Indonesia Optimistis Jadi Anggota OECD dalam Tiga Tahun, Menko Yusril: Ini Langkah Besar untuk Ekonomi Indonesia

Rabu, 11 Juni 2025 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, MERCINEWS.COM – Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyatakan optimisme bahwa Indonesia akan menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam waktu tiga tahun ke depan. Hal ini, menurut Yusril, merupakan bagian dari ambisi besar Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen dan keluar dari status negara berpendapatan menengah pada 2045.

“Dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi, insya Allah, maksimum tiga tahun lagi Indonesia akan menjadi anggota OECD,” ungkap Yusril dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (11/6/2025).

Baca Juga:  Prabowo, Indonesia dan Neoliberalisme

Menurut Yusril, salah satu langkah krusial untuk bergabung dengan OECD adalah memenuhi berbagai komitmen, salah satunya terkait dengan aksesi terhadap konvensi-konvensi yang ada di organisasi internasional tersebut. Komitmen Indonesia termasuk dalam hal pemberantasan korupsi, menciptakan lingkungan yang mendukung investasi, serta menegakkan hukum yang adil dan transparan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto telah menyerahkan initial memorandum kepada Sekretaris Jenderal OECD Mathias Cormann di sela-sela pertemuan tingkat menteri OECD di Paris pada Selasa (3/6/2025). Pemerintah juga mengirimkan surat dari Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyatakan komitmen Indonesia untuk bergabung dalam Konvensi Anti-Suap dan Kelompok Kerja Anti-Suap OECD.

Airlangga menambahkan bahwa Indonesia juga aktif dalam berbagai organisasi internasional strategis lainnya, seperti BRICS, dan sedang dalam proses aksesi untuk bergabung dengan Comprehensive and Progressive Agreement to Trans-Pacific Partnership (CPTPP), selain keanggotaan dalam OECD.

Baca Juga:  Jelang KTT SCO, Putin bertemu dengan Presiden Mongolia Ukhnagiin Khurelsukh

OECD sendiri merupakan organisasi internasional yang memiliki 38 negara anggota, dengan mayoritas anggotanya adalah negara maju. Ke-38 negara ini menyumbang 46 persen dari total produk domestik bruto (PDB) global dan 70 persen perdagangan dunia.

Berita Terkait

Kebun Bah Jambi PTPN IV Perkuat Ekonomi Simalungun, Serap Lebih dari 500 Tenaga Kerja Lokal
PTPN IV PalmCo Catat Produktivitas Kebun Sawit Mitra 20,18 Ton per Hektare
SIEXPO 2026, PTPN IV PalmCo Perkenalkan Inovasi Digital dan Teknologi Sawit
PTPN IV PalmCo Serap 1.328 Peserta Magang
Laba Bersih KAI Turun Jadi Rp 314 Miliar pada Semester I 2026
PTPN IV PalmCo Borong Tiga Penghargaan Tata Kelola, Bukti Penguatan Kinerja dan Efisiensi
PTPN IV PalmCo Percepat Sertifikasi SDM, Targetkan 5.120 Tenaga Kerja Kompeten
Prabowo Sebut Tim BRIN Temukan Cadangan Emas dan Mineral Baru di Pegunungan Papua

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 17:42 WIB

Kebun Bah Jambi PTPN IV Perkuat Ekonomi Simalungun, Serap Lebih dari 500 Tenaga Kerja Lokal

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:09 WIB

PTPN IV PalmCo Catat Produktivitas Kebun Sawit Mitra 20,18 Ton per Hektare

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:14 WIB

SIEXPO 2026, PTPN IV PalmCo Perkenalkan Inovasi Digital dan Teknologi Sawit

Rabu, 5 Agustus 2026 - 17:56 WIB

PTPN IV PalmCo Serap 1.328 Peserta Magang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:34 WIB

Laba Bersih KAI Turun Jadi Rp 314 Miliar pada Semester I 2026

Berita Terbaru