Rayakan Tahun Baru Bersama Pengungsi, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Penanganan Bencana

Kamis, 1 Januari 2026 - 23:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menghabiskan malam Tahun Baru 2026 bersama warga terdampak bencana di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (31/12/2025). (Foto: Dok BPMI Setpres)

Presiden Prabowo Subianto menghabiskan malam Tahun Baru 2026 bersama warga terdampak bencana di Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (31/12/2025). (Foto: Dok BPMI Setpres)

MERCINEWS.COM – Presiden Prabowo Subianto merayakan malam pergantian tahun 2025 ke 2026 bersama para pengungsi saat melakukan kunjungan kerja ke wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara dan Aceh.

Momentum tersebut dimanfaatkan Presiden untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat penanganan bencana, mulai dari fase darurat hingga pemulihan pascabencana.

Presiden mengawali kunjungan kerjanya di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu (31/12/2025). Di daerah tersebut, Presiden meninjau langsung sejumlah fasilitas penanganan darurat yang disiapkan untuk membantu masyarakat terdampak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah jembatan bailey di Sungai Garoga. Jembatan darurat itu dibangun melalui kolaborasi prajurit TNI, badan usaha milik negara (BUMN), dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memulihkan akses transportasi warga serta memperlancar distribusi bantuan logistik.

Baca Juga:  Usut Kematian Dokter Mawar di Nabire, Polisi 6 Kali Olah TKP dan Periksa 28 Saksi

Presiden juga menyempatkan diri meninjau Posko Kesehatan Kodam I/Bukit Barisan. Dalam kunjungan tersebut, Presiden memastikan pelayanan kesehatan bagi para pengungsi berjalan optimal, termasuk ketersediaan tenaga medis dan obat-obatan.

Pada malam pergantian tahun, Presiden Prabowo memilih berada di posko pengungsian Desa Batu Hula, Kecamatan Batang Toru. Didampingi sejumlah menteri kabinet, Presiden duduk bersama para pengungsi di tenda darurat, berbincang langsung dengan warga, serta mendengarkan aspirasi dan kebutuhan mendesak para korban bencana.

Aceh

Kunjungan kerja Presiden berlanjut ke Kabupaten Aceh Tamiang pada Kamis (1/1/2026). Di wilayah tersebut, Presiden meninjau progres pembangunan Rumah Hunian Danantara yang disiapkan sebagai tempat tinggal sementara bagi para pengungsi sekaligus bagian dari strategi pemulihan jangka menengah.

Baca Juga:  MER-C Hadiri Acara Solidraitas untuk Palestina di Kedutaan Besar Palestina Jakarta

Dalam kesempatan itu, CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani melaporkan kepada Presiden bahwa pembangunan hunian ditargetkan mencapai 15.000 unit dan diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan.

Hunian tersebut dirancang untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi warga terdampak selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung.

Rapat Terbatas 

Setelah meninjau lokasi pembangunan hunian, Presiden Prabowo memimpin rapat terbatas untuk menerima laporan serta memberikan arahan terkait langkah-langkah pemulihan, rekonstruksi, dan rehabilitasi di tiga provinsi terdampak bencana. Presiden menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar penanganan bencana berjalan cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

Baca Juga:  MER-C mengutuk keras aksi Israel penyerbuan ke Al-Quds

Rapat terbatas tersebut dihadiri oleh Menteri Investasi Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen TNI Suharyanto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Wakil Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat,

Kemudian Gubernur Aceh Muzakir Manaf, serta jajaran direksi dari 15 badan usaha milik negara yang terlibat dalam pembangunan hunian bagi pengungsi.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen memastikan penanganan bencana tidak berhenti pada tahap darurat, tetapi berlanjut hingga pemulihan menyeluruh demi mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak secara bertahap dan berkelanjutan.(red)

Berita Terkait

Tuntutan Jaksa Ditunda 2 Pekan, Kuasa Hukum Terdakwa Optimistis Perjuangkan Rehabilitasi
Kuntadi Ungkap Strategi Kejagung Berantas Korupsi dan Pulihkan Kerugian Negara
Wakil Jaksa Agung Apresiasi Penerapan Plea Bargain di Kejati Sultra
Pakar Hukum Nilai 29 Entitas dalam Dakwaan Febrie Dapat Dijerat TPPU
Prabowo Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri untuk Paparkan Kondisi Bangsa
Penjelasan Pakar Hukum soal Polemik Jabatan Suhartoyo sebagai Ketua MK
Dudung Abdurachman Jadi Menko Polkam, Mathla’ul Anwar Bersyukur
Reshuffle Kabinet Prabowo, Pengamat Soroti Pergeseran Sejumlah Figur Era Jokowi

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Tuntutan Jaksa Ditunda 2 Pekan, Kuasa Hukum Terdakwa Optimistis Perjuangkan Rehabilitasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:24 WIB

Kuntadi Ungkap Strategi Kejagung Berantas Korupsi dan Pulihkan Kerugian Negara

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:43 WIB

Wakil Jaksa Agung Apresiasi Penerapan Plea Bargain di Kejati Sultra

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Pakar Hukum Nilai 29 Entitas dalam Dakwaan Febrie Dapat Dijerat TPPU

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:55 WIB

Prabowo Kumpulkan 800 Pati TNI-Polri untuk Paparkan Kondisi Bangsa

Berita Terbaru