Dirjen KI Hermansyah Siregar: Sinergi ASEAN Kunci Hadapi Tantangan AI

Senin, 6 April 2026 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirjen KI Hermansyah Siregar (kelima dari kiri) bersama pimpinan kantor kekayaan intelektual negara-negara ASEAN bersama mitra strategis dari World Intellectual Property Organization (WIPO) pada pertemuan ASEAN Working Group on Intellectual Property Cooperation (AWGIPC) di Badung, Bali, Senin (6/4/2026).(Foto: Istimewa)

Dirjen KI Hermansyah Siregar (kelima dari kiri) bersama pimpinan kantor kekayaan intelektual negara-negara ASEAN bersama mitra strategis dari World Intellectual Property Organization (WIPO) pada pertemuan ASEAN Working Group on Intellectual Property Cooperation (AWGIPC) di Badung, Bali, Senin (6/4/2026).(Foto: Istimewa)

Bali, Mercinews.com – Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI) Kementerian Hukum (Kemenkum) RI, Hermansyah Siregar, menegaskan sinergi antarnegara ASEAN menjadi kunci dalam menghadapi tantangan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), khususnya dalam perlindungan dan pengelolaan kekayaan intelektual.

Pernyataan tersebut disampaikan Dirjen KI dalam forum pimpinan kantor kekayaan intelektual negara-negara ASEAN bersama mitra strategis dari World Intellectual Property Organization (WIPO) pada pertemuan ASEAN Working Group on Intellectual Property Cooperation (AWGIPC) di Badung, Bali, Senin (6/4/2026).

Dalam forum tersebut, Hermansyah Siregar, menilai kolaborasi lintas negara diperlukan untuk memperkuat daya saing kawasan di tengah dinamika global.

Ia menyebutkan, harmonisasi kebijakan dan pertukaran data antarnegara menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem kekayaan intelektual di ASEAN.

“Perkembangan teknologi AI membawa tantangan baru dalam perlindungan karya intelektual,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia, kata dia, tengah menyiapkan kebijakan untuk mengatur pemanfaatan teknologi tersebut agar tetap menempatkan manusia sebagai pencipta utama.

Menurut Hermansyah, penggunaan AI tidak dapat dihindari, namun harus tetap berada dalam koridor yang menjaga peran manusia dalam proses kreatif.

Dalam pembahasan forum AWGIPC, sejumlah isu strategis turut menjadi perhatian, antara lain penguatan tata kelola pertukaran data, peningkatan layanan paten, optimalisasi komersialisasi kekayaan intelektual, serta pengelolaan royalti musik digital lintas negara.

Baca Juga:  Semarak Hari Pengayoman, Kemenkum Bali Gelar Jalan Santai hingga Permainan Tradisional

Ia juga menyoroti ketimpangan penerimaan royalti musik digital di berbagai negara.

Perbedaan standar dinilai menyebabkan kreator Indonesia belum memperoleh hak ekonomi yang setara meskipun memiliki tingkat pemutaran yang sama.

Untuk itu, ia mendorong adanya transparansi dan standar yang lebih adil dalam sistem royalti global guna memastikan kreator mendapatkan manfaat ekonomi yang proporsional.

Lebih lanjut, Hermansyah menyebutkan bahwa indeks inovasi negara-negara ASEAN saat ini masih berada pada kisaran peringkat 30 hingga 50 dunia.

Baca Juga:  Din Syamsudin Ambruk Usai Orasi di Patung Kuda Aksi Sidang Putusan Pilpres di MK

“Oleh karena itu, penguatan ekosistem kekayaan intelektual dinilai penting untuk meningkatkan daya saing kawasan dalam beberapa tahun ke depan,” tegasnya.

Selain itu, Hermansyah juga mengingatkan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual di daerah yang memiliki kekayaan budaya, seperti Bali, agar karya-karya lokal dapat terlindungi dari potensi klaim pihak lain

Ia berharap Forum AWGIPC yang berlangsung pada 6 – 10 April 2026 tersebut dapat menghasilkan kebijakan strategis yang tidak hanya memperkuat perlindungan hukum, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas.(red)

Berita Terkait

MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda
Sekjen MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026, Pengawasan Produk Impor Diperkuat
Haedar Nashir: Pers Harus Hadirkan Informasi Independen dan Objektif
Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus di Hari Pers Muhammadiyah 2026
KOSMAK Soroti Enam Dugaan Perkara dalam Bedah Buku ‘Memberantas Korupsi Sembari Korupsi’
Menteri PPPA Minta Keamanan Siswa Dijaga Usai Temuan Senjata dan Narkotika di Sekolah
Alexius Tantrajaya Ungkap Alasan ST Burhanuddin Masih Layak Pimpin Kejagung
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Usai Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi dan TPPU

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:09 WIB

MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Sekjen MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026, Pengawasan Produk Impor Diperkuat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:55 WIB

Haedar Nashir: Pers Harus Hadirkan Informasi Independen dan Objektif

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus di Hari Pers Muhammadiyah 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:45 WIB

KOSMAK Soroti Enam Dugaan Perkara dalam Bedah Buku ‘Memberantas Korupsi Sembari Korupsi’

Berita Terbaru