AWG Soroti Masa Depan Palestina dan Hukum Internasional dalam Seminar 78 Tahun Nakba

Minggu, 17 Mei 2026 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana seminar bertajuk

Suasana seminar bertajuk "78 Tahun Nakba dan Masa Depan Palestina dalam Perspektif Hukum Internasional Pasca Board of Peace". Seminar berlangsung di Aula HB Jassin Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Ahad 17 Mei 2026 (Foto: Dokumentasi AWG)

“Tragedi Nakba bukan sekadar catatan sejarah, melainkan tragedi kemanusiaan yang dampaknya masih dirasakan hingga kini melalui penjajahan, blokade, pengusiran warga sipil, penghancuran fasilitas umum, hingga berbagai pelanggaran hukum internasional yang terus terjadi di Palestina, khususnya di Gaza dan kawasan Masjid Al-Aqsa.”

Jakarta, Mercinews.com – Aqsa Working Group (AWG) menyoroti masa depan Palestina dan penerapan hukum internasional dalam seminar peringatan 78 Tahun Nakba yang digelar di Aula HB Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Ahad (17/5/2026).

Seminar bertajuk “78 Tahun Nakba dan Masa Depan Palestina dalam Perspektif Hukum Internasional Pasca Board of Peace” itu dihadiri sejumlah diplomat, akademisi, aktivis kemanusiaan, dan tokoh masyarakat. Di antaranya Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah AK Al-Sattari, Pembina Utama AWG Imaam Yakhsyallah Mansur, Aktivis Global Sumud Flotilla Wanda Hamidah, serta Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI Ahrul Tsani Fathurrahman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Pelaksana Seminar, Khairunnisa, mengatakan, kegiatan tersebut diselenggarakan untuk menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap tragedi kemanusiaan yang masih berlangsung di Palestina.

Baca Juga:  Terobos Lampu Merah Menteri Garis Keras Israel Celaka dan dilarikan Ke RS

“Seminar ini diselenggarakan agar kita tidak melupakan sejarah tragedi kemanusiaan Nakba. Kami tidak hanya membahas masa lalu, tetapi juga luka yang masih berdarah hingga saat ini,” ujar Khairunnisa.

Nakba merujuk pada peristiwa 15 Mei 1948 ketika ratusan ribu warga Palestina terusir dari rumah mereka setelah deklarasi berdirinya negara Israel. Peristiwa tersebut menyebabkan sekitar 750.000 warga Palestina menjadi pengungsi dan memicu konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.

Menurut Khairunnisa, tragedi Nakba bukan sekadar catatan sejarah, melainkan bentuk penjajahan yang dinilai terus berlangsung hingga saat ini dalam berbagai bentuk.

“Kami menyelenggarakan seminar ini untuk menegaskan bahwa Nakba belum sepenuhnya berakhir. Mengaitkan peristiwa 1948 dengan kebijakan-kebijakan modern di Davos 2026 memperkuat narasi Nakba yang terus hidup dalam setiap kebijakan yang mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga supremasi hukum internasional agar tidak dikalahkan oleh kepentingan politik global.

Baca Juga:  PBB Kecam Israel, Terkait Pindahkan Warga sipil Palestina dari Rafah

“Seminar ini adalah komitmen kita untuk memastikan bahwa hukum internasional tidak boleh terpinggirkan oleh kepentingan politik,” ujarnya.

Pengingat bagi Dunia Internasional

Pada kesempatan yang sama, Ketua Presidium AWG M Anshorullah menyatakan, peringatan Nakba harus menjadi pengingat bagi dunia internasional bahwa penjajahan dan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Palestina masih terus terjadi.

“Peringatan Nakba bukan hanya untuk mengenang peristiwa tragis tahun 1948, namun juga untuk mengingatkan bahwa penjajahan, pengusiran warga Palestina, dan pelanggaran hak asasi manusia masih terjadi hingga saat ini. Komunitas internasional seharusnya tidak membiarkan penjajahan dan genosida di Palestina dianggap sebagai hal biasa,” ujarnya.

Ia menegaskan, dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina merupakan amanat konstitusi dan bagian dari komitmen terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal.

“Dalam konstitusi, Indonesia memiliki mandat untuk menolak semua bentuk penjajahan di seluruh dunia. Oleh karena itu, dukungan untuk Palestina harus terus berada dalam rangka pembelaan terhadap kemerdekaan, keadilan, dan hak rakyat Palestina untuk hidup bebas di tanah mereka sendiri,” katanya.

Baca Juga:  Gencatan senjata Gaza selesai, AS jalin dialog langsung dengan Hamas

Menurut Anshorullah, tragedi Nakba bukan sekadar catatan sejarah, melainkan tragedi kemanusiaan yang dampaknya masih dirasakan hingga kini melalui penjajahan, blokade, pengusiran warga sipil, penghancuran fasilitas umum, hingga berbagai pelanggaran hukum internasional yang terus terjadi di Palestina, khususnya di Gaza dan kawasan Masjid Al-Aqsa.

Ia juga menyebut, setelah 78 tahun berlalu, berbagai instrumen hukum internasional dinilai belum mampu menghentikan agresi militer, blokade, dan konflik kemanusiaan yang terjadi di Palestina.

Selain itu, Anshorullah turut menyinggung keberadaan Board of Peace (BoP) yang disebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai solusi damai bagi Palestina. Menurutnya, hingga kini forum tersebut belum menunjukkan hasil nyata terhadap penyelesaian konflik Palestina.

Ia menilai posisi Indonesia yang telah bergabung dalam BoP menghadirkan tantangan diplomatik tersendiri dalam menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina sesuai amanat konstitusi.(red)

Berita Terkait

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak
Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda
Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un
Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI
Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah
Ledakan di Restoran Moskow Tewaskan Tiga Orang, 21 Lainnya Terluka
Kuwait Aktifkan Pertahanan Udara setelah Iran Klaim Serang Fasilitas Militer AS
ISTAF Imposes Interim Bans on Eight Thai Sepaktakraw Officials Over World Cup Final Incident

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 09:22 WIB

Serangan Houthi ke Arab Saudi Bikin Harga Minyak Dunia Kembali Bergejolak

Minggu, 6 September 2026 - 23:46 WIB

Perluas Jejaring Global, Mathla’ul Anwar Buka Perwakilan di Belanda

Selasa, 18 Agustus 2026 - 23:20 WIB

Trump Marahi Wartawan saat Ditanya Hubungannya dengan Kim Jong Un

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:18 WIB

Raja Salman hingga AS Beri Ucapan Selamat HUT ke-81 RI

Rabu, 12 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Pasar Menanti Data Inflasi AS dan Perkembangan Timur Tengah

Berita Terbaru

Heru Riyadi, S.H., M.H. (Foto: istimewa)

Opini

Mutasi Polri Harus Menjawab Harapan Masyarakat

Sabtu, 17 Okt 2026 - 22:55 WIB