Disambut dengan penuh haru, relawan MER-C kembali ke tanah air setelah misi di Gaza

Sabtu, 22 Juni 2024 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Rasilnews: Disambut dengan penuh haru, di Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta, relawan MER-C kembali ke tanah air pada (22/6/2024) setelah misi Kemanusiaan di Gaza

Foto: Rasilnews: Disambut dengan penuh haru, di Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta, relawan MER-C kembali ke tanah air pada (22/6/2024) setelah misi Kemanusiaan di Gaza

Jakarta, Mercinews.com – Setelah melalui perjalanan panjang dan penuh tantangan, tiga relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) akhirnya tiba kembali di tanah air, Indonesia, pada sabtu 22/6/2024).

Mereka adalah Ita Muswita (Ketua Tim/Bidan & Perawat Bedah), Asrina Sari (Perawat), dan Nadia Rosi (Perawat), yang telah mengabdi di Gaza selama lebih dari dua bulan, memberikan bantuan medis kepada warga yang terdampak konflik berkepanjangan.

Setelah tertahan di Rafah, kota di selatan Gaza, karena situasi keamanan yang tidak menentu, para relawan akhirnya berhasil kembali. Mereka harus melewati berbagai rintangan sebelum tiba di Indonesia. Uni Ita, panggilan akrab Ita Muswita, menceritakan kisah penuh haru dan keteguhan hatinya kepada Radio Silaturahim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami masuk ke Gaza melalui perbatasan Rafah dan bertugas di sana selama 2,5 bulan. Setiap hari di sana adalah perjuangan. Kami keluar lewat Kerem Shalom dan kemudian tinggal di Yordania, menunggu tim ke-4 masuk ke Gaza, baru kemudian kami kembali ke tanah air,” ungkap Uni Ita dengan suara yang bergetar, mengenang masa-masa sulit tersebut.

Baca Juga:  Menlu RI Kutuk Serangan 11 Rudal Israel ke Area RS Indonesia di Gaza Utara

Selama bertugas, mereka menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan peralatan medis hingga ancaman keselamatan. Namun, semangat untuk membantu sesama tidak pernah padam.

“Alhamdulillah, saya diberi kesempatan oleh MER-C untuk ikut misi ini. Dari sekian banyak misi yang saya ikuti, misi ke Gaza lah yang paling banyak menguras air mata. Kondisi di Gaza sangat memprihatinkan, tidak ada tempat yang benar-benar aman. Namun, insya Allah, jika diberi kesempatan lagi, saya dan teman-teman siap untuk kembali demi misi kemanusiaan,” tambahnya dengan penuh semangat.

Baca Juga:  Suroto Cerita Saat Vina Minta Tolong dan ada 2 polisi Bawa kedua korban

Uni Ita juga mengungkapkan pelajaran berharga yang didapatnya dari Gaza. “Dari Gaza, saya belajar arti sebenarnya dari ‘InsyaAllah’. Di sana, InsyaAllah bukan sekadar janji, tapi sebuah pengingat bahwa ‘hari ini kita hidup, mungkin besok kita belum tentu…’. “Setiap hari adalah anugerah yang harus disyukuri,” katanya sambil menahan air mata.

Kepulangan mereka disambut dengan tangis haru oleh tim MER-C lainnya yang telah menunggu. Banyak dari mereka yang menitikkan air mata, tidak hanya karena bahagia melihat rekan-rekan mereka kembali dengan selamat, tetapi juga karena rasa bangga dan hormat atas keberanian dan dedikasi yang ditunjukkan. “Kami sangat bangga dengan apa yang telah mereka lakukan. Mereka adalah pahlawan sejati,” ujar salah satu anggota tim MER-C yang menyambut.

Baca Juga:  KPK Sebut Telah Deteksi Kejanggalan Harta Pejabat Ditjen Pajak Rafael Alun Sejak 2020

Suasana penyambutan di bandara dipenuhi dengan keharuan. Wajah-wajah yang lelah namun penuh semangat itu, menjadi saksi bisu dari kisah pengorbanan dan keberanian yang tak ternilai harganya. Mereka bukan hanya membawa kembali cerita tentang penderitaan dan perjuangan, tetapi juga harapan dan inspirasi. Kisah mereka adalah pengingat bahwa kemanusiaan masih hidup, bahkan di tengah Genosida yang berlangsung.

Relawan MER-C telah menunjukkan kepada dunia bahwa kemanusiaan tidak mengenal batas. Mereka telah menanamkan semangat kemanusiaan yang tak tergoyahkan, sebuah teladan yang patut ditiru oleh kita semua. Semoga langkah mereka menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus berjuang demi kemanusiaan dan keadilan.

(m/ci)

Sumber Berita : Rasilnews

Berita Terkait

Usai kalah Lawan Pegi Setiawan di Praperadilan, Kapolri Tetap Usut Kasus Vina Cirebon
Gus Yahya Minta Maaf terkait 5 Aktivis NU Temui Presiden Israel Isaac Herzog
Pejuang subuh masjid raya pondok indah serahkan donasi kemanusiaan Gaza melalui MER-C
Lima Kader Nahdliyin Terancam Dipecat PBNU Buntut Temui Presiden Israel
PBNU akan panggil lima nahdiyin yang bertemu Presiden Israel Isaac Herzog
Bahlil Ungkap Progres di IKN Jelang Upacara Kemerdekaan RI pada 17 Agustus
Polri hargai kritik Wapres Ma’ruf Amin mengenai kasus Pegi Setiawan
Kitabisa Salurkan Donasi Tahap 4 untuk Palestina Melalui MER-C

Berita Terkait

Rabu, 17 Juli 2024 - 19:58 WIB

Usai kalah Lawan Pegi Setiawan di Praperadilan, Kapolri Tetap Usut Kasus Vina Cirebon

Selasa, 16 Juli 2024 - 19:20 WIB

Gus Yahya Minta Maaf terkait 5 Aktivis NU Temui Presiden Israel Isaac Herzog

Selasa, 16 Juli 2024 - 18:29 WIB

Pejuang subuh masjid raya pondok indah serahkan donasi kemanusiaan Gaza melalui MER-C

Senin, 15 Juli 2024 - 18:04 WIB

Lima Kader Nahdliyin Terancam Dipecat PBNU Buntut Temui Presiden Israel

Senin, 15 Juli 2024 - 17:32 WIB

PBNU akan panggil lima nahdiyin yang bertemu Presiden Israel Isaac Herzog

Berita Terbaru

Tangkapan layar video helikopter jatuh di Pecatu, Kuta Selatan, Jumat (19/7/2024). (Tangkapan layar)

Daerah

Sebuah Helikopter Jatuh di Bali ekornya hancur

Jumat, 19 Jul 2024 - 16:07 WIB

Jokowi mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, Kamis (18/7/3024) dini hari/ (Mercinews/Pemerintah Aceh)

Aceh

Usai kunker ke UEA, Jokowi transit sejenak di Aceh

Jumat, 19 Jul 2024 - 15:39 WIB