Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Menyikapi Sayembara Tangkap Begal

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mapolda Jabar (Foto: istimewa)

Mapolda Jabar (Foto: istimewa)

Jakarta, Mercinews.com – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra meminta Polda Jabar meningkatkan patroli keamanan sebagai respons terhadap polemik sayembara penangkapan begal yang disampaikan Gubernur Dedi Mulyadi.

Menurut Yusril, langkah preventif melalui penguatan patroli lebih efektif untuk menjaga keamanan masyarakat sekaligus mencegah aksi kejahatan jalanan.

Yusril mengatakan, peningkatan patroli perlu difokuskan pada kawasan yang selama ini rawan terjadi aksi pembegalan. Kehadiran aparat kepolisian di lapangan dinilai penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menjalankan fungsi Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban.

“Saya meminta Polri, khususnya Polda Jabar, meningkatkan patroli keamanan, terutama di kawasan-kawasan yang ditengarai banyak terjadi aksi pembegalan yang menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat,” kata Yusril dalam keterangannya, Minggu (26/7/2026).

Selain memperkuat patroli, Yusril meminta kepolisian meningkatkan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan kejahatan serta tata cara melaporkan dugaan tindak pidana kepada aparat penegak hukum.

Baca Juga:  Perkuat Pengawasan WNA, Imigrasi Kukuhkan Satgas Patroli Dharma Dewata di Bali

Menurut dia, masyarakat perlu dilibatkan dalam menjaga keamanan lingkungan, tetapi tetap harus berada dalam koridor hukum.

“Menjaga keamanan adalah tanggung jawab bersama, tetapi penegakan hukum tetap harus dilakukan oleh aparat yang berwenang,” ujarnya.

Yusril juga mengingatkan bahwa negara berkewajiban memberikan perlindungan kepada setiap warga negara. Korban pembegalan harus memperoleh jaminan atas keselamatan jiwa dan harta bendanya. Namun, pelaku tindak pidana juga tetap memiliki hak untuk diproses sesuai mekanisme hukum yang berlaku.

Ia menegaskan pelaku pembegalan harus ditangkap hidup-hidup, diadili secara adil, dan dijatuhi hukuman berdasarkan putusan pengadilan. Karena itu, tindakan main hakim sendiri hingga mengakibatkan pelaku meninggal dunia tidak dapat dibenarkan dan justru berpotensi melanggar hak asasi manusia.

Baca Juga:  Waspada ‘El Nino Godzilla’, PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini Karhutla

Yusril turut menyoroti wacana pemberian hadiah bagi warga yang membantu menangkap pelaku begal. Menurut dia, pelaksanaannya tidak sederhana karena penetapan seseorang bersalah merupakan kewenangan pengadilan yang baru berkekuatan hukum setelah putusan inkrah.

“Penanganan kejahatan harus tetap mengedepankan mekanisme hukum dan diserahkan kepada aparat penegak hukum,” pungkasnya.(red)

Berita Terkait

Mantan Jubir KPK Febri Diansyah Kini Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Beredar Klaim Jokowi Minta Dana MBG untuk IKN, Ini Faktanya
Lantik Wakajagung hingga Jampidsus Baru, Jaksa Agung Minta Jaga Integritas
Bali Silent Disco Run Berujung Cekal, Dua WNA Asal Belanda Ditindak Imigrasi
PalmCo Siapkan Pemimpin Muda Hadapi Tantangan Industri Sawit Global
PTPN IV PalmCo Dorong Riset Terapan Tingkatkan Produktivitas Sawit
Cegah Stunting di Jakarta Utara, PTTEP Indonesia dan Dompet Dhuafa Edukasi Warga Rusun Rorotan
Nanik Deyang Pamit ke Prabowo, Mundur dari Jabatan Kepala BGN

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:58 WIB

Yusril Minta Polda Jabar Tingkatkan Patroli Menyikapi Sayembara Tangkap Begal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:29 WIB

Mantan Jubir KPK Febri Diansyah Kini Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:23 WIB

Beredar Klaim Jokowi Minta Dana MBG untuk IKN, Ini Faktanya

Jumat, 24 Juli 2026 - 23:01 WIB

Lantik Wakajagung hingga Jampidsus Baru, Jaksa Agung Minta Jaga Integritas

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:51 WIB

PalmCo Siapkan Pemimpin Muda Hadapi Tantangan Industri Sawit Global

Berita Terbaru