategis yang perlu mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Namun, keberhasilan program tersebut dinilai bergantung pada keseriusan pemerintah dalam memberikan dukungan nyata kepada petani dan pelaku sektor pangan.

“Kita berharap pemerintah tidak hanya merencanakan, tetapi juga hadir memfasilitasi dan memotivasi masyarakat agar benar-benar bangkit mewujudkan swasembada pangan,” katanya.

Baca Juga:  Menhub: Cuti Bersama Lebaran Mulai 19 April 2023 Sudah Diputuskan

Dalam kesempatan yang sama, praktisi komunikasi Wildan Hakim menekankan pentingnya komunikasi publik yang terarah untuk menjawab tantangan global di sektor pangan. Ia menilai peningkatan jumlah penduduk harus diimbangi dengan peningkatan produksi pangan yang memadai.

Menurut dia, komunikasi publik yang efektif dapat membangun kesadaran kolektif masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku agar lebih produktif dan inovatif dalam mendukung ketahanan pangan.

“Komunikasi bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga membangun pemahaman dan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, praktisi hukum Fitri Wahyuni menjelaskan bahwa ketahanan pangan memiliki landasan hukum yang kuat melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. Dalam regulasi tersebut, negara berkewajiban menjamin terpenuhinya kebutuhan pangan setiap warga negara, baik dari aspek ketersediaan, keamanan, maupun keterjangkauan harga.

Baca Juga:  AHY Ditunjuk Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Fokus Benahi Whoosh

“Undang-undang ini menegaskan bahwa pangan adalah hak setiap orang. Negara harus memastikan ketersediaannya cukup, aman, dan dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Fitri.

Ia menambahkan, komunikasi publik juga memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat memahami kebijakan pemerintah terkait pangan serta membangun kepercayaan terhadap langkah-langkah yang diambil negara.

Melalui forum diskusi tersebut, para narasumber menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan hanya persoalan sektor pertanian, tetapi juga berkaitan dengan aspek ekonomi, sosial, hukum, hingga pertahanan nasional.(red)

Berita Terkait

MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda
Sekjen MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026, Pengawasan Produk Impor Diperkuat
Haedar Nashir: Pers Harus Hadirkan Informasi Independen dan Objektif
Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus di Hari Pers Muhammadiyah 2026
KOSMAK Soroti Enam Dugaan Perkara dalam Bedah Buku ‘Memberantas Korupsi Sembari Korupsi’
Menteri PPPA Minta Keamanan Siswa Dijaga Usai Temuan Senjata dan Narkotika di Sekolah
Alexius Tantrajaya Ungkap Alasan ST Burhanuddin Masih Layak Pimpin Kejagung
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Usai Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi dan TPPU

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:09 WIB

MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Sekjen MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026, Pengawasan Produk Impor Diperkuat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:55 WIB

Haedar Nashir: Pers Harus Hadirkan Informasi Independen dan Objektif

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus di Hari Pers Muhammadiyah 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:45 WIB

KOSMAK Soroti Enam Dugaan Perkara dalam Bedah Buku ‘Memberantas Korupsi Sembari Korupsi’

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB