Try Sutrisno Wafat, Tokoh Militer yang Mengawal Indonesia dari Era ABRI ke Reformasi

Selasa, 3 Maret 2026 - 00:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Try Sutrisno wafat pada pada usia 90 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (2/3/2026).(Foto: Mercinews.com)

Try Sutrisno wafat pada pada usia 90 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (2/3/2026).(Foto: Mercinews.com)

Jakarta, Mercinews.com – Wakil Presiden (Wapres) ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno, wafat pada usia 90 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB. Kepergian purnawirawan jenderal TNI tersebut menandai berakhirnya jejak panjang seorang prajurit yang mengawal Indonesia dari era Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) hingga masa transisi menuju reformasi.

Kabar duka disampaikan mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Albertus Budi Sulistya. Jenazah almarhum disemayamkan di kediaman pribadinya di Jalan Purwakarta, Menteng, Jakarta Pusat, sebelum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan. Sejak pagi, ratusan warga dan tokoh masyarakat berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.

Baca Juga:  Tito Karnavian ungkap pasokan senjata KKB Papua dari Filipina, Papua Nugini, dan Ambon

Dari Surabaya ke Pucuk Pimpinan ABRI

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Try Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur, 15 November 1935. Ia menempuh pendidikan militer di Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) dan memulai karier sebagai perwira Zeni TNI Angkatan Darat. Pada masa awal pengabdiannya, ia terlibat dalam berbagai operasi militer dalam negeri pada akhir 1950-an hingga awal 1960-an, termasuk operasi terkait integrasi Irian Barat.

Kariernya berkembang melalui jalur komando dan staf. Pada 1970-an hingga awal 1980-an, ia dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya Panglima Kodam IV/Sriwijaya dan Panglima Kodam V/Jaya. Pada Agustus 1985, ia diangkat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Wakasad), kemudian menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) pada 1986.

Baca Juga:  BEM UI Unggah 'Puan Berbadan Tikus' Protes Perppu Cipta Kerja

Puncak karier militernya dicapai pada 1988 saat ia dilantik sebagai Panglima ABRI, menggantikan Jenderal TNI L. B. Moerdani. Pada masa itu, ABRI mencakup TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, serta Kepolisian Republik Indonesia. Ia menjabat sebagai Pangab hingga 1993.

Wapres pada Masa Akhir Orde Baru

Pada Sidang Umum MPR 1993, Try Sutrisno terpilih sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia mendampingi Presiden Soeharto untuk masa jabatan 1993–1998. Ia menjabat pada periode akhir pemerintahan Orde Baru, masa yang kemudian diikuti perubahan besar dalam sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia.

Baca Juga:  Pembangunan RSIA Indonesia di Gaza City Palestina dimulai April 2025

Setelah purna tugas sebagai wakil presiden, Try tetap aktif dalam kegiatan kebangsaan dan organisasi purnawirawan TNI. Ia dikenal sebagai figur militer yang meniti karier dari satuan teknis hingga pucuk pimpinan ABRI, sebelum berkiprah di panggung politik nasional.

Jejak Pengabdian

Sepanjang hidupnya, Try Sutrisno mengabdikan diri melalui jalur militer dan pemerintahan. Dari perwira Zeni hingga Panglima ABRI dan Wakil Presiden Republik Indonesia, perjalanan kariernya mencerminkan dinamika sejarah Indonesia pada paruh akhir abad ke-20.

Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Sosoknya dikenang sebagai prajurit dan negarawan yang mengabdikan hidupnya bagi negara, sekaligus saksi perjalanan Indonesia dari era ABRI menuju masa reformasi.(red)

Berita Terkait

MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda
Sekjen MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026, Pengawasan Produk Impor Diperkuat
Haedar Nashir: Pers Harus Hadirkan Informasi Independen dan Objektif
Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus di Hari Pers Muhammadiyah 2026
KOSMAK Soroti Enam Dugaan Perkara dalam Bedah Buku ‘Memberantas Korupsi Sembari Korupsi’
Menteri PPPA Minta Keamanan Siswa Dijaga Usai Temuan Senjata dan Narkotika di Sekolah
Alexius Tantrajaya Ungkap Alasan ST Burhanuddin Masih Layak Pimpin Kejagung
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Usai Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Korupsi dan TPPU

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:09 WIB

MASDA Jabar Dorong Kejagung Perkuat Edukasi Hukum Berbasis Budaya Sunda

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:16 WIB

Sekjen MUI Dukung Wajib Halal Oktober 2026, Pengawasan Produk Impor Diperkuat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:55 WIB

Haedar Nashir: Pers Harus Hadirkan Informasi Independen dan Objektif

Kamis, 13 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Haedar Nashir Terima Kartu Wartawan Utama Khusus di Hari Pers Muhammadiyah 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:45 WIB

KOSMAK Soroti Enam Dugaan Perkara dalam Bedah Buku ‘Memberantas Korupsi Sembari Korupsi’

Berita Terbaru

Konsolidasi perdana jajaran pengurus DPD Partai Golkar Sumsel masa bakti 2025-2030 di Aula DPD Partai Golkar Sumsel, Palembang, Minggu (30/8/2026). (Foto: istimewa)

Daerah

Golkar Sumsel Fokus Konsolidasi Internal Pasca-Musda

Senin, 31 Agu 2026 - 17:47 WIB