Empat Pekerja Bangunan Tewas di Jagakarsa, Begini Penjelasan Polisi

Sabtu, 4 April 2026 - 17:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

Jakarta, Mercinews.com – Empat pekerja bangunan dilaporkan tewas dan tiga pekerja lainnya mengalami sesak napas setelah menghirup gas dari tangki air di area basement proyek pembangunan gedung di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (3/4/2026) pagi.

Polisi kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti dari insiden yang menewaskan pekerja bangunan gedung tersebut.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Chepy Rusmanto, menjelaskan, polisi sudah mengamankan lokasi kejadian dan memasang garis polisi (police line).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan menginterogasi sejumlah saksi. Korban yang meninggal dunia maupun yang mengalami sesak napas sudah kami evakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati,” ujar Chepy dalam keterangannya, Sabtu (4/4/2026).

Baca Juga:  Modus Debt Collector Palsu, Komplotan Rampas Motor di Bekasi

Menurut informasi dari pihak kepolisian, kejadian bermula sekitar pukul 10.00 WIB ketika dua pekerja bangunan yang sedang bekerja diminta oleh mandor untuk menguras tangki air yang berada di basement proyek.

Tanpa menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai, kedua pekerja tersebut terjatuh ke dalam tangki air yang dalamnya sekitar tiga meter.

Rekan kerja mereka yang berusaha untuk menolong juga terjatuh ke dalam tangki.

Akibat kondisi di dalam yang penuh dengan gas berbahaya, suhu yang panas, serta bau menyengat, para korban dilaporkan mengalami kesulitan bernapas.

Tiga pekerja lainnya yang terpapar gas juga mengalami sesak napas dan dilarikan ke rumah sakit.

Empat korban yang meninggal dunia terdiri dari YN (32) asal Subang, MW (62) asal Cianjur, TS (63) asal Bandung Barat, dan MF (19) asal Bandung Barat.

Baca Juga:  Cuaca Jakarta Akhir Pekan: Cerah Berawan, Suhu Capai 34 Derajat Celsius

Sedangkan tiga korban yang terluka dan mengalami sesak napas adalah UJ (41), SN (63), dan AJ (47) yang semuanya berasal dari Purwakarta.

Penyelidikan Terus Berlanjut

Polisi saat ini sedang mendalami penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. Mereka mencurigai adanya kelalaian dalam prosedur keselamatan kerja yang diterapkan di proyek tersebut.

Sumber dari kepolisian mengatakan, proyek tersebut seharusnya memastikan bahwa para pekerja menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai saat bekerja di area berbahaya seperti basement yang mengandung gas dan udara tak sehat.

Hingga kini, penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk mengetahui apakah pihak manajemen proyek telah mematuhi standar keselamatan kerja yang berlaku.

Baca Juga:  Pemulangan Jemaah Haji 2026 Dimulai, Proses Bandara Dipangkas 45 Menit

Selain itu, polisi juga akan memeriksa apakah ada kelalaian dalam pengawasan keselamatan kerja di lokasi proyek.

Manajer proyek atau pihak yang bertanggung jawab atas pekerjaan ini hingga kini belum memberikan keterangan resmi.

Namun, pihak keluarga korban menyatakan bahwa mereka berharap pihak berwenang dapat mengungkapkan penyebab pasti kecelakaan ini dan menuntut agar para pelaku kelalaian bertanggung jawab.

Di sisi lain, Ketua Serikat Pekerja Bangunan Jakarta, Bramantya Admaja, mengungkapkan kekhawatiran terhadap keselamatan pekerja di proyek tersebut.

“Kami mendesak pihak berwajib untuk segera mengusut tuntas penyebab terjadinya kecelakaan ini, serta memastikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Pekerja kami sangat rentan terhadap bahaya jika tidak dilindungi dengan benar,” kata Bramantya.(red)

Berita Terkait

Gempa M 7,7 Guncang NTT, BNPB Minta Warga Jauhi Pantai
Cuaca Jakarta Akhir Pekan: Cerah Berawan, Suhu Capai 34 Derajat Celsius
Imigrasi Ungkap WNA Israel di Bali Masuk RI Pakai Paspor Negara Kedua
Tramadol Berkurang di Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Pindah Lapak ke Jakbar
Bareskrim Periksa 8 Tersangka Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin dari Bintan
Polisi Tangkap Dua Orang Terkait Dugaan Penistaan Agama di Festival Musik Ancol
Jukir Ilegal Kembali Resahkan Warga, Kevin Wu Desak Pemprov DKI Bertindak
Patroli Dharma Dewata, Imigrasi Bali Tindak 66 WNA dari 27 Negara

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Gempa M 7,7 Guncang NTT, BNPB Minta Warga Jauhi Pantai

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:26 WIB

Cuaca Jakarta Akhir Pekan: Cerah Berawan, Suhu Capai 34 Derajat Celsius

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:51 WIB

Imigrasi Ungkap WNA Israel di Bali Masuk RI Pakai Paspor Negara Kedua

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:54 WIB

Bareskrim Periksa 8 Tersangka Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin dari Bintan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:32 WIB

Polisi Tangkap Dua Orang Terkait Dugaan Penistaan Agama di Festival Musik Ancol

Berita Terbaru

Bangunan di Flores NTT terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7, Sabtu (15/8/2026) dini hari. (Foto: Tangkapan Layar Video)

Berita

Gempa M 7,7 Guncang NTT, BNPB Minta Warga Jauhi Pantai

Sabtu, 15 Agu 2026 - 10:43 WIB