Mulai 17 Agustus Beli BBM Subsidi Dibatasi!, Kata Luhut

Selasa, 9 Juli 2024 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

spbu pertamina

spbu pertamina

Jakarta, Mercinews.com – Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah akan terus melakukan efisiensi untuk meningkatkan penerimaan negara. Salah satunya adalah dengan mengatur BBM subsidi agar lebih tepat sasaran pemberiannya.

Dia bilang 17 Agustus 2024 ini pemberian BBM subsidi dengan harga murah tak lagi bisa sembarangan. Penerapan pembelian BBM sesuai penerima akan diterapkan.

“Pemberian subsidi yang tidak tepat (sasaran), itu sekarang Pertamina sudah menyiapkan. Kita berharap 17 Agustus ini kita sudah bisa mulai, di mana orang yang tidak berhak dapat subsidi itu akan bisa kita kurangin. Kita hitung di situ,” ungkap Luhut dalam unggahannya di Instagram resmi @luhut.pandjaitan, Selasa (9/7/2024).

Sejauh ini BBM yang disubsidi pemerintah adalah jenis solar dan Pertalite. Sementara jenis Pertamax sengaja ditahan harganya dengan kompensasi kepada Pertamina.

Lebih lanjut, masalah penggunaan BBM, Luhut juga mengatakan pemerintah berencana untuk mendorong penggunaan bioetanol secara luas. Hal ini tentu akan mengurangi impor minyak yang cukup membebankan anggaran negara. Selain itu, bioetanol bisa juga mengurangi polusi udara.

Baca Juga:  Arab Saudi tidak mengeluarkan ultimatum ke G7, terkait penyitaan aset Rusia

“Kita kan sekarang berencana ini mau mendorong segera bioetanol masuk menggantikan bensin supaya polusi udara ini juga bisa dikurangin cepat karena sulfur yang ini kan hampir 500 ppm ya. Kita mau sulfurnya itu 50 lah,” sebut Luhut.

Nah ini sekarang lagi di proses dikerjakan oleh Pertamina. Nah kalau ini semua berjalan dengan baik dari situ saya kira kita bisa menghemat lagi,” pungkasnya.

Menurut Luhut, lesunya penerimaan negara disebabkan karena inefisiensi di berbagai sektor, salah satunya adalah pemberian subsidi yang tidak tepat sasaran.

Baca Juga:  Rusia masukkan mantan ketua AFU Ukraina Sarah Ashton dalam daftar orang yang dicari

“Hal ini sebetulnya sudah mulai kami tanggulangi secara bertahap melalui digitalisasi yang telah diterapkan dalam kegiatan pemerintahan dan bisnis. Jika semua sektor pemerintahan sudah menerapkan digitalisasi, maka efisiensi bisa diciptakan, celah untuk berkorupsi bisa berkurang, dan yang paling penting penerimaan negara bisa kembali meningkat,” beber Luhut.

(m/ci)

Berita Terkait

Bank Indonesia sebut pembiayaan perbankan di Aceh tumbuh 12,71 persen
Harga Emas murni di Aceh Timur Rp 4 Juta per Mayam
Sandiaga Workshop Peningkatan Inovasi dan Kewirausahaan Kabupaten/Kota di tapanuli
Sandiaga: Wonderful Indonesia Golf Tour Batam Kepri Sebagai Destinasi Wisata Olahraga
Mendesak Diadakan Dana Alokasi Khusus Pembiayaan Angkutan Umum
Dorong Inovasi Pelaku UMKM, Sandiaga Uno Buka Workshop KaTa Kreatif di Kediri
Indonesia Mau Ekspor Listrik ke Singapura, Luhut Ajak Pengusaha China Ikutan
Begini Cara Mendapatkan Rp 10 Juta dari BPJS Ketenagakerjaan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juli 2024 - 20:00 WIB

Bank Indonesia sebut pembiayaan perbankan di Aceh tumbuh 12,71 persen

Selasa, 9 Juli 2024 - 19:13 WIB

Mulai 17 Agustus Beli BBM Subsidi Dibatasi!, Kata Luhut

Senin, 8 Juli 2024 - 18:49 WIB

Harga Emas murni di Aceh Timur Rp 4 Juta per Mayam

Jumat, 5 Juli 2024 - 12:50 WIB

Sandiaga Workshop Peningkatan Inovasi dan Kewirausahaan Kabupaten/Kota di tapanuli

Senin, 1 Juli 2024 - 15:27 WIB

Sandiaga: Wonderful Indonesia Golf Tour Batam Kepri Sebagai Destinasi Wisata Olahraga

Berita Terbaru

AFP melalui Getty Images

Olahraga

Pendapatan timnas dari Euro 2024 pun mulai diketahui

Senin, 15 Jul 2024 - 23:28 WIB