Jakarta, Mercinews.com – Staf Khusus (Stafsus) Menteri Agama (Menag) RI Gugun Gumilar bertemu dengan Dubes Chile untuk Indonesia, ASEAN, dan Timor-Leste Mario Ignacio Artaza Loyola. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dengan membahas berbagai peluang kerja sama antara Indonesia dan Chile.
Gugun menyampaikan apresiasi atas keramahan Dubes Mario yang menjamu delegasi Indonesia. Obrolan mereka mengalir dari pendidikan, kepemimpinan pemuda, pertukaran budaya, sampai harmoni beragama dan keberlanjutan.
“Sebagai dua negara Pasifik yang menghubungkan Asia Tenggara dan Amerika Latin, Indonesia dan Chile punya kesempatan unik membangun jembatan pemahaman, kerja sama, dan kewarganegaraan global,” ujar Gugun, Jumat (5/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Diskusi tak berhenti di level diplomasi formal. Keduanya sepakat persahabatan antar bangsa lahir dari hubungan antarmasyarakat yang nyata.
Visi bersama yang mengemuka yakni memperkuat kemitraan antara lembaga, komunitas, pemimpin muda, dan organisasi pendidikan.
“Tujuannya jelas untuk mendorong perdamaian, inklusi, dialog antarbudaya, dan pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Gugun menekankan, meski dipisahkan lautan luas, Indonesia dan Chile terhubung Samudra Pasifik. Nilai yang menyatukan keduanya: dialog, pendidikan, budaya, dan kerja sama sebagai instrumen ampuh untuk perdamaian.
“Aliansi Asia dan Amerika Latin ini bukan cuma peluang diplomatik, tapi jembatan strategis antara dua kawasan dinamis yang membentuk masa depan Global Selatan,” katanya.
Pertemuan ditutup dengan harapan yang sama. Indonesia dan Chile terus menempa jalan baru persahabatan, meninggalkan warisan kemitraan yang bermanfaat untuk generasi mendatang di kedua negara.(red)






