Kevin Wu: Penggerebekan Sindikat Judol di Hayam Wuruk Jadi Alarm Keras untuk Jakarta

Senin, 11 Mei 2026 - 17:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI Kevin Wu (Foto: istimewa)

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI Kevin Wu (Foto: istimewa)

“Ini alarm keras untuk Jakarta. Saya mengapresiasi langkah Polri yang berhasil membongkar sindikat judi online internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.”

Jakarta, Mercinews.com – Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kevin Wu, menilai penggerebekan sindikat judi online (judol) di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, menjadi alarm keras bagi Jakarta.

Kevin Wu mengapresiasi langkah aparat kepolisian yang membongkar dugaan operasional judol internasional tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Kevin, kasus itu tidak bisa dipandang sebagai tindak kriminal biasa. Keberadaan ratusan warga negara asing (WNA) yang diduga menjalankan aktivitas judol di gedung perkantoran kawasan pusat kota disebut menunjukkan adanya persoalan serius terkait pengawasan dan keamanan wilayah.

“Ini alarm keras untuk Jakarta. Saya mengapresiasi langkah Polri yang berhasil membongkar sindikat judi online internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat,” kata Kevin, dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).

Baca Juga:  Kevin Wu: Pemprov DKI Perlu Perkuat Perlindungan bagi Petugas Penegak Ketertiban

Ia menilai, jika benar operasional judol  dilakukan secara terorganisasi di tengah kawasan bisnis Jakarta, maka persoalan tersebut sudah berkaitan dengan pengawasan orang asing, tata kelola gedung, hingga kejahatan siber lintas negara.

“Kalau benar ada ratusan WNA yang bisa beroperasi dari gedung perkantoran di jantung kota, ini bukan lagi sekadar kasus judi online biasa, tetapi sudah menyangkut keamanan kota, pengawasan orang asing, tata kelola gedung, dan kejahatan siber lintas negara,” ujarnya.

Kevin mengingatkan, ambisi Jakarta menjadi kota global harus diimbangi dengan sistem pengawasan yang ketat agar tidak dimanfaatkan sindikat internasional untuk menjalankan bisnis ilegal.

“Jakarta sedang bicara besar soal kota global. Tapi kota global tidak boleh berubah menjadi tempat aman bagi sindikat internasional untuk menjalankan bisnis ilegal,” katanya.

Baca Juga:  Staf Administrasi KPK Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang, Kejanggalan Ponsel Terungkap

Ia juga meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan dan instansi terkait untuk mengusut tuntas jaringan judol tersebut.

Menurut Kevin, penanganan kasus tidak boleh berhenti pada operator lapangan semata, tetapi juga harus menelusuri pengendali, aliran dana, hingga pihak yang menyediakan fasilitas operasional.

“Pengelola gedung juga harus dimintai keterangan secara serius, karena kegiatan sebesar ini tidak mungkin berlangsung tanpa adanya tanda-tanda aktivitas mencurigakan,” katanya.

Selain itu, Kevin meminta penguatan deteksi dini di sejumlah lokasi yang rawan dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal, seperti gedung perkantoran, apartemen, dan rumah sewa.

Ia menilai sinergi antara Pemprov DKI Jakarta, Satpol PP, Kesbangpol, Imigrasi, dan kepolisian perlu diperkuat agar pengawasan berjalan lebih efektif.

Baca Juga:  Tri Suci Waisak 2570 BE, Kevin Wu Ajak Warga Jakarta Tebarkan Perdamaian

“Judi online ini merusak masyarakat. Korbannya bukan hanya pemain, tetapi juga keluarga, anak muda, hingga ekonomi rumah tangga. Jakarta harus ramah bagi investasi yang sehat, bukan bagi mafia judi online,” katanya.

“Judi online ini merusak masyarakat. Korbannya bukan hanya pemain, tetapi juga keluarga, anak muda, hingga ekonomi rumah tangga. Jakarta harus ramah bagi investasi yang sehat, bukan bagi mafia judi online,” tambah Kevin.

Seperti diketahui, Polisi menggerebek markas sindikat judol internasional di sebuah gedung perkantoran di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

Polisi mengamankan 321 orang yang diduga terlibat dalam operasional perjudian daring tersebut.

Dari jumlah itu, 320 orang merupakan warga negara asing (WNA), sedangkan satu lainnya warga negara Indonesia (WNI).(red)

Berita Terkait

Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 7 WNA, Kasus Paspor Palsu hingga Prostitusi
Patroli Keimigrasian, Imigrasi Denpasar Amankan Empat WNA
Pesan Nasi Padang Berujung Penipuan, Konsumen Kecewa dengan RM Pagi Sore BSD
Stafsus Menag Ungkap Status Lembaga Hamalatul Quran yang Digerebek Polisi
Konser Andrea Bocelli di Borobudur, Polda Jateng Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Imigrasi Ngurah Rai Deportasi WNA India Pemilik Dua Paspor Berbeda
Gerak Cepat Imigrasi Ngurah Rai, 12 WNA Dideportasi dari Bali dalam Dua Pekan
Diduga Terlibat Sindikat Judol, 21 WNA Diamankan Imigrasi di Kuta Bali

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 20:03 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Deportasi 7 WNA, Kasus Paspor Palsu hingga Prostitusi

Senin, 2 November 2026 - 19:49 WIB

Patroli Keimigrasian, Imigrasi Denpasar Amankan Empat WNA

Minggu, 1 November 2026 - 18:33 WIB

Pesan Nasi Padang Berujung Penipuan, Konsumen Kecewa dengan RM Pagi Sore BSD

Minggu, 1 November 2026 - 18:18 WIB

Stafsus Menag Ungkap Status Lembaga Hamalatul Quran yang Digerebek Polisi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Imigrasi Ngurah Rai Deportasi WNA India Pemilik Dua Paspor Berbeda

Berita Terbaru

Konferensi pers Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar terkait pengamanan empat warga negara asing (WNA) dalam patroli keimigrasian pada 28-29 Oktober 2026 di Kantor Imigrasi Denpasar, Senin (2/11/2026). (Foto: istimewa)

Berita

Patroli Keimigrasian, Imigrasi Denpasar Amankan Empat WNA

Senin, 2 Nov 2026 - 19:49 WIB